Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Khutbah Jumat, 31 Oktober 2025: Peran Pemuda dalam Agama Islam

Khutbah Jumat hari ini, 31 Oktober 2025, mengusung tema “Peran Pemuda dalam Agama Islam”. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Khutbah Jumat, 31 Oktober 2025: Peran Pemuda dalam Agama Islam
dok. Rifqi Fawwaz Rijandra
MASJID AGUNG KERATON SURAKARTA - Masjid Agung dibangun sejak zaman Pakubuwono II, adalah masjid tertua di Solo, Rabu (23/7/2025) Khutbah Jumat hari ini, 31 Oktober 2025, mengusung tema “Peran Pemuda dalam Agama Islam”.  (dok. Rifqi Fawwaz Rijandra) 

TRIBUNNEWS.COM - Khutbah Jumat hari ini, 31 Oktober 2025, mengusung tema “Peran Pemuda dalam Agama Islam”. 

Tema yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Rabu, 29 Oktober 2025 ini diangkat bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, sebagai refleksi atas pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan menegakkan ajaran Islam di tengah tantangan zaman.

Khutbah Jumat merupakan nasihat dan pengingat keagamaan yang disampaikan sebelum pelaksanaan salat Jumat. 

Ia menjadi bagian penting dalam ibadah Jumat, di mana khatib menyampaikan pesan moral, keimanan, dan sosial kepada jamaah. 

Melalui khutbah, umat diingatkan untuk memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT serta memperbaiki diri dan masyarakat.

Dalam khutbah ini disampaikan bahwa pemuda memiliki posisi istimewa dalam sejarah dan perkembangan Islam. 

Masa muda adalah masa keemasan yang seharusnya digunakan untuk menuntut ilmu, memperbanyak amal saleh, dan berkontribusi bagi kemajuan umat. 

Rekomendasi Untuk Anda

Khutbah menekankan bahwa pemuda Islam harus menjadi agen perubahan sosial yang membawa perbaikan di masyarakat, bukan justru terjebak dalam perilaku yang menjauhkan dari nilai-nilai agama. 

Di era digital ini, pemuda diharapkan mampu menjadi pembela akidah, memanfaatkan teknologi untuk dakwah dan menyebarkan konten yang membawa manfaat. 

Mereka juga didorong untuk menjadi penggerak ekonomi umat melalui usaha yang halal dan penuh kejujuran, sekaligus memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.

Selain itu, khutbah juga mengingatkan bahwa pemuda berperan penting sebagai pendidik dan pembina generasi penerus, menanamkan nilai tauhid, akhlak, dan semangat berjuang sejak dini. 

Baca juga: Khutbah Jumat, 24 Oktober 2025: Santri dan Tanggung Jawab Intelektual Muslim

Namun, realitas menunjukkan masih banyak pemuda yang terjerumus dalam gaya hidup hedonis, kecanduan gim dan media sosial, hingga jauh dari masjid. 

Karena itu, khutbah menyerukan kepada orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama membina dan mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pemuda yang saleh, cerdas, dan berakhlak mulia.

Khutbah Jumat, 31 Oktober 2025: Peran Pemuda dalam Agama Islam

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ. اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تِقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita termasuk golongan hamba-Nya yang mendapat ampunan dan rahmat-Nya.

Hadirin jemaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Pada hari yang penuh berkah ini, perkenankan khatib menyampaikan khotbah dengan tema yang sangat strategis: "Peran Pemuda dalam Agama Islam", sebuah tema yang mengungkap kedudukan istimewa generasi muda sebagai motor penggerak kejayaan Islam. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an surah Yusuf [12] ayat 22:

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

"Ketika dia telah cukup dewasa, Kami berikan kepadanya kearifan dan ilmu. Demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

Jemaah yang dirahmati Allah,

Ayat mulia ini menunjukkan bahwa Allah memberikan hikmah dan ilmu kepada Nabi Yusuf ketika beliau dalam masa mudanya. Ini membuktikan bahwa masa muda adalah masa keemasan untuk meraih ilmu, hikmah, dan kesempurnaan. Pemuda yang menggunakan masa mudanya dengan baik akan mendapat anugerah istimewa dari Allah.

Dalam sejarah Islam, pemuda bukan penonton, tetapi pelaku utama. Ketika dakwah Islam dimulai, yang pertama beriman dari kalangan laki-laki dewasa adalah Abu Bakar yang berusia 38 tahun. Namun, sebagian besar sahabat adalah pemuda: Ali bin Abi Thalib 10 tahun, Abdullah bin Mas'ud 14 tahun, Mus'ab bin Umair 16 tahun, dan masih banyak lagi.

Hadirin jemaah yang berbahagia,

Rasulullah saw bersabda dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الشَّابَّ الَّذِي يَقْضِي شَبَابَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ

"Sesungguhnya Allah mencintai pemuda yang menghabiskan masa mudanya dalam ketaatan kepada Allah."

Hadis ini menunjukkan bahwa pemuda yang mendedikasikan hidupnya untuk Allah akan mendapat cinta khusus dari-Nya. Bukan cinta biasa, tetapi cinta yang akan membawa kepada kemuliaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, mari kita renungkan peran pemuda terhadap agama Islam:

Pertama, pemuda memiliki peran sebagai aktor perubahan sosial. Allah Swt berfirman dalam surah Yusuf [12] ayat 21:

وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ

"Demikianlah, (kelak setelah dewasa,) Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir)."

Nabi Yusuf, seorang pemuda, mampu mengubah sistem ekonomi Mesir dan menyelamatkan bangsa dari bencana kelaparan. Ini menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan sosial.

Dalam konteks kekinian, pemuda Islam harus menjadi pelopor gerakan anti-korupsi, antinarkoba, anti radikalisme, dan berbagai gerakan sosial yang memperbaiki masyarakat. Mereka harus berani berbeda, berani menjadi solusi, bukan bagian dari masalah. Imam asy-Syatibi dalam kitab Al-Muwafaqat menyatakan:

إِصْلَاحُ الْمُجْتَمَعِ مِنْ مَقَاصِدِ الشَّرِيعَةِ.

"Memperbaiki masyarakat adalah bagian dari tujuan syariat."

Kedua, pemuda memiliki peran sebagai pembela akidah di era digital. Rasulullah saw bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ.

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah."

Di era digital ini, akidah umat diserang melalui media sosial, film, musik, dan berbagai konten yang merusak. Pemuda yang menguasai teknologi harus menjadi benteng digital yang membela Islam dengan konten-konten positif, dakwah digital, dan jihad cyber melawan propaganda anti-Islam.

Pemuda harus menjadi influencer Islam yang menyebarkan kebaikan, bukan justru terjebak menjadi korban konten-konten destruktif. Media sosial harus menjadi medan dakwah, bukan medan maksiat.

Ketiga, pemuda memiliki peran sebagai penggerak ekonomi umat. Allah Swt berfirman dalam surah Al-Jumu'ah [62] ayat 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ.

Pemuda harus menjadi entrepreneur muslim yang menggerakkan ekonomi umat. Bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja. Membangun startup syariah, mengembangkan UMKM halal, dan menciptakan produk-produk berkualitas adalah jihad ekonomi yang sangat dibutuhkan. Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat Baihaqi:

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ.

"Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada."

Keempat, pemuda memiliki peran sebagai penjaga masjid dan syiar Islam. Rasulullah saw bersabda dalam hadis riwayat Muslim:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ ... وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ

"Tujuh golongan yang dinaungi Allah... dan orang yang hatinya terikat dengan masjid."

Pemuda harus memakmurkan masjid, bukan meninggalkannya. Menjadi imam, muazin, guru ngaji, takmir, dan aktivis masjid adalah peran mulia yang harus diisi oleh generasi muda.

Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi pusat pembinaan umat yang harus dihidupkan oleh pemuda.

Kelima, pemuda memiliki peran sebagai pembina generasi penerus. Allah Swt berfirman dalam surah Luqman [31] ayat 13:

يَابُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ.

“Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.”

Luqman al-Hakim mendidik anaknya dengan pendidikan tauhid sejak dini. Pemuda muslim harus menjadi pendidik bagi generasi setelahnya, baik sebagai guru, ustaz, orang tua, atau kakak yang membimbing. Meneruskan estafet keislaman kepada generasi berikutnya adalah tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.

Hadirin jemaah yang dimuliakan Allah,

Walakin, realitas hari ini menunjukkan banyak pemuda yang tersesat. Mereka terlena dengan gim daring berjam-jam lamanya, media sosial tanpa manfaat, pacaran yang merusak, narkoba yang menghancurkan, dan gaya hidup hedonism dan eksotisme (flexing) yang menjauhi masjid. Ini adalah tragedi umat yang harus segera diatasi.

Maka, tugas kita semua adalah: Pertama, para orang tua harus mendidik anak dengan pendidikan Islam yang kuat sejak dini. Kedua, para guru dan ustaz harus menjadi teladan yang menginspirasi. Ketiga, masyarakat harus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan pemuda saleh. Keempat, pemerintah harus memberikan ruang dan fasilitas bagi pemuda untuk berkarya dalam kebaikan. Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat al-Hakim:

نَّ اللَّهَ لَيَسْأَلُ الْعَبْدَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَقُولَ: عَنْ شَبَابِكَ فِيمَا أَبْلَيْتَهُ.

"Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada hamba pada hari kiamat hingga Dia berfirman: Tentang masa mudamu untuk apa kamu gunakan."

Jemaah rahimakumullah,

Wahai para pemuda! Kalian adalah harapan Islam dan masa depan umat. Gunakanlah masa muda kalian yang tidak akan pernah terulang lagi untuk hal-hal yang mulia. Jangan siasiakan energi, waktu, dan potensi yang Allah berikan. Jadilah pemuda yang saleh, cerdas, produktif, dan bermanfaat.

Wahai para orang tua dan pendidik! Jangan remehkan pemuda. Berikan mereka kepercayaan, bimbingan, dan kesempatan untuk berkontribusi. Ingat, Rasulullah mengangkat Usamah bin Zaid sebagai panglima perang di usia 18 tahun, mengalahkan para sahabat senior.

Ini adalah bukti bahwa pemuda yang dibina dengan baik akan menjadi luar biasa.

Mari kita berdoa semoga Allah Swt senantiasa melimpahi berkah dan rida-Nya kepada bangsa Indonesia dengan menghadirkan para pemuda yang tidak hanya gagah pemberani, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan punya semangat kejuangan untuk memajukan bangsa dan
negara. Amin.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khotbah Kedua 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، وَعَنْ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ، وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ، وَالْمُؤْمِنَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّوَاعِينَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا إِنْدُونِيسِيَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Khutbah Jumat

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas