Legislator PAN Sebut Program Magang Nasional Jawab Tantangan Kesenjangan Kerja
Legislator PAN Farah Puteri Nahlia memberikan tanggapannya terhadap implementasi Program Magang Nasional yang diinisiasi pemerintah
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Legislator PAN Farah Puteri Nahlia memberikan tanggapannya terhadap implementasi Program Magang Nasional yang diinisiasi pemerintah.
Menurutnya, program ini merupakan terobosan yang tidak hanya menjawab tantangan kesenjangan kerja, tetapi juga memberikan perlindungan bagi lulusan baru dan stimulus positif bagi perekonomian nasional.
Secara khusus, Farah menyoroti kebijakan pemberian upah yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) setempat sebagai pilar utama program.
Menurutnya, ini adalah langkah fundamental yang menjawab keresahan publik selama bertahun-tahun mengenai program magang yang cenderung eksploitatif.
Ia menilai, dengan adanya standar upah yang layak, pemerintah secara tegas mengubah citra magang dari yang semula sering dianggap sebagai ajang 'kerja gratis' menjadi sebuah proses pembelajaran profesional yang bermartabat bagi para lulusan baru.
“Pemberian upah senilai UMP merupakan bentuk penghargaan dan perlindungan nyata. Selama ini, banyak program magang yang identik dengan eksploitasi atau upah yang tidak layak. Pemerintah telah berhasil mengubah paradigma tersebut dengan standar yang jelas dan berkeadilan,” ujar Anggota DPR tersebut di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Lebih dari sekadar perlindungan, Farah juga memandang program ini sebagai jembatan kokoh yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
“Program ini secara efektif memberikan kesempatan kepada para fresh graduate untuk mengasah keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memahami budaya kerja sesungguhnya,” jelasnya.
Farah melanjutkan, manfaat program ini bersifat ganda karena dirancang untuk menguntungkan tidak hanya para peserta, tetapi juga dunia usaha secara langsung.
Ia menjelaskan bahwa industri dapat memanfaatkan suntikan talenta baru yang penuh semangat dan ide-ide segar tanpa harus terbebani oleh biaya gaji, mengingat upah para peserta magang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Skema ini menciptakan sebuah simbiosis mutualisme yang produktif.
Baca juga: Magang Nasional Kemnaker Batch 2 Dibuka 17 November 2025, Targetkan 80.000 Peserta
"Ini adalah skema win-win solution yang cerdas untuk menggerakkan roda perekonomian. Dunia usaha mendapatkan talenta baru, dan para lulusan kita mendapatkan jembatan emas menuju karier profesional," katanya.
Politikus yang duduk di Komisi I DPR ini turut memberikan apresiasi khusus terhadap responsivitas pemerintah dalam menindaklanjuti membludaknya animo masyarakat.
Menurutnya, keputusan untuk secara sigap menambah 80.000 kuota pada gelombang kedua merupakan langkah konkret dalam memenuhi target yang dicanangkan oleh Presiden untuk mencapai 100.000 peserta magang tahun ini.
“Langkah pemerintah dengan penambahan kuota ini menunjukkan komitmen yang serius. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkan aspirasi publik, tetapi juga bekerja cepat untuk merealisasikan program prioritas. Tentu, langkah konkret seperti ini patut kita dukung penuh,” tuturnya.
Baca juga: Anggota DPR Nilai Besaran Uang Saku dalam Program Magang Nasional Sudah Rasional
Menutup pernyataannya, Farah menyampaikan harapan besarnya agar program ini dapat berkelanjutan.
“Harapan saya, program ini tidak berhenti sebagai program temporer, tetapi dapat menjadi sebuah sistem berkelanjutan yang menjadi bagian integral dari kebijakan ketenagakerjaan nasional,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan