15 Puisi Hari Santri yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Simak kumpulan puisi Hari Santri yang penuh makna dan menyentuh hati. Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Hari Santri Nasional diperingati pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya.
Salah satu cara untuk memperingati Hari Santri Nasional adalah membuat dan membacakan puisi.
Puisi adalah karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair dengan menggunakan bahasa yang indah dan padat makna.
Karya sastra ini terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Membuat puisi membutuhkan kreativitas, imajinasi, dan gaya bahasa khas untuk menciptakan efek estetika dan emosional pada pembaca atau pendengar.
Puisi dapat dipertunjukkan dalam acara peringatan tertentu, seperti Hari Santri Nasional.
Puisi Hari Santri biasanya berisi penghargaan, semangat, dan doa bagi para santri.
Dikutip dari laman MTs NU Ungaran dan Pesantren Tebuireng dan sumber lainnya, berikut ini kumpulan puisi Hari Santri:
Puisi Hari Santri #1: Hari Santri
Karya: Wan Nurlaila Putri
Ini harimu
Hari perayaan tentangmu
Tentang manusia yang jauh dari dunia
Yang selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta
Ini harimu
Hari tentangmu
Tentang bagaimana kisah diri
Yang jauh dari orang tua tapi tetap harus mandiri
Meski terkadang diri rapuh dan tak bisa bangkit lagi
Tapi ada kasih sayang yang lebih tinggi
Yang selalu menerima kepulangan
Meski membawa segudang kesalahan dan kehilafan
Kepada Sang Pencipta
Teguhkanlah hati ku kepadamu
Pada agamamu
Agar kami bisa menjadi generasi penerus ulama
Yang terus melestarikan islammu
Baca juga: 100 Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2025, Penuh Doa dan Harapan
Puisi Hari Santri #2: Sang Penerang Hati
Karya: Wan Nurlaila Putri
Di sini aku mengaji
Mengabdikan diri pada illahi
Meski tak pernah sesuci nabi
Tapi Tuhan maha mengampuni
Kepada setiap hamba yang mau kembali
Sang penerang hati
Dialah bu nyai dan pak kiai
Yang akan selalu mengingatkan kepada sang rabbi
Agar berada pada jalan yang tak salah lagi
Meski sulit merangkak dan tak dapat berlari
Tapi tak pernah henti mengulurkan tangan
Untuk semangat memperbaiki diri
Terima kasih
Kepada bu nyai dan pak kiai
Hidup yang hitam kini menjadi terang
Iman yang hilang, kini telah kembali pulang
Puisi Hari Santri #3: Akulah Santri
Karya: Cindy Kharisma Rulia
Duduk diam dan ratapi
Tentang hidup dalam dunia santri
Dalam sepi aku mencoba menabahkan
hati
Tak ada kata lelah dan letih
Barokah adalah tujuan utama yang dicari
Aku kembali terlelap
Sesekali di sela hiruk-pikuk dan
deru ajian kitab-kitab suci
Aku santri yang tak lepas dari kata
mengantri
Semua seakan mati
Saat ayah dan ibu tak lagi disisiku
Tapi segulung letih itu harus ku hadapi
Tubuhku membeku
Kakiku kaku
Saat belaian Ibu tak dapat kusentuh
Dan sepi merobek kalbu
Aku terdiam dalam bahasa bisuku
Tak ku hafalkan
Mengingat perjuangan yang tak
Kunjung padam
Akulah Santri
Yang berusaha mengokohkan hati
Demi membanggakan kedua orang tuaku
Serta demi cita-cita yang tinggi
Puisi Hari Santri #4: Perjuangan Santri
Karya: Ahmad Zaini
Alam bersaksi
Semangat perjuangan
Dikobarkan dari bilik santri
Hati terbuka
Kaki melangkah
Tangan mengepal
Mengangkat senjata
Mulut bertakbir
Demi kebenaran
Mengikis habis
Antek penjajah
Yang mencengkeram kedaulatan bangsa
Air mata, keringat, dan darah
Menetes di medan perang
Nyawa syuhada
Menjadi kekuatan
Memukul mundur penjajah
Hingga bangsa ini terbebas
Dari cengkeraman para serdadu asing
Alam bersaksi
Santri di garda depan
Bersama rakyat
Merebut kemerdekaan
Puisi Hari Santri #5: Kesejatian Santri
Karya: Ahmad Zaini
Santri punya nilai dan makna
Dalam sendi-sendi kehidupan
Santri bukan sekadar identitas
Santri bukan jargon semata
