Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menkes: Kesehatan Bukan Hanya Urusan Medis, Tapi Juga Urusan Pertahanan Negara

Ancaman biologis tidak mengenal batas negara dan tidak bisa ditangani sendirian. Dibutuhkan sinergi lintas sektor.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Menkes: Kesehatan Bukan Hanya Urusan Medis, Tapi Juga Urusan Pertahanan Negara
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025) malam. 

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Mayjen (Purn.) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.DVE. sebagai Ketua Komite IMEDIC 2025 dan Mayjen TNI Dr. dr. Prihati Pujowaskito sebagai Ketua Umum PERDOKMIL.

Menurutnya, kedua tokoh tersebut berhasil memperkuat kerja sama antara tenaga medis militer dan komunitas riset internasional.

“Kehadiran Indonesia di forum seperti IMEDIC menjadi bagian dari misi besar untuk menyatukan kekuatan ilmiah dunia dalam menghadapi ancaman kesehatan global,” katanya.
 
Selain simposium dan diskusi strategis, IMEDIC 2025 juga menghadirkan paparan ilmiah, business matching, penandatanganan kerja sama riset internasional, hingga pameran inovasi teknologi medis.

Pada malam Gala Dinner, panitia memberikan penghargaan Fellowship FIMMA kepada sejumlah tokoh berprestasi di bidang kesehatan dan kebijakan publik, antara lain Prof. Dr. Deby Vinski, Prof. Dr. Ali Ghufron (Ketua BPJS Kesehatan), dan Dr. dr. Supriyantoro (Ketua Umum IndoHCF).

Beberapa rumah sakit dan lembaga riset nasional juga menerima penghargaan atas kontribusinya dalam inovasi dan peningkatan kualitas layanan medis.

Melalui IMEDIC 2025, Indonesia menegaskan peran strategisnya dalam pengembangan biosecurity, kedokteran preventif, dan regeneratif di tingkat global.

Kehadiran Prof. Deby Vinski sebagai pelopor riset stem cell dan quantum medicine, serta dukungan penuh dari Menkes Budi Gunadi Sadikin, menunjukkan bahwa Indonesia kini bukan hanya menjadi pengikut, melainkan kontributor aktif dalam ekosistem kesehatan internasional.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kita ingin Indonesia berdiri sejajar dengan negara-negara maju dalam riset dan inovasi kesehatan. Dengan kolaborasi global dan semangat gotong royong, kita bisa membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berdaulat,” kata Budi.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas