Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Erwin Aksa: Biaya Haji 2026 Turun Tanpa Mengurangi Mutu Layanan

Komisi VIII DPR RI menggelar rapat bersama Kementerian Haji dan Umroh di gedung DPR RI Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Erwin Aksa: Biaya Haji 2026 Turun Tanpa Mengurangi Mutu Layanan
Bangka Pos
PELAKSANAAN HAJI 2025 - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Erwin Aksa, merespon positif rencana penurunan biaya haji 2026 tanpa mengurangi mutu layanan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah berencana menurunkan biaya haji 2026 sebesar Rp 1.000.000
  • Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa mengatakan biaya haji diharapkan lebih terjangkau  tanpa mengurangi mutu layanan
  • Opsi penurunan biaya haji bisa dilakukan jika  efisiensi berbagai aspek bisa direalisasikan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Komisi VIII DPR RI menggelar rapat bersama Kementerian Haji dan Umroh di gedung DPR RI Jakarta, Senin (27/10/2025).

Dalam rapat itu, pemerintah mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 yang harus dibayarkan oleh calon jemaah turun sebesar Rp 1 juta dibandingkan dengan 2025.

Calon jemaah haji 2026 hanya akan membayar rata-rata Rp 54.924.000 dari total usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 88.409.365.

Penjelasan DPR dan Pemerintah

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa  mengatakan ini merupakan komitmen bersama pemerintah, DPR, dan pemangku kepentingan haji agar pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia tanpa mengurangi mutu layanan.

"Calon jemaah haji diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi dan mempersiapkan secara matang baik dari sisi finansial maupun persiapan ibadah," ujar politisi Partai Golkar ini.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI ini mengatakan opsi penurunan biaya haji bisa dilakukan jika  efisiensi berbagai aspek bisa direalisasikan.  

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam rapat itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan penurunan biaya haji Rp 1.000.000 ini disusun dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Pemerintah mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik dengan biaya yang wajar,” ucap Dahnil.

Latar Belakang

 •   Tahun 2025 telah ditetapkan rata-rata BPIH sebesar Rp 89,41 juta dan Bipih yang dibayar jamaah reguler rata-rata Rp 55,43 juta.  

•   Pemerintah dan DPR menyepakati bahwa masih terdapat ruang efisiensi besar, khususnya pada komponen penerbangan, durasi tinggal di Tanah Suci, dan layanan katering/akomodasi.  

 •   Upaya­-upaya strategis seperti pembangunan “Kampung Haji Indonesia” di Arab Saudi dan pengurangan durasi jemaah dari ~41 hari ke ~31 hari menjadi bagian dari target efisiensi biaya haji. 

Poin-Poin Utama Kebijakan dan Target:

1. Target Biaya

Pemerintah menetapkan target biaya haji reguler untuk 2026 maksimal di kisaran Rp 85 juta per jemaah dan menegaskan bahwa angka bisa lebih rendah apabila skema efisiensi berjalan lancar.  

2. Efisiensi Komponen Biaya

•   Pembelian tiket penerbangan reguler menggantikan skema sewa/charter untuk menekan biaya.  

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas