Banjir di Sumbar, Sumut, dan Aceh: Seskab Teddy Tegaskan Bantuan Dikirim hingga ke Daerah Terdalam
Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan, semua bantuan dipastikan akan dikirim hingga lokasi-lokasi terpencil.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Tiga provinsi di Sumatera dilanda banjir bandang dan tanah longsor pada pekan terakhir November 2025: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
- Akibat banjir, puluhan orang meninggal dunia.
- Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap, pemerintah kembali mengirimkan bantuan dengan empat unit pesawat pada Jumat (28/11/2025) pagi.
TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan mengenai pengiriman bantuan untuk tiga provinsi di Pulau Sumatera yang saat ini dilanda banjir bandang, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Sebagai informasi, banjir bandang dan tanah longsor melanda ketiga provinsi tersebut setelah hujan lebat turun dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menetapkan status tanggap darurat di wilayahnya, Kamis (27/11/2025) setelah sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut terendam banjir dan longsor.
Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.
Di hari yang sama, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga menetapkan status darurat bencana, sedangkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan 13 kabupaten/kota di wilayahnya berstatus darurat bencana.
Terkait serangkaian bencana di ketiga provinsi tersebut, Seskab Teddy menyebut, sudah ada empat pesawat yang mengangkut bantuan diberangkatkan pada Jumat (28/11/2025) pagi ini.
Salah satu pesawat yang digunakan merupakan pesawat angkut strategis A400M buatan Airbus, yang baru tiba di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025) setelah dibeli melalui kontrak pengadaan pada November 2021 silam.
Keempat pesawat tersebut berangkat sesuai instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (27/11/2025) malam.
"Pagi ini, sekitar pukul 07.30 pagi telah diberangkatkan atas instruksi Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait untuk memberangkatkan empat pesawat; tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air, untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana," kata Tedddy, kepada awak media di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat.
Teddy lantas menjelaskan, ketiga pesawat tersebut akan bertolak ke Padang, Tapanuli, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.
"Jadi, akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, tepatnya Bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe, Aceh Utara karena merupakan bandara terdekat dengan lokasi terdampak," ujarnya.
Baca juga: Banjir Sumut 34 Orang Meninggal, Kemendagri–BNPB Dirikan Posko Nasional di Tapanuli Utara
Soal pesawat angkut, Teddy juga menyebut, pemerintah pusat bekerja sama dengan TNI dan maskapai sipil.
"Dari sisi pesawat TNI dengan pesawat maskapai sipil untuk mengangkut kebutuhan, yang kebutuhannya disesuaikan dengan yang dibutuhkan di sana," tuturnya.
Seskab Teddy memaparkan jenis bantuan utama yang dikirim berupa tenda pengungsi, perahu karet, genset, alat komunikasi, bahan makanan siap saji, serta tim medis dan obat-obatan.
"Hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhan, yakni tenda sebanyak 150 unit, kemudian 64 perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi, genset (alat bantu listrik), sekitar 100 alat komunikasi untuk sinyal dan komunikasi bisa dimulai kembali, bahan makanan siap saji, tim medis dari TNI dan Kementerian Kesehatan RI (dokter, perawat, dan bantuan obat-obatan)," jelas Teddy.
Ia menegaskan, semua bantuan dipastikan akan dikirim hingga lokasi-lokasi terpencil.
"Yang penting, semua bantuan segera terbang ke lokasi, sampai ke daerah terdalam," kata Teddy.
Bukan Kiriman Bantuan yang Pertama
Teddy menyebut, pengiriman bantuan pada Jumat (28/11/2025) pagi ini bukanlah yang pertama.
Sebab, bantuan sudah dikirim ke lokasi terdampak bencana sejak Selasa (25/11/2025).
"Atas izin dan instruksi langsung dari Bapak Presiden, seluruh tim pagi ini sudah kembali ke sana. Jadi, ini bukan yang pertama," papar Teddy.
"Hari Pertama 25 November Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan Bapak Menko PMK untuk mengkoordinir langsung penanganan bencana, dan beberapa hari yang lalu sampai dengan hari ini, bantuan terus menuju ke sana," tambahnya.
Lebih lanjut, Teddy mengungkap bahwa para kepala daerah yang terdampak telah dihubungi langsung.
"Jadi, kemarin sudah menghubungi langsung, menelepon para kepala daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton Pasaribu, Gus Irawan, Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh," pungkasnya.
Kemensos Kirim Bantuan Senilai Rp2,6 Miliar
Kementerian Sosial RI (Kemensos) telah menyalurkan bantuan logistik, mendirikan dapur umum, hunian darurat, hingga mengirim personel Tagana untuk membantu para korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Adapun bantuan logistik langsung dikirim dari berbagai gudang Sentra dan BBPPKS (Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial) ke lokasi bencana.
