Akses Jalan Darat ke Aceh Tamiang dan Sibolga Kembali Terbuka
Penanganan dampak bencana banjir di Sumatera kini telah memasuki tahap pembersihan lumpur dan ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Akses jalan darat menuju Aceh Tamiang dan Sibolga sudah kembali terbuka dan kini sudah dapat dilalui.
- Penanganan dampak bencana banjir di Sumatera kini telah memasuki tahap pembersihan lumpur dan ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menyampaikan, penanganan dampak bencana banjir di Sumatera kini telah memasuki tahap pembersihan lumpur.
Ia mengatakan, akses jalan darat menuju Aceh Tamiang dan Sibolga sudah kembali terbuka dan kini sudah dapat dilalui.
"Untuk Aceh Tamiang itu sudah terbuka semuanya. Saya juga mengutip dari informasi yang disampaikan Pak Seskab ya kemarin pada saat posko terpadu, jadi sudah bisa dilewati. Sibolga itu juga sudah bisa dilalui semuanya," kata Diana di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).
Diana menjelaskan bahwa saat ini fokus penanganan berada pada pembersihan lumpur, sedangkan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akan dimulai setelah proses identifikasi selesai.
"Sekarang kita tinggal pembersihan dan kita juga lihat jalan-jalan yang rusak, jembatan-jembatan yang rusak, kita lakukan identifikasi semuanya karena itu mestinya harus kita perbaiki," ujar Diana.
Ia menargetkan proses pembersihan lumpur dapat diselesaikan secepatya. Dia menargetkan waktu satu pekan. Penanganan lanjutan akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan perbaikan yang sifatnya ringan.
"[Penanganan] bertahap, yang benar-benar susah nanti kita inikan (tangani), yang ringan mesti kita dulukan. Yang penting sekarang masyarakat bisa beraktifitas kembali," ucap Diana.
Baca juga: Banyak BTS Rusak Akibat Banjir, Pemerintah Manfaatkan Starlink dan Satelit Satria-1
Sebagai informasi, saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 776 jiwa pada Kamis (3/12/2025) pukul 13.34 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan ratusan korban tersebut tersebar di Aceh sebanyak 277 orang, Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 200 orang dan Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 299 orang.
Total sebanyak 564 orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian dan 2.600 orang mengalami luka-luka. Fenomena ini berdampak pada 3.200.000 orang yang berada di wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar.
Baca juga: Rekap Banjir Bandang Aceh–Sumut–Sumbar 4 Desember 2025: Meninggal 776, Hilang 564 Jiwa
Peristiwa yang terjadi pada akhir bulan November 2025 ini meluluhlantakkan 50 kabupaten di tiga provinsi. Tak main main, data BNPB jumlah rumh yang rusak akibat bencara ini ada sekita 10.400 unit.
Sebanyak 378 unit fasilitas umum rusak, fasilitas kesehatan 9 unit, fasilitas pendidikan 225 unit. Juga 144 tempat peribadatan ikut terdampak, gedung atau kanto 105 rusak serta jembatan 295 tak berbentuk.
Baca tanpa iklan