Ada nilai di setiap ucapan
Ada uswah hasanah dalam perilaku
Ada tuntunan di setiap hembus napasnya
Santri panji beragama
Bersosial, dan bernegara
Santri simbol keselarasan hidup
Duniawi dan ukhrawi
Tanamkan kesantrian
Dalam berperilaku
Sematkan kesantrian
Dalam kehidupan
Agar cahaya ilahi
Senantiasa menerangi hati
Puisi Hari Santri #6: Purnama di Separuh Bulan
Karya: Ahmad Zaini
Dari balik dampar santri mengaji
Mengurai kata dan makna kitab kuning
Ilmu diendapkan dan ditirakati
Agar cahaya yang dipancarkan suci
Setiap malam santri bermunajat
Sebagai media pengakuan dosa dan khilaf
Serta permohonan
Mata terjaga
Jemari memutar tasbih
Mulut mengucap kalimat thayyibah
Agar jiwanya semakin dekat kepada Allah
Ketika santri berada di tengah masyarakat
Santri tidak berdiam diri
Mengamalkan ilmu
Perjuangan membangun nilai-nilai ilahi
Mengangkat martabat kemanusiaan
Agar menjadi manusia sejati
Santri penghias kehidupan
Laksana purnama
Di separuh bulan
Puisi Hari Santri #7: Luar Biasa Santri
Karya: Elfatonah
Jauh dari seorang yang sering dijadikan sandaran diri
Yang sering dijadikan kebergantungan diri dan hati
Demi menanam tunas baik membentuk jati diri
Untuk menumbuhkan rasa ridho karena ilahi robbi
Tak bisa hatiku menafikan rasa
Naluri seolah ingin menjerit mati rasa
Kebiasaan yang tak biasa dilakukan dengan dipaksa
Melatih rasa, untuk menjadi lebih terbiasa
Dini hari terdengar ramai teriakan masa
Terbangun dengan wajah kusam, kesal yang ada
Berlari mendengar lantunan suci, seolah memanggil jiwa raga
Tenang... tempat-Mu akhir dari campuran yang di rasa
Namun terkadang pikiran mengusik jiwa dan hati
Hingga terbesit dalam hati, laku ku ucap sering kali...
Pulang... pulang... aku ingin pulang...
Benar kata orang, ini bagaikan penjara suci
Gejolak dalam hati, ingin bertindak tapi tidak berani
Penyadaran diri dari hati
Mencari ridhonya lewat didikan kiai
Memupuk tanaman padi dalam diri
Dengan tujuan ilahi anta maqsudi waridhoka matlubi
Al-quran dijadikan teman kerinduannya
Harapan dijadikan teman dalam sepinya
Rasa sabar dijadikan dasar dalam hatinya
Kesederhanaan menjadi kesehariannya
Puisi Hari Santri #8: Perjuangan Seorang Santri
Karya: Lulu Zinatul Mila
Kala hujan tak kunjung reda
Kala gelap tak kunjung reda
Berbaur sunyi dan rindu yang mencekam
Lembayung merah pun mengusir rasa hampa
Dalam sujud ku berdoa
Setiap harapan
Setiap dambaan
Yang ada dalam hatiku
Semoga menjadi sebuah kenyataan
Atas segala sesuatu yang aku kerjakan
Ayah... ibu...
Aku menyayangimu
Aku mencintaimu...
Aku sangat merindukanmu
Sejak kecil aku selalu bersamamu
Aku selalu dinasihati olehmu
Aku selalu dibimbing olehmu
Aku selalu dirawat olehmu
Tapi berbeda dengan kini
Disini aku belajar memimpin diri sendiri
Disini aku belajar mandiri agar menjadi yang lebih baik
Disini aku belajar menuntut ilmu
Dan disinilah aku membentuk jati diri
Menyongsong mimpi
Pergi dari zona nyaman
Bertatih ku untuk melangkah
Demi cita cita yang ku impikan
Semangat juang yang tak pernah lara
Yang setiap harinya hidup mandiri
Hidup yang jauh dari pantauan orang tua
Merasakan pahit getirnya dalam mencari ilmu
Tetap sabar walaupun sukar
Jalani dengan tegar
Karena pahala dan hasil tidak akan pernah tertukar
Jalani, nikmati dan syukuri
Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan
Dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan
Ilmu itu cahaya
Bodoh itu bahaya
Puisi Hari Santri #9: Santri untuk Negeri
Karya: Arimami
Santri
Ya, itulah panggilan kami
Jutaan kata yang tercipta
Menghiasi ibu pertiwi
Berbaur makna kesederhanaan jiwa
Berjuta rintangan menghadang
Meski langkah kaki tak seimbang
Tak gentar maju terus berjuang
Meski letih pantang pulang
Rapatkan barisanmu para santri
Belajar dan kaji kalam kiai
Karena ...
Inilah bakti santri untuk negeri
Baca juga: 7 Doa Upacara atau Apel Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025
Puisi Hari Santri #10: Tempaan Empu Ilahi
Karya: Ilham Arwani
Sayup-sayup sandal bergesekan
Seperti daun kekeringan
Bergesek menebar bara di musim kering
Nun jauh bara sampai pada pelupuk hati yang mengkilat
Gesekannya seirama dengan bara dalam dada
Syahdan, benteng batinnya amat kuat
Apa bodoh mencongkel negeri berpondasi santri
Saat jangkrik mengaum lirih disambut deburan air
Bintang berkedip-kedip saksikan
Segumulan wajah dan kalbu penuh akan nur
Dalam kawah candradimuka, Gatotkaca ...
Bercaping songkok bersurban selempang dada
Dan bersarung hitam putih kotak
Bersembahyang menghadap Sang Hyang Tunggal
Mereka tanpa dinyana menunduk ta'dim pada ... maha guru kiai
Padanya ta'dib ta'allum nan tarbiyah diperoleh
Entah bedebahnya jika ...
Tanpa akhlak beri busungkan dada
Pesantren tiada keropos ditelan rayap
Santri tak semudah dipatah dengan secuil besi
Puisi Hari Santri #11: Aku Bangga Menjadi Santri
Karya: Ozy V. Alandika
Aku bangga menjadi santri
Jauh dari keluarga tak menjadikanku sepi
Aku bahagia belajar dan mengaji
Aku ceria bershalawat kepada nabi
Aku bangga menjadi santri
Menuntut ilmu menggapai ridha Ilahi
Keterbatasan bukan alasanku untuk bermurung diri
Karena ada harapan kedua orang tua yang tertancap di sanubari
Aku bangga menjadi santri karena santri juga harapan negeri
Tidak sekadar jihad tidak juga resolusi
Tapi bersatu wujudkan impian Bumi Pertiwi
Santri berusaha setiap hari
Mencuci baju, setrika, bahkan masak sendiri
Mereka sejak kecil diajar mandiri
Untuk bekal berdakwah dan bersafari
Doakanlah yang terbaik untuk santri
Karena mereka adalah harapan nusantara
Jadikan sabar dan salat sebagai bekal diri
Lalu siapkan tenaga untuk mengabdi kepada negara
Puisi Hari Santri #12: Ikhlas Menjadi Santri
Karya: Selfiana Jamil
Ikhlasku menjadi santri
Mengabdi pada agama dan negeri
Memantapkan hati
Di jalan sang Ilahi
Ketika zaman semakin gila
Peraturan sudah dianggap tiada
Santri akan tetap setia
Meluruskan setiap pertentangan yang ada
Ikhlasku mengabdi pada negeri
Meski rintangan tak mau menepi
Hanya Allah lah sangat penyemangat hati
Puisi Hari Santri #13: Santri Harus Bertekad di Jalannya
Karya: Siti Nur Azizah
Aku bangga menjadi seorang santri
Aku bahagia dalam mencari ilmu dan mengaji
Jauh dari orang tua dan keluarga tak menjadikanku sepi
Itu pun untuk masa depanku nanti
Jadi santri tidaklah sulit untuk masa kini
Di mana santri harus beraktivitas setiap hari
Dalam mencari ilmu yang pasti
Dan berijtihad di dalamnya dengan setulus hati
Aku bangga menjadi santri
Karna santri harapan negeri
Menuntut ilmu kepada ridha sang Ilahi
Dan punya wawasan yang tinggi
Puisi Hari Santri #14: Bangga Menjadi Santri
Karya: Ainur
Hari Santri
Terbentang tak akan terbuang
Karena jarak hanyalah pemisah dalam suatu ruang
Gemuruh kumandang dzat yang maha pengasih
Alam Mu menjadi saksi dalam sebuah pengabdian
Dulu kamis selalu terbara setiap kali hati ingin bertanya
Tentang siapa,, untuk siapa,,
Dan kemana Langkah kaki seorang fakir mengembara
Namun kini telah kami temui tentang arti jati diri
Bangga dengan khidmat dan takzim atas gelar seorang santri
Karena pengabdian inilah bentuk bakti
Kami kepadamu wahai murobbi ruhhi
Kau bangunkan jiwa-jiwa yang telah lama tertunduk
untuk cinta pada negeri
Kau hidupkan kembali ruh ruh kami
Untuk menjadi insan tangguh nan mandiri
Dan sekali lagi dengan bangga kami teriakkan kembali
Wahai murobbi
Kami bangga menjadi santri
Puisi Hari Santri #15: Para Santri
Karya: Dela Citra Wuni
Tak seperti kehidupan di luar sana
Kehidupannya lebih bermakna
Jauh dari orang tua
Kadang terasa menggebu di dada
Rona wajah yang sumringah
Bak mentari yang memancarkan sinarnya
Dengan sejumlah buku di tangan
Tak lupa dihiasi canda dan tawa
Sederhanalah sangat berpenampilan
Tak hanya duniawinya yang dicari
Belajar ilmu padi dalam diri
Demi meraih berjuta mimpi
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.