Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Data Keluarga 2025: Ada 14,5 Juta Keluarga Punya Kepala Keluarga Perempuan

Di tahun 2025 ini, tercatat ada 74.092.313 keluarga terdata atau mencakup 84,1 persen dari estimasi 81.121.992 keluarga di Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Data Keluarga 2025: Ada 14,5 Juta Keluarga Punya Kepala Keluarga Perempuan
Tribunnews.com/Rina Ayu Pancarini
PENDATAAN KELUARGA 2025 - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) merilis data keluarga tahun 2025. Di tahun 2025 ini, tercatat ada 74.092.313 keluarga terdata atau mencakup 84,1 persen dari estimasi 81.121.992 keluarga. Menteri Wihaji menyampaikan hal itu dalam rilis hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025 di kantor Kemendukbangga, Halim, Jakarta Timur, Rabu (26/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Data kependudukan penting sebagai dasar dari kementerian atau lembaga dalam membuat program atau kebijakan
  • Data tersebut mengungkap kepala keluarga perempuan sebanyak 16,5 persen atau 14.535.071 atau sebanyak 25,8 persen dari total jumlah keluarga
  • Isu fatherless jadi sorotan

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) merilis data keluarga tahun 2025.

Di tahun 2025 ini, tercatat ada 74.092.313 keluarga terdata atau mencakup 84,1 persen dari estimasi 81.121.992 keluarga di Indonesia.

Menteri Wihaji mengatakan, data kependudukan ini penting sebagai dasar dari kementerian atau lembaga dalam membuat program atau kebijakan.

Apalagi saat ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki fokus untuk menurunkan stunting.

Baca juga: Forum Genre Se-Indonesia, Generasi Muda Dukung Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN RI

“Tanpa data ini, kependudukan tidak bisa dikendalikan, tanpa data ini pembangunan keluarga tidak bisa saya kerjakan,” tutur dia dalam rilis hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025 di kantor Kemendukbangga, Halim, Jakarta Timur, Rabu (26/11/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Dari data itu, dirinya merinci keluarga yang memiliki anak usia 0 – 23 bulan (baduta) sebanyak 3.726.969, keluarga yang memilki anak usia 24 – 59 bulan (balita) sebanyak 10.183.018, keluarga yang memiliki remaja usia 10 – 24 tahun dan belum pernah kawin sebanyak 26.739.887.

Keluarga PUS (pasangan usia subur 15 – 49 tahun) sebanyak 46.304.197 serta keluarga yang memiliki lansia sebanyak 25.174.879.

“Hampir semuanya naik (dari tahun lalu), mulai keluarga yang memiliki balita, baduta, remaja, lansia. Data ini mau diapakan? Ini akan menjadi dasar dari Kementerian untuk membuat program,” tegas mantan Bupati Batang ini.

Wihaji mengatakan, pendataan keluarga ini merupakan kerjasama Kemendukbangga dengan sejumlah lembaga dan Kementerian seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Adapun pelaksanaan Pemutakhiran Data Keluarga 2025 (PK25) yang berlangsung pada 22 Juli hingga 21 Agustus 2025.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan pembangunan berbasis keluarga dan mendukung target nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Gambaran Keluarga Rentan di Indonesia: Fatherless Jadi Sorotan

Kepala Keluarga Perempuan sebanyak 16,5 persen atau 14.535.071.

Ini menggambarkan bahwa sekitar satu dari enam keluarga di Indonesia pada tahun 2025 dengan kepala keluarga perempuan.

Keluarga dengan Fatherless sebanyak 25,8 persen.

Artinya sekitar satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia pada tahun 2025 mengalami fatherless.

Data dan penemuan mengenai fatherless ini diharapkan tidak berhenti sebagai informasi statistik semata.

Angka ini harus menjadi alarm kebijakan bahwa keterlibatan ayah bukan hanya isu keluarga tetapi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia.

“Kita perlu menggunakan data ini untuk merancang intervensi pengasuhan berbasis keluarga yang lebih terarah. Mulai dari peningkatan literasi pengasuhan ayah, program kerja yang ramah keluarga, hingga penguatan layanan konseling keluarga di tingkat desa dan kelurahan,” ungkap Wihaji.

Keterlibatan dan peran ayah pada pengasuhan anak Indonesia harus dioptimalkan dalam lingkungan keluarga yang kuat dan penuh kasih sayang.

Keluarga dengan Pernikahan Dini sebanyak 19,9 persen atau 17.113.564 keluarga atau sekitar satu dari lima keluarga Indonesia di tahun 2025 mengalami pernikahan dini (kurang dari 19 tahun).

(Tribunnews.com/Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas