Forum Ekonomi Indonesia–Pakistan Jadi Momentum Penguatan Hubungan Dagang Dua Negara
ICE melaunching cover buku 75 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan dengan mengusung judul 2 Sahabat 1 Semangat
Penulis:
Erik S
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad bekerja sama dengan Konsulat Jenderal RI di Karachi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), serta International Creatives Exchange (ICE) menyelenggarakan Indonesia–Pakistan Economic Networking Forum di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40, Kamis (16/10/2025).
Forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan dagang dan investasi antara dua negara sahabat, Indonesia dan Pakistan, yang tahun ini merayakan 75 tahun hubungan diplomatik.
Forum ini diselenggarakan dengan memanfaatkan momentum kehadiran sekitar 60 pengusaha Pakistan di Indonesia dalam rangka Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.
Acara ini menghadirkan 150 peserta yang terdiri dari para pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta perwakilan asosiasi dagang dari kedua negara.
Sejalan dengan program dari ICE yaitu memeriahkan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan, ICE turut andil saat diajak kolaborasi oleh KBRI Islamabad.
Pada acara tersebut ICE melaunching cover buku 75 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan dengan mengusung judul "2 Sahabat 1 Semangat".
Baca juga: Teken MoU dengan UIN Imam Bonjol Padang, ICE Latih Mahasiswa Teknologi AI
Ketua Umum ICE, Atta Ul Karim yang juga bagian dari acara ini mengungkapkan bahwa buku ini sebagai simbol dan akan menjadi kenang-kenangan usia berlian persahabatan Indonesia dan Pakistan.
"Buku ini akan menjadi kenang-kenangan memperingati usia persahabatan 75 tahun Indonesia dan Pakistan. Launching resminya InsyaAllah bulan depan, proses pengerjaan sudah 85 persen," kata Atta dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).
Banyak yang penasaran terhadap isi buku tersebut, di tempat terpisah Atta menjelaskan bahwa di dalam buku tersebut akan menjadi sumber informasi terkini seputar Indonesia dan Pakistan. Selain itu akan ada juga tokoh-tokoh yang ditulis namanya yang prosesnya sangat panjang.
"Di dalamnya akan diperkenalkan budaya, tempat wisata terbaik, tempat ibadah terbaik, tempat pendidikan terbaik dan juga kuliner terbaik baik dari Indonesia dan Pakistan," ungkap Atta.
"Selain itu akan diperkenalkan juga sebanyak 75 tokoh yang terpilih dan terbaik dari Indonesia dan Pakistan. Pemilihannya sudah di diskusikan dengan banyak pihak, salah satunya adalah dengan pihak Kedubes, baik Kedubes Pakistan di Jakarta atau Kedubes Indonesia di Islamabad." Terangnya.
Dalam acara yang berlangsung di salah satu hotel ternama di kawasan Gading Serpong, hadir Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, H.E. Chandra W. Sukotjo, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional, Bernardino M. Vega, Menteri Perdagangan dan Investasi Kedubes Pakistan di Jakarta, Naseem Rashed.
Kemudian Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ricky Eka Virgana Ichsan, Wakil Ketua Komite Bilateral Pakistan & Afghanistan, KADIN Indonesia, Harman Siswanto, Presiden Pakistan–Indonesia Business & Cultural Network, Uzair Nizam, Wakil Direktur Promosi Investasi untuk Asia Timur, Selatan, Timur Tengah dan Afrika (Kementerian Investasi/BKPM), Muhammad Iqbal, Chairman Bawazeer Group, Mohammad Bawazeer, Ketua Pakistan–Indonesia Business Circle, Haseeb Khan dan Ketua Komite Bilateral Pakistan Kadin Indonesia, Mufti Hamka Hasan serta pemilik PT. K2 Industries, Ayub Gaba.
Acara diakhiri dengan penandatanganan 2 MoU antara antara ICE (Indonesia) dan Gwadar Chamber of Commerce and Industry (Pakistan), serta antara Harmann Pharmaceutical (Pakistan) dan PT. Ultra Sakti (Indonesia).
Baca tanpa iklan