“Kemensos juga terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025), dikutip dari rilis resmi Kemensos RI.
Total estimasi bantuan logistik yang disalurkan Kemensos untuk penanganan banjir dan longsor mencapai Rp2.660.147.800
Bantuan tersebut terdiri dari kebutuhan dasar warga, perlengkapan keluarga, hunian darurat, serta layanan dapur umum yang telah menjangkau ribuan warga.
Kemensos juga mengerahkan personel Tagana di seluruh lokasi terdampak, sekaligus memastikan SK Tanggap Darurat dari pemerintah daerah menjadi dasar pelaksanaan operasi di lapangan.
Rincian bantuan:
1. Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara menerima total bantuan senilai Rp 2.053.047.900 yang didistribusikan ke empat wilayah terdampak.
- Kabupaten Tapanuli Tengah, bantuan dari Sentra Bahagia Medan senilai Rp 561.517.600 meliputi 400 paket family kit, 400 paket kidsware, 248 selimut, 164 kasur, dan 400 lembar tenda gulung.
- Kabupaten Mandailing Natal, bantuan dari BBPPKS Padang sebesar Rp 169.175.000 telah tiba lebih dulu dan berisi 100 paket family kit, 100 paket kidsware, 100 selimut, 100 kasur, dan 100 tenda gulung.
- Kota Sibolga, bantuan dari Sentra Insyaf Medan senilai Rp 456.585.000 mencakup 200 paket kidsware, 300 paket family kit, 300 kasur, 300 tenda gulung, serta 1 unit tenda serbaguna.
- Kabupaten Tapanuli Utara menerima bantuan dari BBPPKS Padang sebesar Rp 169.175.000 berupa 100 paket family kit, 100 paket kidsware, 100 selimut, 100 kasur, dan 100 tenda gulung.
- Kabupaten Langkat Utara menerima bantuan dari Gudang Sentra Darusaadah senilai Rp. 500.970.000 mencakup 200 sandang dewasa, 200 sandang anak, 200 kasur, 300 selimut, 200 family kit, 200 kidsware, 300 tenda gulung, 2 unit tenda serbaguna.
- Kabupaten Tapanuli Selatan menerima bantuan dari Gudang BBPPKS Padang berupa 100 family kit, 100 kidsware, 100 selimut, 100 kasur, 100 tenda gulung, 1 unit tenda serbaguna.
2. Sumatera Barat
Provinsi Sumatera Barat, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 607.100.300.
- Kabupaten Padang Pariaman, bantuan dari Gudang Dinsos Provinsi Sumbar senilai Rp 124.166.000 mencakup beras reguler sebanyak 2 ton, 100 paket makanan siap saji, 60 kasur, 50 tenda gulung, 40 kidsware, 50 selimut, 50 paket family kit, serta 160 paket makanan anak. Dari BBPPKS Padang senilai Rp 130.416.500, disalurkan pula 50 paket family kit, 50 paket kidsware, 258 paket makanan siap saji, 75 selimut, 75 kasur, dan 100 tenda gulung.
- Kabupaten Pasaman Barat, bantuan dari Gudang Dinsos Provinsi Sumbar sebesar Rp 171.692.800 terdiri dari 1,2 ton beras reguler, 200 paket makanan siap saji, 160 paket makanan anak, 40 paket family kit, 80 kidsware, 40 tenda gulung, 40 kasur, serta 1 paket dumlap.
- Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan dari Gudang Dinsos Provinsi Sumbar sebesar Rp 180.825.000 meliputi 200 paket makanan siap saji, 160 paket makanan anak, 40 paket family kit, 80 kidsware, 40 tenda gulung, 60 kasur, serta 10 unit tenda keluarga portable.
Kemensos melalui Tagana juga mendirikan empat dapur umum di titik-titik strategis untuk memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi.
Hingga saat ini, layanan dapur umum telah menjangkau 14.441 jiwa, dengan persebaran di Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman sebanyak 7.265 jiwa, Kecamatan Bayang di Pesisir Selatan sebanyak 5.876 jiwa, Kecamatan Pasaman di Pasaman Barat sebanyak 900 jiwa, serta 400 jiwa di Kota Padang.
Untuk wilayah Aceh, bantuan masih dalam proses asesmen lapangan dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Aceh.
Tahap ini diperlukan agar penentuan kebutuhan dan distribusi lanjutan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kondisi di lapangan.
(Tribunnews/Rizki A.)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.