Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Resbob Ditangkap, Ancaman 6 Tahun Penjara Menanti

Polisi resmi menangkap YouTuber Resbob alias Adimas Firdaus pada Senin (15/12/2025), setelah sempat buron terkait dugaan ujaran kebencian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Resbob Ditangkap, Ancaman 6 Tahun Penjara Menanti
HO/IST
UJARAN KEBENCIAN - Pelaku ujaran kebencian, Adimas Firdaus atau pemilik akun Resbob, ditangkap oleh polisi, Senin (15/12/2025) malam 
Ringkasan Berita:
  • YouTuber Resbob alias Adimas Firdaus ditangkap polisi pada Senin (15/12/2025) setelah sempat buron terkait dugaan ujaran kebencian terhadap suku Sunda dan kelompok suporter Persib Bandung, Viking.
  • Kasus bermula dari laporan suporter Persib dan Rumah Aliansi Sunda Ngahiji, dengan Resbob terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar.
  • Penangkapan Resbob menuai perhatian luas publik dan tokoh Jawa Barat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi resmi menangkap YouTuber Resbob alias Adimas Firdaus pada Senin (15/12/2025), setelah sempat buron terkait dugaan ujaran kebencian terhadap suku Sunda dan kelompok suporter Persib Bandung, Viking

Penangkapan dilakukan di Jawa Timur, sebelum akhirnya Resbob dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut dan akan diserahkan ke Polda Jawa Barat.

Kasus ini bermula dari siaran langsung Resbob di kanal YouTube miliknya yang berisi dugaan penghinaan terhadap masyarakat Sunda dan Viking.

 

Konten tersebut memicu kemarahan publik, hingga kelompok suporter Persib bersama Rumah Aliansi Sunda Ngahiji melaporkan Resbob ke polisi pada 11 Desember 2025.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Desember, polisi melakukan pengejaran di sejumlah daerah. Resbob akhirnya diamankan saat berada di Bandara Ahmad Yani, Semarang, diduga hendak terbang ke Jakarta.

Direktorat Reserse Siber Polda Jabar menjerat Resbob dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU ITE, terkait penyebaran ujaran kebencian berbasis SARA.

Rekomendasi Untuk Anda

Resbob terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp1 miliar.

Polisi menegaskan penangkapan ini merupakan langkah tegas untuk menjaga keharmonisan sosial dan mencegah provokasi di ruang digital.

Reaksi publik pun beragam.

Suporter Persib dan masyarakat Sunda mengecam keras ujaran Resbob, menilai kontennya merusak persatuan. 

Sementara pihak keluarga berharap Resbob bisa berubah dan menyesali perbuatannya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi kreator konten agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini di ruang publik digital, mengingat dampak ujaran kebencian dapat memicu konflik sosial yang luas.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menerangkan laporan yang masuk berasal dari kelompok pendukung Persib dan Rumah Aliansi Sunda Ngahiji.

"Resbob terancam Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur pidana bagi penyebar konten elektronik yang berisi hasutan kebencian atau permusuhan terhadap kelompok tertentu berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) dengan ancaman penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) UU 1/2024," paparnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Hingga kini, penyidik masih memburu Resbob di wilayah Jawa Barat hingga Jawa Timur.

"Kami juga melacak ke wilayah Jawa Timur. Ada dua lokasi di sana, yakni Surabaya dan Pasuruan."

"Kami juga telah menemui kekasihnya. Informasinya yang bersangkutan telah berpindah kembali ke arah barat (Jateng)" tukasnya.

Menurutnya, kasus ini menimbulkan polemik karena suku Sunda dihina oleh terlapor.

"Ini bisa menjadi pelajaran yang baik bagi si Resbob supaya tak terulang lagi," lanjutnya.

Ia meminta keluarga atau kerabat melapor jika menemukan Resbob agar kasus ini segera ditindaklanjuti.

"Kami imbau ke orang tuanya juga jika ada komunikasi dari Resbob agar beritahukan ke kami serta bisa menyerahkannya ke kami. Sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

Tuai Sorotan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serta komedian Entis Sutisna atau Sule mengomentari postingan Resbob.

Dedi Mulyadi meminta warga tidak emosi dan menyerahkan kasus ini ke kepolisian.

“Sudah dilaporkan, biarkan hukum yang menyentuh, jangan kotori mulut dan tangan kita lagi,” ucapnya.

Sedangkan Sule mempertanyakan maksud dan tujuan Resbob merendahkan suku Sunda.

"Naon maksudna coba (apa maksudnya coba)," kata Sule.

YouTuber asal Bandung yang akrab disapa Guru Gembul juga menyoroti kasus ujaran kebencian Resbob.

Menurutnya, orang tua Resbob harus menanggung beban moral dari ucapan yang dianggap rasis.

"Bayangkan, seandainya seorang ibu punya anak dua kayak gitu kelakuannya. Masalah agama diremehkan, kesukuan diprovokasi, kata-katanya toxic semua."

"Akhirnya yang harus ngepel, nyebokin dan bersih-bersih siapa? Ibunya. Yang katanya harus sujud-sujud, yang harus cium kaki ke sana kemari minta agar anak-anaknya untuk dimaafkan," bebernya. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas