Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BMKG: Gempa M 7,6 di Talaud Sulut akibat Aktivitas Subduksi

Gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang Kepulauan Talaud Sulawesi Utara pada Jumat pagi. Penyebabnya karena adanya aktivitas subduksi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BMKG: Gempa M 7,6 di Talaud Sulut akibat Aktivitas Subduksi
Tangkapan layar dari situs BMKG
GEMPA DI TALAUD - Gempa berkekuatan magnitudo 76 mengguncang Pulau Karatung, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Jumat (10/10/2025) pukul 08.43 WIB atau 09.43 WITA. BMKG mengungkap penyebabnya akibat adanya aktivitas subduksi. 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengungkap penyebab dari terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Pulau Karatung, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Jumat (10/10/2025) pukul 08.43 WIB atau 09.43 WITA.

Adapun penyebabnya yakni adanya aktivitas subduksi. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya gempabumi dangkal.

Subduksi merupakan proses geologi ketika satu lempeng tektonik bertabrakan dengan lempeng lainnya dan biasanya terjadi di zona batas lempeng konvergen, di mana dua lempeng bergerak saling mendekat.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," kata Daryono dalam keterangan tertulis.

Sementara, mekanisme gempa bumi yakni sesar naik atau thrust fault.

Baca juga: BMKG: Gempa 7,6 SR Berpusat di Melonguane, Waspada Tsunami di Bitung, Minahasa, dan Supiori

Sesar naik atau thrust fault yakni patahan geologis yang diakibatkan oleh gaya tekan (kompresi) yang membuat batuan yang lebih tua terdorong ke atas batuan yang lebih muda sepanjang bidang patahan yang landai, umumnya dengan sudut kemiringan kurang dari 45 derajat.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Daryono.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun gempa berpusat di 275 kilometer barat laut Pulau Karatung. Sementara, gempa terjadi pada kedalaman 58 kilometer.

Gempa ini berpotensi tsunami dengan ancaman waspada di beberapa wilayah di Sulawesi Utara seperti Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Minahasa, dan Supiori.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami dengan tingkat ancaman waspada," kata Daryono.

Menurut laporan Daryono, sudah terjadi dua tsunami di tiga kecamatan di Kepulauan Talaud yakni di Essang (5 cm), Beo (7 cm), dan Melonguane (3,5 cm).

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas