Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penambahan Guru Besar Bisa Memperkuat Daya Saing Kampus

Guru besar berperan sebagai motor penggerak inovasi keilmuan di kampus sekaligus mentor bagi dosen muda untuk menapaki jenjang akademik tertinggi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Penambahan Guru Besar Bisa Memperkuat Daya Saing Kampus
HO/IST/Istimewa/HO
GURU BESAR - Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng memberikan sambutan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 di Kampus UMB, Sabtu (13/9/2025).  Andi mengatakan, peningkatan jumlah guru besar menjadi indikator penting dalam membangun budaya akademik yang kuat dan berdaya saing 
Ringkasan Berita:
  • Universitas Mercu Buana mengukuhkan dua guru besar baru, yakni Dr. Nurhayani Saragih dan Dr. Augustina Kurniasih, memperkuat budaya akademik kampus.
  • Keberadaan guru besar menjadi motor inovasi dan mentor bagi dosen muda.
  • Langkah ini juga mendukung daya saing nasional dan internasional serta kualitas riset dan pendidikan di perguruan tinggi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Peningkatan jumlah guru besar menjadi indikator penting dalam membangun budaya akademik yang kuat dan berdaya saing. Keberadaan guru besar tidak hanya mencerminkan prestasi individu, tetapi juga kualitas institusi dalam mengembangkan riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng, mengatakan guru besar berperan sebagai motor penggerak inovasi keilmuan di kampus sekaligus mentor bagi dosen muda untuk menapaki jenjang akademik tertinggi.

“Dengan meningkatnya jumlah guru besar, universitas berharap mampu menciptakan lingkungan akademik yang kondusif untuk kolaborasi riset, publikasi ilmiah bereputasi, dan penerapan ilmu dalam program pengabdian masyarakat,” ujar Andi di sela-sela pengukuhan dua guru besar baru, Dr. Nurhayani Saragih, M.Si dan Dr. Augustina Kurniasih, M.E. di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Guru Besar UI soal Bencana Sumatra: Tawaran Bantuan dari Asing Bentuk Solidaritas

Dr. Nurhayani Saragih dikukuhkan sebagai Profesor dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Komunikasi Digital Antarbudaya.

Sedangkan Dr. Augustina Kurniasih menjadi Profesor dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Manajemen Keuangan. Keduanya tercatat sebagai Guru Besar ke-42 dan ke-46 di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III.

Andi menyebut penambahan guru besar juga menjadi bagian dari strategi universitas untuk memperkuat daya saing nasional dan internasional. Langkah ini penting agar lulusan universitas memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan global.

“Universitas Mercu Buana menargetkan lahirnya lima guru besar baru pada tahun 2026. Target ini merupakan bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia dan peningkatan reputasi akademik perguruan tinggi,” tambah Andi.

Rekomendasi Untuk Anda

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru Besar dilakukan di Kantor LLDIKTI Wilayah III dan diserahkan secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., sebagai bagian dari proses administratif pengukuhan jabatan akademik tertinggi bagi dosen perguruan tinggi.

Andi menambahkan, universitas akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program percepatan jabatan fungsional, peningkatan kualitas riset, serta kolaborasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami juga ingin lebih berperan sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan keilmuan dan penciptaan sumber daya manusia unggul," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas