Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil PT IMIP, Perusahaan Pemilik Bandara Khusus di Morowali yang Menjadi Sorotan Menhan

Berikut adalah profil PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), perusahaan yang memiliki Bandara Khusus di Morowali, Sulawesi Tengah.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Falza Fuadina
zoom-in Profil PT IMIP, Perusahaan Pemilik Bandara Khusus di Morowali yang Menjadi Sorotan Menhan
Kolase foto Tribunnews/Chaerul Umam/imip.co.id
PROFIL PT IMIP - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Ia menyoroti adanya anomali di balik Bandara Khusus milik PT IMIP yang membuat celah kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi. Berikut adalah profil PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti Bandara Khusus milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
  • Menurut Sjafrie, terdapat anomali yang membuat celah kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia.
  • Profil PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

 

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini Bandara Khusus milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah tengah menjadi perbincangan publik.

Pasalnya bandara tersebut dikelola oleh pihak swasta dan diduga kurang adanya pengawasan dari otoritas negara.

Kondisi tersebut menarik perhatian serius dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

Ia menyoroti adanya anomali yang membuat celah kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi.

Anomali adalah istilah umum yang merujuk kepada keadaan penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu disampaikan oleh Sjafrie setelah menyaksikan Latihan Operasi Udara TNI di Bandara Morowali pada Kamis (20/11/2025).

"Latihan-latihan simulasi, baik itu dalam rangka intersep terhadap pesawat-pesawat yang dimungkinkan mempunyai indikasi kegiatan ilegal. Intersep ini dalam latihan dilakukan oleh prajurit-prajurit TNI," ujar Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dikutip dari YouTube Kompas.tv, Rabu (26/11/2025).

Menurut Sjafrie, meski negara wajib menegakkan aturan, masih ada sejumlah celah yang dapat mengancam kedaulatan ekonomi dan bahkan berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

"Terhadap bandara yang tidak memiliki perangkat negara yang bertugas di dalam bandara tersebut. Ini merupakan hal yang anomali di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga kita harus menegakkan regulasi," lanjutnya.

Hal ini kemudian menjadi bagian dari evaluasi untuk melakukan penertiban dan pengamanan.

Baca juga: IMIP Bekali Anak-anak di Morowali Belajar Bahasa Mandarin Gratis

"Ini menjadi bagian evaluasi kita untuk melakukan suatu penertiban dan pengamanan dengan melakukan deregulasi terhadap ketentuan-ketentuan yang sudah dikeluarkan," tutur Sjafrie.

Mantan Kepala Pusat Penerangan TNI itu menyayangkan munculnya anomali ketika peraturan yang dibuat negara justru tidak dapat dikoordinasikan, dikomunikasikan, maupun dikendalikan oleh negara sendiri.

Ia menilai bahwa situasi tersebut membuat keuntungan yang dimanfaatkan oleh pihak lain demi kepentingan kelompoknya.

"Sehingga ini menyebabkan manfaat yang diambil oleh orang lain untuk kepentingan kelompoknya," tandasnya.

Berikut adalah profil PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Profil PT IMIP

Dikutip dari imip.co.id, PT Indonesia Morowali Industrial Park merupakan perusahaan pengelola kawasan industri berbasis nikel yang berlokasi di Kabupaten Morowalim Sulawesi Tengah.

PT IMIP fokus pada industri yang terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga produk akhir, dengan kluster utama yakni Stainless Steel, Carbon Steel, dan Komponen Baterai.

Perusahaan yang memiliki lahan sekitar 2000 hektar itu berdiri sejak 19 September 2013.

PT IMIP diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 29 Mei 2015.

PT IMIP merupakan kerja sama antara perusahaan BintangDelapan Group (Indonesia) dengan perusahaan Tsingshan Steel Group dari Tiongkok.

Adapun pemegang saham PT IMIP adalah Shanghai Decent Investment (Group) sebesar 49,69 persen, PT Sulawesi Mining Investment sebesar 25 persen PT Bintang Delapan Investama sebesar 25,31 persen dengan modal dasar USD 40 juta, melansir dari BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah.

Tidak hanya memiliki Bandara, PT IMIP juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang menunjang operasional, di antaranya adalah Pelabuhan Laut, Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTU), dan Pabrik-pabrik pendukung seperti pabrik mangan, silikon, dan kapur.

Bandara yang dimiliki oleh PT IMIP ternyata terdaftar dalam data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Menilik situs hubud.kemenhub.go.id, Bandara tersebut berstatus operasi khusus dan digunakan untuk domestik.

Meski berstatus khusus, bandara ini cukup aktif dengan 534 pergerakan pesawat dan sekitar 51.000 penumpang pada tahun 2024.

Bandara yang dikelola oleh PT IMIP memiliki landasan pacu atau runway sepanjang 1.890 meter dengan konstruksi aspal hotmix.

Bandara tersebut berlokasi di Jl. Trans Sulawesi, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

(Tribunnews.com/Falza)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas