Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahmad Ali Tegaskan PSI Dukung Gibran Cawapres di 2029

Ketua Harian PSI Ahmad Ali, menyatakan partainya akan mendukung Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada 2029.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ahmad Ali Tegaskan PSI Dukung Gibran Cawapres di 2029
Tribunnews.com/Fersianus Waku
PSI GIBRAN PILPRES - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Se-Maluku Utara di Kota Ternate pada Jumat (28/11/2025). Ia mengatakan PSI dorong Gibran jadi Cawepres di 2029. 
Ringkasan Berita:
  • Kader PSI diperintahkan untuk menyukseskan seluruh program Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Partai tak boleh menagih pengakuan apabila kader sukses
  • Singgung setoran politik 

TRIBUNNEWS.COM, TERNATE - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyatakan partainya akan mendukung Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029.

Ia menegaskan, PSI selama ini mengusung tema tentang anak muda.

Karenanya wajar jika PSI mendukung Gibran. 

"Pasti mencalon Gibran," kata Ali, saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Se-Maluku Utara di Kota Ternate pada Jumat (28/11/2025).

Namun, Ali tak merespons secara gamblang mengenai apakah PSI akan mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran untuk dua periode. 

"Kita menganut prinsip kesinambungan. Jadi kesinambungan. Kalau kemudian komitmen ini berjalan, ini pembangunan yang dirancang Pak Jokowi berkesinambungan oleh Pak Prabowo, berkesinambungan oleh Pak Gibran supaya pembangunan itu bisa tuntas," ucapnya.

Baca juga: Ahmad Ali Klaim PSI Satu-satunya Partai tanpa Kader Bermasalah Hukum

Ia menambahkan, saat ini seluruh kader PSI diperintahkan untuk menyukseskan seluruh program Pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Kan kata Pak Prabowo kita kerja dulu. Jadi sekarang ini PSI sedang mendukung, mengimbau supaya kader-kader di daerah untuk mendukung program Pak Prabowo dan Gibran, untuk menyelesaikan program-program itu," imbuhnya. 

Singgung Setoran Politik

Ahmad Ali menyebut, partai tak boleh menagih pengakuan apabila kadernya sukses menjadi pemimpin. Sebab, pemimpin ada karena rakyat. 

“Ada partai-partai yang begitu kadernya sukses langsung berubah jadi debt collector. Minta pengakuan, minta balas budi, minta mahar, seolah-olah merekalah yang mencetak pemimpin," kata Ali.

Ia memberi contoh langsung dari internal PSI, yakni Erwin Sutanto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai sekaligus Ketua DPW PSI Maluku Utara.

Baca juga: Ketua Harian PSI Ahmad Ali Sentil Sekjen Partai yang Dapat Amnesti Presiden: Ngaca Dong!

“Erwin ini kerja keras, turun ke masyarakat, dan dipercaya rakyat. PSI tidak pernah menagih balik. Karena PSI paham, pemimpin itu lahir dari kerja, takdir, dan restu Allah, bukan hasil klaim sepihak partai,” ujar Ali.

Mantan anggota DPR RI ini lalu menyentil partai-partai yang masih hobi menepuk dada setiap kali ada kadernya yang berhasil.

“Kalau kadernya sukses, mereka langsung bilang: ‘itu karena kami’. Tapi kalau kadernya gagal, langsung cuci tangan. Jangan begitu. Berbesar hati lah. Belajarlah menghargai mereka yang bekerja dan mengharumkan nama partai,” ungkap Ali.

Ali menegaskan bahwa PSI tidak akan mengikuti pola lama yang sudah merusak wajah politik Indonesia.

“PSI tidak didesain untuk jadi partai tukang tagih. Kalau kader kita jadi bupati, wali kota, gubernur, biarkan dia melayani rakyat. Jangan diganggu dengan setoran, mahar, atau kewajiban mengakui jasa partai setiap lima menit. Itu memalukan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung praktik setoran politik yang selama ini menjadi rahasia umum di banyak partai.

Hal tersebut telah disampaikannya kepada Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. 

“Setoran ke partai itu saya tolak mentah-mentah. Saya sudah bicara dengan Pak Jokowi dan Mas Ketum Kaesang. PSI tidak akan ikut-ikutan. Kita bukan pabrik pungutan,” tuturnya.

Ali mengingatkan bahwa beberapa kader PSI sudah sukses menjadi pemimpin daerah, dan PSI bangga tanpa perlu mengklaim atau menagih apapun.

“Beberapa kader kita sudah memimpin daerah. PSI berterima kasih dan bangga. Kita tidak menagih pengakuan, tidak meminta mahar. Justru kita belajar dari keberhasilan mereka. Itu baru partai yang sehat,” ucapnya. 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas