BNPB Pastikan RS di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Beroperasi Pascabanjir
Rumah sakit (RS) di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sudah kembali beroperasi usai diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Rumah sakit (RS) di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sudah kembali beroperasi usai diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor.
- Namun, terdapat satu rumah sakit di Kabupaten Aceh Tamiang yang beroperasi secara bertahap lantaran pembersihan material sisa-sisa banjir masih dilakukan.
- BNPB pun mengapresiasi bantuan dari para relawan dalam penanganan bencana di Sumatra.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, rumah sakit (RS) di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), sudah kembali beroperasi usai diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor.
"Pelayanan kesehatan, data dari Kementerian Kesehatan, saat ini seluruh rumah sakit pemerintah untuk Aceh itu sudah beroperasi," ujar Abdul dalam konferensi pers daring, Selasa (23/12025).
Data menunjukkan bahwa seluruh RS di Aceh yang berjumlah 23 sudah beroperasi.
Namun, terdapat satu rumah sakit di Kabupaten Aceh Tamiang yang beroperasi secara bertahap lantaran pembersihan material sisa-sisa banjir masih dilakukan.
Kemudian, sebanyak 288 puskesmas sudah beroperasi dan tersisa 19 puskesmas yang belum memberikan pelayanan.
Di Aceh, total 30 puskesmas masuk kategori rusak berat.
Sementara itu, di Sumut sebanyak 35 RS sudah beroperasi.
Begitu pula dengan puskesmas, seluruhnya yang berjumlah 325 sudah beroperasi.
Sedikit lebih banyak dari Aceh, ada 36 puskesmas di Sumut yang masuk kategori rusak berat.
Lebih lanjut, di Sumbar seluruh RS yang berjumlah 29 sudah beroperasi.
Sebanyak 233 puskemas juga sudah beroperasi. Dan ada 2 puskemas yang masuk kategori rusak berat.
Baca juga: BNPB Sebut Pembersihan Lokasi Terdampak Bencana Sumatra Terus Dilakukan
BNPB pun mengapresiasi bantuan dari para relawan dalam penanganan bencana di Sumatra.
"Terima kasih sekali lagi untuk relawan organisasi masyarakat yang tidak henti-hentinya membuka layanan kesehatan gratis."
"Tidak hanya layanan kesehatan, tetapi juga layanan psikososial. ini kita harapkan terus bergulir, berlangsung hingga mencapai titik-titik pengungsian yang lain," ucapnya.
Jumlah Korban
Abdul Muhari mengatakan, pada Selasa kemarin ada penambahan korban meninggal dunia sebanyak enam jiwa imbas bencana yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Artinya korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor Sumatra totalnya kini menjadi 1.112 jiwa.
"Pada hari ini jumlah korban meninggal dunia bertambah enam jiwa. Sekali lagi ini pemerintah, pemerintah daerah, dan segenap entitas yang terlibat dalam operasi pemulihan ini mengucapkan simpati dan belasungkawa yang mendalam."
"Hari ini menjadi 1.112 jiwa dari tiga provinsi, yang artinya bertambah enam jiwa dari hari kemarin," ujarnya.
Selanjutnya untuk korban hilang bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 176 jiwa.
Jumlah 176 jiwa yang hilang ini masih terus dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
"Untuk korban hilang kita mendapat tambahan satu nama, sehingga hari ini terdapat 176 jiwa yang masih terus dilakukan pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR Gabungan di tiga provinsi," jelas Abdul Muhari.
Kemudian, masih ada 498.447 jiwa yang masih mengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra.
Dari jumlah pengungsi tersebut, ada pengungsi yang masih berada di titik pengungsian, ada yang sudah kembali ke rumah, dan ada yang sementara tinggal di rumah kerabat.
Namun untuk semua kebutuhan makanan dan non makanannya masih didukung oleh bantuan dari pemerintah.
"Berikutnya ada 498.447 jiwa yang masih mengungsi. Ini terus kita dukung kebutuhan makanan dan non permakanannya."
"Sehingga untuk saudara-saudara kita saat ini yang masih berada pada titik-titik pengungsian, maupun yang sudah kembali ke rumah, atau sementara tinggal di rumah kerabat ini masih kita dukung terus kebutuhan makanan dan sandangnya," imbuh Abdul.
(Tribunnews.com/Deni/Faryyanida)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.