Tahun Ajaran Baru, 54 Sekolah di Sumatera Masih Belajar di Tenda
Tahun ajaran baru dimulai, tapi 54 sekolah di Sumatera masih harus belajar di tenda akibat dampak banjir dan longsor besar
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Memasuki tahun ajaran baru, pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak bencana di Sumatera kembali belajar mulai 5 Januari 2026
- Dari 3.700 sekolah terdampak banjir dan longsor, masih ada 587 sekolah dalam pemulihan dan 54 sekolah terpaksa menggelar pembelajaran di tenda darurat
- Kondisi ini mencerminkan tantangan pemulihan pendidikan pascabencana besar yang menewaskan lebih dari 1.000 orang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak bencana Sumatera sudah bisa memulai kegiatan belajar mengajar.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan bahwa masih ada lebih dari 500 sekolah yang sedang dilakukan pemulihan Pasca bencana.
Hal itu disampaikan Pratikno dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis Pasca bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, (29/12/2025).
"Pemerintah sudah mempersiapkan agar proses kegiatan belajar bisa berlangsung pada tanggal 5 Januari. Ada 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan, ini dipercepat, target kita adalah pada tanggal 4 Januari sudah selesai," kata Pratikno.
Menurut Pratikno sebanyak 3700 sekolah terdampak akibat terjangan banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu. Sekolah tersebut tersebar di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sebagian besar sekolah mengalami kerusakan berat akibat bencana yang menewaskan lebih dari 1000 orang tersebut.
"Nanti tanggal 5 Januari akan masuk kepada mulai pembelajaran baru. Memang terdapat 3.700 sekolah terdampak, dan sekitar 3.100 itu sekolah terdampak kerusakan berat," katanya.
Baca juga: Pratikno Sebut 1.050 Huntara Telah Dibangun untuk Korban Bencana Sumatra
Dari total sekolah tersebut, kata Pratikno masih ada beberapa diantaranya yang muridnya masih harus belajar di tenda darurat pada tahun ajaran baru nanti karena kondisi yang belum pulih.
"Namun, memang masih akan ada proses belajar mengajar yang dilakukan di tenda, yaitu sebanyak 54 sekolah," katanya.
Meskipun demikian Pratikno tidak merinci sekolah mana saja yang masih harus belajar di tenda pada tahun ajaran baru nanti.
Sebelumnya Mendikdasmen Abdul Muti menyebut sebanyak 3274 sekolah terdampak bencana Sumatera. Dari jumlah tersebut sebagian besar yang mengalami kerusakan yakni Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah 1343 sekolah.
Baca tanpa iklan