Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perkuat Talenta Kreatif, Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Korea Selatan

Kolaborasi lintas negara mampu memperkuat fondasi industri kreatif Indonesia, hal itu diwujudkan melalui program House of Indonesiana (HOI).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Perkuat Talenta Kreatif, Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Korea Selatan
istimewa
TALENTA KREATIF - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pemuda Republik Korea, HOI membuka ruang pembelajaran yang menjembatani pendidikan, industri, dan diplomasi budaya dalam satu wadah kreatif yang dinamis. 
Ringkasan Berita:
  • Kolaborasi lintas negara mampu memperkuat fondasi industri kreatif
  • Keseimbangan antara nilai budaya lokal dan standar global menjadi kunci penting
  • Menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan industri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kolaborasi lintas negara mampu memperkuat fondasi industri kreatif Indonesia, hal itu diwujudkan melalui program House of Indonesiana (HOI).

Talenta kreatif adalah individu yang memiliki kemampuan untuk menciptakan ide, karya, atau solusi baru yang orisinal dan bernilai, terutama dalam bidang seni, budaya, teknologi, dan industri kreatif.

Melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pemuda Republik Korea, HOI membuka ruang pembelajaran yang menjembatani pendidikan, industri, dan diplomasi budaya dalam satu wadah kreatif yang dinamis.

Salah satu implementasinya terlihat dalam pelatihan dan produksi konten animasi di HOI Training Center Jakarta, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari profesional industri dan terlibat dalam proyek animasi berskala nyata.

Project Manager dari Dipadira Studios, Gisella Ivone, menceritakan bagaimana ia dan timnya berperan dalam mendampingi proses produksi animasi yang melibatkan ratusan peserta HOI dari berbagai level pelatihan.

“Peran utama saya mengelola seluruh proses produksi, mulai dari perencanaan timeline, mengawasi setiap tahap produksi, menjadi penghubung antara tim pelatihan dan tim produksi, hingga memastikan semuanya berjalan sesuai target dan kualitas yang diharapkan,” ungkapnya, di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, program HOI Jakarta terbagi dalam tiga level kelas yakni Basic, Intermediate, dan Advanced.

Rekomendasi Untuk Anda

Dipadira dipercaya menangani proses produksi penuh untuk IP animasi Banyu, yang dikerjakan bersama para peserta kelas Advanced. 

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar teori, tapi merasakan sendiri seperti apa ritme kerja di industri profesional. Mereka kami tempatkan dalam sistem yang menyerupai produksi nyata, lengkap dengan briefing, revisi, hingga evaluasi berkala,” tambah Gisella.

Bagi Gisella, keseimbangan antara nilai budaya lokal dan standar global menjadi kunci penting. Menurutnya, perlu membawa identitas budaya dalam cerita, tapi dikemas dengan standar teknis global.

“Dengan begitu hasilnya bisa berakar pada budaya kita, namun tetap mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu instruktur kelas Advanced di HOI, Muhammad Septa Varell Syahroni, menuturkan pelatihan ini menghadirkan pengalaman yang berbeda dari pelatihan animasi pada umumnya. Bersama beberapa rekan alumni One Animation Studios, ia membimbing peserta dengan pendekatan simulasi industri.

“Peserta tidak hanya belajar teori, tapi langsung masuk ke workflow profesional. Mereka menggunakan asset animasi dari Dipadira, mengikuti pipeline industri, dan kami push kualitasnya mendekati standar profesional,” jelas Varell.

Menurutnya, banyak peserta datang dengan ide kreatif yang kuat, tetapi masih terbatas dari sisi skill teknikal. 

“Tugas kami bukan hanya mengajarkan software, tapi membentuk mindset yang benar. Kami ingin mereka berpikir sebagai artist, bukan sekadar operator. Karena di dunia kreatif, yang penting bukan ‘pakai apa’, tapi ‘kenapa dan bagaimana’,” katanya.

Bagi Varell, program HOI punya peran penting dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan industri.

“Bentuknya pelatihan, tapi pendekatannya industri banget. Di situlah kekuatan diplomasi budaya lewat karya digital,” ujarnya.

Cerita Peserta

Bagi para peserta, program HOI menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Fahra Arifia, peserta yang mengikuti seluruh tingkatan kelas dari Basic hingga Advanced 2 mengaku mendapatkan lebih dari sekadar pembelajaran teknis.

“Awalnya aku ikut cuma buat ngisi waktu, tapi setelah produksi dimulai, aku jadi lebih termotivasi untuk bikin IP sendiri. Yang paling berkesan itu waktu lihat hasil kerja keras kami disatukan jadi satu karya. Rasanya bangga banget,” ujarnya.

Ia mengakui tantangan terbesar adalah adaptasi pada proses animasi 3D yang belum pernah ia alami sebelumnya.

“Aku belajar banyak dari instruktur, minta feedback terus, dan dari situ aku mulai bisa memahami alur kerja profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Dian Puspitarini, peserta dari Advanced Class 2 Batch 1, menyebutkan pengalaman di HOI sebagai sesuatu yang membuka wawasan.

Ia mengakui sepanjang HOI berlangsung benar-benar merasakan langsung proses produksi animasi dari awal sampai akhir.

“Para mentor memberikan feedback satu per satu, terasa banget kayak kerja di studio animasi profesional,” tuturnya.

Dian juga menyoroti pentingnya kesempatan seperti HOI bagi generasi muda kreatif Indonesia. 

Dian berharap ke depannya makin banyak anak muda yang penasaran dan tertarik dengan dunia animasi.

Ia juga menambahkan program HOI ini bisa jadi jembatan yang menghubungkan para talenta muda dengan industri sebenarnya.

Baik bagi tim pengelola, instruktur, maupun peserta, House of Indonesiana (HOI) menjadi ruang belajar yang sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia.

Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga bentuk nyata diplomasi budaya yang mempertemukan dua negara untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Program seperti HOI terbukti membawa dampak positif bagi pendidikan dan pengembangan industri kreatif. Akan luar biasa kalau ke depannya kelas Advanced bisa diperluas ke bidang lain seperti lighting atau VFX. Semoga semakin banyak talenta muda Indonesia yang bisa ikut tumbuh bersama,” harap Gisella Ivone. 

Program House of Indonesiana (HOI) adalah bukti bahwa kerja sama budaya tidak hanya mempertemukan dua bangsa, tetapi juga melahirkan generasi kreatif yang siap bersaing di panggung global. 

Baca juga: Disokong Produsen Mobil, Persija Jakarta Buka Peluang Jajal Tim Korea Selatan

Dari ruang kelas hingga layar animasi, HOI menjadi jembatan antara pengetahuan, praktik industri, dan semangat untuk membawa identitas budaya Indonesia ke dunia digital.

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas