Tanggal 16 Oktober 2025 Memperingati Hari Apa? Ada 5 Peringatan
Tanggal 16 Oktober 2025 adalah hari yang dipenuhi dengan beragam peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Suci BangunDS
TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 16 Oktober 2025 adalah hari yang dipenuhi dengan beragam peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Peringatan pada tanggal 16 Oktober 2025 terdiri dari berbagai tema, mulai politik nasional, ketahanan pangan, hingga isu kesehatan.
Seperti, peringatan bersejarah bagi demokrasi Indonesia yang diwakili oleh Hari Parlemen Indonesia, mengenang lahirnya lembaga legislatif.
Kemudian Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang menyerukan aksi global melalui Hari Pangan Sedunia untuk mengatasi kelaparan.
Tak hanya itu, hari ini juga menjadi momentum penting untuk lebih peduli dengan kesehatan masing-masing dengan diperingatinya Hari Kesadaran Alergi Sedunia dan Hari Tulang Belakang Sedunia.
Hari ini juga sekaligus menjadi ajakan untuk mengapresiasi dan melindungi kesejahteraan hewan melalui Hari Kucing Sedunia (Global Cat Day).
6 Peringatan Penting pada 16 Oktober 2025
Berikut Tribunnews rangkum 6 peringatan penting yang diperingati pada hari ini, 16 Oktober 2025:
1. Hari Parlemen Indonesia
Tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Parlemen Indonesia. Peringatan ini merujuk pada terbentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada tanggal 16 Oktober 1945, dikutip dari laman resmi DPR RI.
KNIP merupakan cikal bakal lembaga legislatif di Indonesia.
Baca juga: Tanggal 15 Oktober 2025 Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Penting
Pada 16 Oktober 1945, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengeluarkan Maklumat Wakil Presiden Nomor X (Maklumat X).
Maklumat ini memberikan wewenang legislatif (kekuasaan membentuk undang-undang dan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara/GBHN) kepada Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
2. Hari Pangan Sedunia (World Food Day)
Hari Pangan Sedunia adalah peringatan global yang didirikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).
FAO didirikan di Quebec, Kanada, pada 16 Oktober 1945.
Negara-negara anggota FAO pada Konferensi ke-20 pada tahun 1979 secara resmi menetapkan tanggal berdirinya organisasi tersebut sebagai Hari Pangan Sedunia (World Food Day), dikutip dari pacehospital.com.
Peringatan ini bertujuan untuk menggalakkan upaya mengatasi masalah kelaparan, malnutrisi, dan kemiskinan di dunia.
3. Hari Kesadaran Alergi Sedunia (World Allergy Awareness Day)
Hari ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatan yang memengaruhi miliaran orang.
Peringatan ini umumnya dipromosikan oleh organisasi internasional seperti International Association for Asthma and Allergy Awareness (IAAA) atau lembaga serupa lainnya.
Penetapannya pada 16 Oktober dimulai sekitar tahun 1999 untuk memberikan fokus global pada tantangan yang dihadapi penderita alergi, termasuk alergi makanan, lingkungan, dan obat-obatan.
Tujuannya adalah mendorong penelitian, diagnosis yang lebih baik, dan dukungan publik.
4. Hari Kucing Sedunia (Global Cat Day)
Bagi para pecinta hewan, tanggal 16 Oktober dikenal juga sebagai Hari Kucing Sedunia (Global Cat Day).
Hari ini didirikan untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kucing liar dan terlantar yang membutuhkan pertolongan.
Global Cat Day (juga disebut National Feral Cat Day di Amerika Serikat) didirikan oleh organisasi nirlaba penyelamat kucing, Alley Cat Allies, pada tahun 2001, dikutip dari National Day.
Tanggal ini digunakan untuk menggerakkan komunitas agar lebih aktif melindungi dan menyelamatkan populasi kucing yang rentan.
5. Hari Tulang Belakang Sedunia (World Spine Day)
Hari Tulang Belakang Sedunia pertama kali diselenggarakan pada 16 Oktober 2008 oleh World Federation of Chiropractic (WFC), dikutip dari worldspineday.org.
Hari ini ditetapkan sebagai bagian dari kampanye Dekade Tulang dan Sendi (Bone and Joint Decade Action Week) dan didukung oleh berbagai organisasi kesehatan global.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan beban global nyeri tulang belakang dan disabilitas, serta untuk mempromosikan pencegahan melalui postur yang baik, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat.
(Tribunnews.com/Farra)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.