Soal Kebakaran di Gedung Terra Drone, Mendagri: Tidak Boleh Terulang Lagi
Mendagri Tito Karnavian meninjau lokasi kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
- Tito menegaskan bahwa peristiwa kebakaran yang menewaskan 22 orang ini tidak boleh terulang kembali.
- Kepala Negara memerintahkan dirinya untuk mengevaluasi prosedur, tata cara pencegahan kebakaran di pergedungan, dan menganalisis area abu-abu.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau lokasi kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Tito menegaskan bahwa peristiwa kebakaran yang menewaskan 22 orang ini tidak boleh terulang kembali.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap tragedi ini.
"Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi) yang menelepon saya, intinya jangan terulang kembali. Saya hanya berasumsi bahwa ini karena Bapak Presiden sedang di Pakistan, saya yakin beliau sangat memberikan atensi karena jumlah korbannya yang tidak sedikit, 22 orang itu nyawa semua. Jadi kita tidak boleh sampai terulang lagi," ujar Tito Karnavian pada Rabu (10/12/2025).
Ia meyakini bahwa Presiden Prabowo tak menginginkan peristiwa semacam ini terulang kembali.
"Jangan kita beranggapan bahwa 'ah, sudah selesai' nanti diam-diam setelah itu kejadian yang sama terulang. Saya yakin bahwa Presiden tidak menginginkan ini terulang kembali."
"Oleh karena itu, Pak Mensesneg menelepon kami dan saya selaku Mendagri tentu memiliki tanggung jawab untuk menangani jangan sampai terulang kembali," tegasnya.
Tito menyebut, Kepala Negara memerintahkan dirinya untuk mengevaluasi prosedur, tata cara pencegahan kebakaran di pergedungan, dan menganalisis area abu-abu.
Perihal ini, Tito juga akan menerjunkan tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri untuk evaluasi tersebut.
Evaluasi ini akan dilakukan khususnya pada gedung-gedung yang punya banyak lantai.
Menurutnya, banyaknya gedung tinggi di Jakarta memiliki potensi risiko lebih besar ketimbang bangunan rendah ketika terjadi kebakaran.
Baca juga: 10 Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone Sudah Teridentifikasi, Ini Identitasnya
"Kemudian saya diperintahkan untuk mengevaluasi prosedur, tata cara untuk pencegahan kebakaran atas gedung-gedung itu seperti apa."
"Dan kemudian agar tidak terulang kembali, kira-kira apa yang harus dilakukan? Ada grey area enggak dalam pengaturan masalah pencegahan kebakaran gedung," ujarnya.
Tito mengatakan bangunan yang punya banyak lantai sudah semestinya memiliki mitigasi atas kebakaran.
"Apalagi di Jakarta ini banyak sekali high rise building, gedung-gedung tinggi, yang kalau terjadi kebakaran risikonya lebih besar dibanding dengan yang low rise building, gedung-gedung yang rendah," jelasnya.
Polisi Cari Penyebab Kebakaran
Polres Metro Jakarta Pusat masih mencari tahu penyebab kebakaran di Gedung Terra Drone.
Dari informasi sementara yang diperoleh, kebakaran dipicu ledakan baterai lithium perangkat drone di lantai dasar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan Gedung Terra Drone melayani perbaikan perangkat drone.
Menurutnya, aktivitas di gedung tidak memproduksi drone, melainkan sebagai layanan servis, tempat teknisi melakukan perbaikan perangkat, dan perkantoran.
"Benar perusahaan drone, tapi tidak produksi hanya untuk perbaikan (drone)," kata Roby kepada wartawan, Rabu.
Pada jam kerja, pelanggan membawa perangkat drone mereka untuk diperbaiki di gedung tersebut.
AKBP Roby mengatakan lokasi gedung itu menyediakan servis berbagai jenis drone.
"Servisnya memang dipusatkan di sana," tambahnya.
8 Saksi Diperiksa
Sebanyak delapan saksi antara lain manajemen perusahaan hingga warga sekitar telah diperiksa.
Pihak kepolisian belum menjelaskan hasil pemeriksaan lebih lanjut sebab masih dalam pendalaman.
AKBP Roby kembali menegaskan bahwa perihal baterai yang diduga menjadi penyebab kebakaran masih ditelusuri.
"Belum saya simpulkan, belum bisa disampaikan," tambahnya.
Polisi juga merencanakan pemeriksaan terhadap pemimpin perusahaan Terra Drone.
"Pemimpin perusahaannya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," ungkapnya.
AKBP Roby tidak menjelaskan identitas dari pemimpin perusahaan Terra Drone yang berkantor pusat di Jepang tersebut.
Diketahui, Terra Drone adalah perusahaan penyedia layanan dan solusi drone global.
Perusahaan ini menawarkan solusi untuk sektor industri di seluruh dunia memanfaatkan teknologi.
Sektor industri yang menggunakan jasa Terra Drone antara lain energi, migas, konstruksi, pertambangan, pembangkit, perkebunan, perencanaan kota hingga kebencanaan.
Roby memastikan Terra Drone di Indonesia bukan dipimpin orang Jepang.
"Perusahaannya perusahaan Jepang kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (dari Jepang, red)," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Deni/Reynas)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.