10 Tips Anti Gerah Saat Cuaca Panas: Cara Cerdas Hadapi Hari Terik
10 Tips anti gerah saat cuaca panas yang efektif dan aman dalam menjaga tubuh tetap sejuk nyaman di saat hari sangat terik, ikuti langkah-langkahnya.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Pada pertengahan Oktober 2025 ini cuaca panas ekstrem kini menjadi tantangan nyata bagi sejumlah wilayah di Indonesia.
Suhu yang melonjak tinggi, ditambah kelembapan udara yang pekat, sering kali membuat tubuh terasa gerah, lelah, dan rentan terhadap gangguan kesehatan seperti dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami cara-cara efektif dan aman dalam menjaga tubuh tetap sejuk dan nyaman selama musim panas atau saat terjadi gelombang panas.
Menurut Yale Medicine, suhu ekstrem yang berlangsung lebih dari dua hari dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur suhu internal.
Ketika suhu dan kelembapan tinggi, keringat sulit menguap, sehingga tubuh kesulitan mendinginkan diri.
Hal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari ruam panas, kram, kelelahan akibat panas, hingga kondisi serius seperti heat stroke yang bisa berakibat fatal.
Untuk mengatasi kondisi ini, Royal Meteorological Society (RMetS) memberikan sejumlah tips cerdas yang bisa diterapkan sehari-hari.
Salah satunya adalah menutup jendela dan tirai pada siang hari, terutama ketika suhu luar lebih panas dari dalam ruangan.
Membuka jendela justru bisa membuat udara panas masuk dan memperparah rasa gerah.
Sebaliknya, jendela sebaiknya dibuka pada malam atau dini hari saat suhu mulai turun.
Selain itu, minum minuman hangat seperti teh ternyata bisa membantu tubuh mendinginkan diri.
Baca juga: Jakarta Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Ini Langkah Cepat Pemprov DKI Hadapi Suhu Capai 37°C
Meskipun terdengar kontradiktif, minuman panas merangsang tubuh untuk berkeringat, dan saat keringat menguap, suhu tubuh pun menurun.
Namun, metode ini lebih efektif di lingkungan yang kering dan berangin, bukan di daerah dengan kelembapan tinggi.
Tips lainnya termasuk membekukan bantal atau piyama sebelum tidur, mengenakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta menghindari penggunaan peralatan elektronik yang menghasilkan panas seperti laptop dan televisi.
Bahkan, mengonsumsi makanan pedas juga dianjurkan karena kandungan capsaicin dapat meningkatkan produksi keringat yang membantu proses pendinginan tubuh.
Dari sisi kesehatan, Yale Medicine menekankan pentingnya hidrasi yang cukup.
Minum air secara teratur, bahkan sebelum merasa haus, sangat dianjurkan.
Jika berkeringat berlebihan, tubuh juga kehilangan elektrolit penting seperti natrium dan kalium.
Oleh karena itu, mengonsumsi minuman elektrolit atau mencampur air dengan sedikit garam bisa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menambahkan bahwa menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari, menggunakan kipas angin dengan kain basah atau semangkuk es di depannya.
Serta mencari tempat ber-AC atau ruang publik yang sejuk seperti perpustakaan atau pusat perbelanjaan, merupakan langkah penting untuk mencegah risiko kesehatan akibat panas ekstrem.
Tribunnews.com akan memberikan sejumlah tips ampuh anti gerah saat cuaca panas yang bisa diterapkan masyarakat di Indonesia.
10 Tips Anti Gerah saat Cuaca Panas
1. Tutup jendela dan gorden saat siang hari untuk mencegah udara panas masuk ke dalam rumah.
Buka jendela hanya saat suhu mulai turun di sore atau pagi hari agar sirkulasi udara tetap sejuk.
2. Minum minuman hangat seperti teh untuk merangsang tubuh berkeringat dan menurunkan suhu tubuh secara alami.
Efek pendinginan ini paling terasa di lingkungan yang kering dan berangin.
3. Gunakan piyama katun tipis saat tidur agar keringat terserap dan tubuh tetap nyaman.
Tidur tanpa pakaian justru bisa membuat tubuh terasa lengket jika seprai tidak menyerap keringat dengan baik.
4. Bekukan bantal, piyama, atau botol air dingin selama 20 menit sebelum tidur untuk memberikan sensasi sejuk instan.
Cara ini sangat membantu saat malam terasa lembap dan suhu tidak turun secara signifikan.
5. Guyur air dingin ke titik-titik nadi seperti pergelangan tangan, leher, dan pergelangan kaki untuk mendinginkan tubuh dengan cepat.
Mandi air dingin juga bisa menjadi solusi yang lebih efektif saat suhu sangat tinggi.
6. Letakkan kain basah atau semangkuk es di depan kipas angin untuk menciptakan efek pendinginan seperti AC.
Udara yang berhembus akan membawa uap dingin yang menyegarkan ruangan secara alami.
7. Konsumsi makanan pedas untuk meningkatkan produksi keringat yang membantu menurunkan suhu tubuh.
Namun, hindari cara ini jika cuaca sangat lembap karena keringat sulit menguap.
8. Kenakan pakaian longgar dan berwarna terang dari bahan katun atau linen yang menyerap keringat.
Hindari pakaian gelap dan bahan sintetis yang membuat tubuh semakin panas dan gerah.
9. Matikan perangkat elektronik yang tidak digunakan karena dapat menghasilkan panas tambahan di dalam ruangan.
Gunakan bohlam LED untuk mengurangi suhu ruangan dan hemat energi.
10. Minum air secara rutin sepanjang hari, bahkan sebelum merasa haus, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Tambahkan sedikit garam atau konsumsi minuman elektrolit jika berkeringat banyak, dan hindari kafein serta alkohol yang bisa memperparah dehidrasi.
Meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas akibat perubahan iklim, kesadaran akan pentingnya perlindungan diri dari cuaca panas menjadi semakin krusial.
Menerapkan tips-tips sederhana namun efektif ini dapat membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pekerja luar ruangan.
Cuaca panas memang tak bisa dihindari, tetapi dengan strategi yang tepat, rasa gerah bisa dikendalikan dan risiko kesehatan dapat diminimalkan.
(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.