Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mobil Program MBG Tabrak Siswa di SDN Kalibaru Jakut: Penguatan SOP Wajib Dilakukan

Insiden yang terekam video warga dan kemudian viral di medsos ini picu gelombang keprihatinan publik sekaligus buka sorotan terhadap standar prosedur.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mobil Program MBG Tabrak Siswa di SDN Kalibaru Jakut: Penguatan SOP Wajib Dilakukan
Istimewa/IST
KESELAMATAN MBG - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia, Abdul Rivai Ras menyoroti Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai titik penting yang tidak bisa ditawar terkait program MBG. 
Ringkasan Berita:
  • Mobil berwarna putih tersebut tampak menerjang pagar sekolah sebelum menghantam barisan siswa yang sedang bersiap mengikuti kegiatan pagi.
  • Pengemudi yang mengemudikan mobil saat insiden bukan sopir tetap, melainkan sopir pengganti.
  • Peningkatan standar kecakapan mengemudi perlu menjadi prioritas, terutama bagi pengemudi yang beroperasi di area publik.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Suasana belajar di SDN Kalibaru 01, Cilincing Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis (11/12/2025) ketika sebuah mobil berlogo Makan Bergizi Gratis (MBG) melaju tanpa kendali dan menabrak barisan siswa yang tengah berbaris di halaman sekolah. 

Baca juga: BGN Evaluasi Rekrutmen Sopir SPPG, Tabrak Siswa saat Antar MBG di Jakut, Diduga Salah Injak Gas

Insiden yang terekam video warga dan kemudian viral di media sosial ini memicu gelombang keprihatinan publik, sekaligus membuka kembali sorotan terhadap standar keselamatan operasional program distribusi makanan gratis yang selama ini berjalan di berbagai sekolah. Dengan 18 korban(mayoritas siswa serta seorang guru), peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar bagaimana insiden seberat ini dapat terjadi di lingkungan yang seharusnya paling aman bagi anak-anak?

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia, Abdul Rivai Ras angkat bicara menanggapi kejadian memilukan tersebut. Ia menilai insiden ini sebagai alarm keras bagi pelaksanaan program MBG, terutama terkait standardisasi dan akuntabilitas pihak-pihak yang terlibat.

“Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar operasional dan akuntabilitas pelaksana,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Kamis (11/12/2025).

Rivai menekankan bahwa peningkatan standar kecakapan mengemudi perlu menjadi prioritas, terutama bagi pengemudi yang beroperasi di area publik padat anak-anak seperti lingkungan sekolah. Evaluasi menyeluruh, menurutnya, harus dilakukan segera untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menyoroti penguatan Standar Oprasional Prosedur (SOP) sebagai titik penting yang tidak bisa ditawar. Seluruh pengemudi baik tetap maupun pengganti wajib terdaftar, diverifikasi, dan memiliki kualifikasi yang jelas di bawah pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Tidak boleh ada penugasan pengemudi di luar daftar resmi,” tegas Rivai.

Baca juga: Tampang Adi Irawan, Sopir MBG yang Tabrak Belasan Siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing Jakarta Utara

Lebih jauh, ia berharap insiden ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan para mitra pelaksananya. Menurutnya, sejumlah permasalahan yang pernah muncul, termasuk kasus keracunan di beberapa daerah, umumnya terjadi bukan karena desain program MBG itu sendiri, melainkan ketidakpatuhan terhadap SOP di lapangan.

Dalam video viral yang beredar, mobil berwarna putih tersebut tampak menerjang pagar sekolah sebelum menghantam barisan siswa yang sedang bersiap mengikuti kegiatan pagi. Total 18 korban dilaporkan terdampak dalam kecelakaan tersebut.

Kepala SPPG Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, menjelaskan bahwa pengemudi yang mengemudikan mobil saat insiden bukan sopir tetap, melainkan sopir pengganti di bawah Yayasan Darul Esti. Informasi awal menunjukkan dugaan kelalaian, yakni pengemudi salah menginjak pedal gas saat seharusnya menginjak rem.

Meski dikategorikan sebagai human error, kesalahan fatal tersebut terjadi di lingkungan yang paling rentan kerumunan anak-anak sekolah sehingga memperkuat urgensi perbaikan sistem keselamatan, pengawasan, dan mekanisme kontrol di seluruh rantai operasional MBG.

Baca juga: Jenguk Siswa yang Tertabrak Mobil MBG, Gubernur Pramono: Biaya Pengobatan Ditanggung Pemprov Jakarta

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas