Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PAN Komit Bersama Prabowo, Instruksikan Kader Bantu Pemulihan Korban Bencana di Sumatra

PAN tegaskan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo dalam percepatan penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in PAN Komit Bersama Prabowo, Instruksikan Kader Bantu Pemulihan Korban Bencana di Sumatra
TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE
VIVA YOGA MAULADI - Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan komitmen PAN mendukung Presiden Prabowo dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana di Sumatera. TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE 

Ringkasan Berita:
  • 
PAN menegaskan komitmen politik dan kemanusiaannya untuk terus berjalan bersama Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penanganan dan pemulihan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 
  • Melalui kerja gotong royong, dukungan kader di lapangan, serta sinergi lintas lembaga, PAN menilai percepatan rehabilitasi dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas utama. 

TRIBUNNEWS.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan komitmennya untuk terus berjalan bersama Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai situasi, termasuk penanganan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, menyatakan bahwa pemerintah saat ini bekerja tanpa henti dengan melibatkan seluruh kementerian dan lembaga negara untuk mempercepat proses perbaikan, renovasi, rehabilitasi, hingga pemulihan fasilitas publik yang terdampak.

“Pemerintah terus bekerja keras memperbaiki infrastruktur, fasilitas pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga menjamin pasokan pangan masyarakat,” ujar Viva Yoga, Kamis (25/12/2025).

Sejalan dengan upaya tersebut, PAN memastikan akan terus membantu pemerintah dalam penanganan pascabencana. 

Partai berlambang matahari itu menginstruksikan seluruh kadernya, khususnya di wilayah terdampak, untuk hadir membantu rakyat secara nyata melalui pembagian sembako, air bersih, peralatan pendidikan, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Viva menekankan bahwa solidaritas sosial dan persatuan nasional menjadi faktor penentu dalam situasi darurat. Ia mengingatkan agar seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, masyarakat, partai politik, LSM, ormas, kaum muda, hingga warganet, bergotong royong memulihkan keadaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, sikap skeptis, saling menyalahkan, atau menyebarkan hoaks justru berpotensi merusak kohesi sosial dan memperlambat pemulihan. 

“Kebebasan berekspresi dalam demokrasi harus diarahkan pada tujuan mulia, yakni kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial,” tegasnya.

Selain mendukung percepatan pemulihan pascabencana, PAN juga menyatakan siap membantu agenda strategis nasional lainnya seperti swasembada pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan sampah menjadi energi, Koperasi Desa Merah Putih, hingga program Sekolah Rakyat.

Meski demikian, Viva menegaskan bahwa pemerintah tidak antikritik. Kritik yang konstruktif dan solutif justru dibutuhkan sebagai “vitamin” untuk memperkuat kinerja pemerintah.

Baca juga: Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Gelar Doa Lintas Agama untuk Korban Banjir Sumatera

Letkol Teddy Bantah Pemerintah Lamban Tangani Bencana 

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya membantah anggapan bahwa pemerintah lambat menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menegaskan sejak hari pertama bencana, BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, dan berbagai pihak langsung bergerak ke lokasi.

Mobilisasi besar-besaran dilakukan, termasuk pengerahan lebih dari 80 helikopter dan pesawat untuk evakuasi serta distribusi bantuan. Data Terbaru Korban Bencana Sumatra

Update Data Korban Bencana Sumatra 

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Rabu (24/12/2025) pagi per pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan data itu, tercatat 1.129 orang meninggal dunia dan 174 orang masih hilang.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur.

Tercatat 1600 fasilitas umum rusak, 434 rumah ibadah, 219 fasilitas kesehatan, 290 gedung/kantor, 967 fasilitas pendidikan, dan 145 jembatan terdampak. Sementara itu, sebanyak 147,2 Rb rumah mengalami kerusakan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas