Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PDIP Sindir Ketum Projo Budi Arie: Penjilat dan Pembohong Menyatu Dalam Dirinya!

Guntur Romli menilai mulut Budi Arie bagaikan penjilat dan pembohong karena mengatakan arti ormas Projo bukanlah loyalis Pro-Jokowi

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in PDIP Sindir Ketum Projo Budi Arie: Penjilat dan Pembohong Menyatu Dalam Dirinya!
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BUDI ARIE SETIADI - Presiden Joko Widodo melantik Budi Arie Setiadi menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7/2023). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum Projo, Budi Arie, tiba-tiba menyatakan Projo bukanlah kepanjangan dari organisasi pendukung atau Pro-Jokowi dalam kongresnya, Minggu (2/11/2025) lalu.
  • Budi Arie juga mengatakan akan mengganti logo wajah siluet Jokowi dengan logo lain demi membangun citra baru sebagai organisasi pendukung pemerintah, sebagaimana saat ini pemerintahan Prabowo Subianto
  • Politisi PDIP Guntur Romli menilai pernyataan Budi Arie mencerminkan sikap penjilat dan pembohong

TRIBUNNEWS.COM - Sindiran menohok disampaikan politisi PDI-Perjuangan, Guntur Romli, ke Ketua Umum Projo (organisasi loyalis Joko Widodo), Budi Arie Setiadi

Guntur Romli menilai sikap Budi Arie seperti seorang penjilat dan pembohong.

Hal itu disampaikan Guntur Romli saat merespons pernyataan Budi Arie soal kepanjangan arti Projo yang disampaikan setelah pelaksanaan Kongres III DPP PROJO di Grand Sahid Jaya, Sabtu (1/11/2025).

Kala itu, Budi Arie mengatakan nama organisasi relawan "Projo" yang dipimpinnya saat ini bukanlah untuk merepresentasikan seorang tokoh.

Dirinya mengatakan, nama "Projo" ini bukanlah sebuah singkatan dari Pro-Joko Widodo (Pro-Jokowi) atau para pendukung Jokowi.

Padahal publik sampai hari ini meyakini Projo adalah loyalis Jokowi, sebab para anggotanya tegak lurus pada komando Jokowi.

Anggapan ini pun tidak pernah dibantah para pendukung Jokowi.

Rekomendasi Untuk Anda

Kata "Projo", ungkap Budi Arie, adalah sebuah kata bermakna Negeri dan Rakyat dalam bahasa sansekerta dan Jawa Kawi.

"Projo. Memang enggak ada (kepanjangan). Cuma teman-teman media kan ya Projo, (nyebutnya) ProJokowi itu kan karena gampang dilafalkan aja."

"Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi Projo itu sendiri artinya adalah negeri dalam bahasa Sansekerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat," kata Budi Arie.

Sejak dibentuk tahun 2013 lalu pun, lanjut Budi Arie, seluruh anggota Projo fokus mencintai negeri dan rakyat bukan mencintai individu seperti yang dibranding selama ini.

Baca juga: PDIP Kuliti Alasan Budi Arie Tinggalkan Jokowi, Singgung Kekhawatiran Jadi Tersangka Judol

"Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya," ucap Budi Arie.

Sejarah Projo dan Identitas Siluet Jokowi

Projo merupakan organisasi kemasyarakatan atau ormas yang awalnya dibentuk sebagai relawan pendukung Jokowi menuju kontestasi Pilpres 2014.

Para anggotanya terdiri dari sejumlah relawan dan aktivis politik yang mengagumi gaya kepemimpinan Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pada Kongres Pertama Projo tanggal 23 Agustus 2014, organisasi ini resmi bertransformasi dari gerakan relawan menjadi ormas.

Ormas ini diketuai oleh Budi Arie dan beberapa tokoh lain seperti Handoko yang kini menjadi Sekjen Projo.

Projo berorientasi pada figur Jokowi, bukan partai politik, sehingga tak heran jika logonya bergambar siluet wajah Jokowi.

Projo aktif berkampanye di berbagai daerah tanpa menggunakan pendekatan partai politik.

Mereka berperan penting dalam membangun citra Jokowi sebagai pemimpin sederhana dan merakyat.

Tidak heran jika citra Projo dikenal sebagai kelompok relawan paling militan dan vokal membela Jokowi, baik di media maupun di lapangan.

Setelah kemenangan Jokowi–Jusuf Kalla pada 2014, Projo tetap aktif sebagai organisasi relawan pendukung pemerintah.

Setelah Jokowi menjadi Presiden RI, mereka kerap menjadi pembela kebijakan pemerintah, sekaligus menyerang pihak yang mengkritik Jokowi.

Kekuatan Projo kian tangguh setelah kembali terlibat memenangkan Jokowi–Ma’ruf Amin di periode keduanya.

Pada kemenangan kedua Jokowi, sebagian pengurus Projo mendapatkan posisi penting di pemerintahan, termasuk Budi Arie yang kemudian masuk kabinet menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Kabinet Indonesia Maju.

Belakangan muncul isu Projo sempat terbelah, antara tetap loyal pada Jokowi atau menyesuaikan arah politik baru menuju pemerintahan Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.

Meski Gibran adalah anak kandung Jokowi, nyatanya posisi Budi Arie di pemerintahan tak aman.

Budi Arie yang diangkat Prabowo menjadi Menteri Koperasi (Menkop) justru kini telah dicopot.

Tiba-tiba, dalam Kongres III DPP PROJO yang digelar di Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Minggu (2/11/2025), Budi Arie menegaskan pengertian "Projo" bukanlah Pro-Jokowi.

Budi Arie bahkan menyebut akan mengganti logo Projo, di mana sudah tidak lagi menggunakan wajah siluet Jokowi.

Menurut penjelasannya, penggantian logo Projo dilakukan agar ormas ini tidak identik dengan Jokowi.

Dalam momen yang sama, Budi Arie menegaskan Projo akan mendukung kebijakan Presiden Prabowo. 

"Yang pasti begini. Satu, kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo. Yang kedua, dalam rangka itu PROJO akan melakukan transformasi organisasi. Yang salah satunya adalah kemungkinan merubah logo PROJO yang nanti akan kita putuskan di Kongres ketiga ini," kata Budi Arie.

Disindir PDIP

Menanggapi hal itu, Guntur Romli melontarkan kalimat menohok.

Sama-sama pernah sejalan dalam mendukung Jokowi, Guntur Romli justru mengatakan pernyataan Budi Arie sarat akan maksud tertentu.

Guntur Romli menilai mulut Budi Arie bagaikan penjilat dan pembohong.

Menurut Politisi PDIP itu, Budi Arie kelewatan karena seolah ingin membuang Jokowi.

"Penjilat dan pembohong menyatu dalam Budi Arie. Dia ingin menjilat Presiden Prabowo meski sudah dipecat dari menteri. Dengan berbohong soal kepanjangan Projo. Menjilat dan berbohong untuk muntahin Jokowi," tulis Guntur Romli dalam akun Instagramnya, @gunromli, Minggu (2/11/2025).

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Rizki Sandi Saputra)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas