Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Bibit Siklon 93S dan Dampak yang Terjadi, Mengapa Perlu Diwaspadai?

BMKG mengingatkan masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari siklon tropis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Apa Itu Bibit Siklon 93S dan Dampak yang Terjadi, Mengapa Perlu Diwaspadai?
BMKG
PERINGATAN CUACA EKSTREM – Grafis peta menunjukkan potensi cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang akibat meningkatnya aktivitas Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S di sekitar wilayah Indonesia, Jumat (12/12/2025). BMKG memperingatkan dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem dan gelombang tinggi dalam 24 jam ke depan. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mengingatkan masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari siklon tropis.
  • Dampak yang perlu diwaspadai berupa terjadinya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
  • Wilayah diprediksi terdampak di antaranya gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
 


TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari siklon tropis.

Dampak yang perlu diwaspadai berupa terjadinya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Baca juga: BMKG Umumkan Bibit Siklon 93S Menguat, Warga yang Hendak Liburan Diimbau Berhati-hati

Imbauan ini disampaikan BMKG menyusul terpantaunya Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat yang berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan.

Mengutip Tribun Jabar, berdasarkan analisis TCWC Jakarta per Minggu (21/12/2025) pukul 19.00 WIB, bibit siklon tropis 93S terpantau berada di sekitar 12,1° LS dan 103,8° BT.

 

 

Kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 996 hPa.

Rekomendasi Untuk Anda

Sistem ini berada dalam Area of Monitoring (AoM) dan memiliki potensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 hingga kategori 2.

TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) adalah lembaga meteorologi resmi yang bertugas memantau gangguan tropis, menganalisis potensi terbentuknya siklon tropis dan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Baca juga: Prospek Cuaca 16-22 Desember 2025, BMKG: Siklon Tropis Pengaruhi Kondisi Cuaca di Indonesia

Analisis TCWC adalah kajian atau pemantauan cuaca yang dilakukan oleh TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) untuk mendeteksi, menilai, dan memprediksi siklon tropis serta dampaknya.

Di kawasan Indonesia, TCWC yang sering dirujuk adalah:

  • TCWC Jakarta (BMKG)
  • TCWC Darwin (Australia)

Teguh Rahayu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung menjelaskan pusat siklon bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun dampaknya tetap perlu diantisipasi.

Sebab dampaknya akan berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi, terutama di wilayah pesisir dan perairan.

"Bibit Siklon Tropis 93S memang diprakirakan bergerak ke arah barat menjauhi Indonesia, namun dampak tidak langsungnya masih berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi, terutama di wilayah pesisir dan perairan selatan Jawa Barat," ujar Rahayu, Senin (22/12/2025).

Kondisi atmosfer saat ini kata Rahayu sangat mendukung penguatan sistem, mulai suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara yang tinggi, hingga geseran angin vertikal yang lemah.

"Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, serta nelayan yang beraktivitas di laut selatan Jawa," katanya.

BMKG mencatat, dampak tidak langsung dari Bibit Siklon 93S meliputi:

  • potensi angin kencang 
  • gelombang laut kategori sedang hingga 2,5 meter di perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat, termasuk Samudra Hindia selatan Jawa Barat.

BMKG Bandung mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami mengimbau masyarakat selalu mengakses informasi resmi BMKG dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta aparat setempat demi keselamatan bersama," kata Rahayu.

Apa Itu Bibit Siklon 93S?

Bibit siklon 93S adalah sistem cuaca awal yang sedang berkembang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dan berpotensi menjadi siklon tropis dalam beberapa hari.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memantau sistem ini sejak 11 Desember 2025, dan memperingatkan adanya dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Bibit siklon tropis adalah tahap awal terbentuknya siklon tropis.

Pada fase ini, sistem tekanan rendah mulai menunjukkan sirkulasi angin berputar dan peningkatan kecepatan angin.

Jika kondisinya mendukung (misalnya suhu permukaan laut hangat dan kelembapan tinggi), bibit siklon bisa berkembang menjadi siklon tropis dengan kategori tertentu.

Posisi & Kondisi Bibit Siklon 93S

Bibit Siklon 93 S terpantau di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat.

Koordinat sekitar 12° LS dan 103–105° BT.

Kecepatan angin maksimum: sekitar 35 knot (±65 km/jam).

Tekanan udara minimum: ±996 hPa.

Potensi Perkembangan

BMKG memperkirakan bibit siklon 93S bisa berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 hingga 2 dalam 24–72 jam.

Kecepatan angin dapat meningkat hingga 83 km/jam atau lebih.

Meski sistem ini bergerak menjauhi Indonesia, dampak tidak langsung tetap perlu diwaspadai.

Dampak yang Mungkin Terjadi di Indonesia

  • Hujan sedang hingga lebat di wilayah Bali, NTB, NTT, dan sebagian Jawa.
  • Gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
  • Angin kencang yang bisa memengaruhi aktivitas pelayaran dan penerbangan.

Hal yang Perlu Diwaspadai

  • Masyarakat pesisir dan nelayan perlu memperhatikan peringatan gelombang tinggi.
  • Warga di Jawa Barat dan sekitarnya diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
  • BMKG terus melakukan pemantauan intensif 24 jam untuk memperbarui informasi perkembangan bibit siklon ini.

Prakiraan Cuaca Periode 22 – 25 Desember 2025

Dari data BMKG, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. 

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, yakni:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kep. Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kep. Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): 

  • Jawa Timur
  • Sulawesi Selatan
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan

Angin Kencang: 

  • Kep. Riau
  • Sumatera Barat
  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • NTB
  • NTT
  • Bali
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku

Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. 

Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG. 

Penulis: (TribunJabar.id/Muhamad Nandri Prilatama) (Tribunnews.com/Wik)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bibit Siklon Tropis 93S Menjauhi Indonesia, Warga Jabar Diimbau Waspadai Dampak Tak Langsung

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas