Langkah Berbenah Polri Dapat Dukungan Meski Menuai Kritik Publik
Abdul Razak Nasution, menilai Polri menunjukkan capaian konkret di tengah derasnya kritik dan serangan, terutama di ruang publik dan media sosial.
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution menilai Polri menunjukkan capaian nyata sepanjang 2025 di berbagai sektor strategis.
- Razak mengakui Polri belum sempurna dan masih ada oknum bermasalah, namun menilai institusi serius melakukan pembenahan.
- Kapolri menyebut survei nasional dan internasional sepanjang 2025 menunjukkan tren kepercayaan publik terhadap Polri yang positif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH), Abdul Razak Nasution, menilai Polri menunjukkan capaian konkret di tengah derasnya kritik dan serangan, terutama di ruang publik dan media sosial.
Hal itu dikatakan Razak usai hadir langsung dalam pemaparan kinerja Polri sepanjang 2025.
“Komitmen Polri Presisi hari ini terjawab dan sudah terbukti bekerja untuk masyarakat,” ujar Razak kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).
Dia menilai keberhasilan Polri terlihat jelas di berbagai sektor strategis, mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penegakan hukum, ketahanan pangan, keamanan siber, misi kemanusiaan, hingga transformasi kelembagaan berbasis teknologi.
Razak juga menilai bahwa institusi Polri belum sepenuhnya sempurna. Dia menyinggung masih adanya oknum polisi yang menyalahgunakan wewenang.
Namun, dia menilai Polri menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembenahan internal.
“Ini merupakan komitmen Polri terus berbenah dan memperbaiki institusi,” kata Razak.
Di tengah capaian tersebut, dia menyoroti maraknya serangan negatif terhadap Polri yang beredar di media sosial.
Menurutnya, kondisi itu justru menjadi konsekuensi dari kinerja dan eksistensi institusi yang semakin menonjol.
“Itu artinya, semakin tinggi pohon, semakin kuat anginnya,” katanya.
Lebih lanjut, Razak mendukung kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilainya mampu menerjemahkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ke dalam program-program konkret.
Dia memberi contoh keterlibatan Polri dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, penegakan hukum, hingga layanan kesehatan gratis.
“Harus kita akui, di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, Polri terus berbenah dan benar-benar hadir untuk masyarakat. Polri bertransformasi,” tandas Razak.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus menunjukan tren positif selama 2025 berdasarkan survey nasional maupun internasional.
Hal ini dikatakan Sigit dalam membuka kegiatan rilis akhir tahun Polri 2025 di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta pada Selasa (30/12/2025).
Sigit mengatakan capaian yang didapat merupakan hasil kerja keras dan juga dukungan masyarakat sehingga Polri dapat melaksanakan tugasnya dalam menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkokoh profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
"Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal tersebut ditunjukkan dengan survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus menunjukkan tren yang positif dan memperoleh pengakuan baik dari lembaga survei internasional maupun nasional," kata Sigit.
Survei pertama yakni dari The Global Safety Report yang dirilis oleh Gallup tahun 2025, Indonesia memperoleh skor 89 pada Law and Order Index yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-19 dari 144 negara.
Selain itu, dalam indikator "Safe to Walk Alone at Night", ucap Sigit, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan di malam hari sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat ke-25 dari 144 negara.
"Data ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan di Indonesia berada dalam kondisi yang baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya.
Selanjutnya, Sigit menyebut hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada November 2025, Polri masuk dalam tiga besar lembaga negara paling dipercaya oleh masyarakat.
Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2%. Capaian ini tentunya menjadi dukungan motivasi dan semangat bagi institusi dan seluruh personel untuk terus bisa bekerja secara lebih profesional dan akuntabel.
Tingginya kepercayaan tersebut sejalan dengan kondisi keamanan di lingkungan tempat tinggal di mana hasil survei sebanyak 85% responden menyatakan merasa aman, sementara 13,1% merasa cukup aman dan hanya sebagian kecil yang merasa tidak aman.
Selain itu 84,1% responden menyatakan percaya bahwa Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya.
Meski begitu, Sigit tetap meminta kepada anggotanya untuk terus berbenah dan tidak berpuas diri atas capaian apa yang didapat.
"Hasil penilaian dari lembaga survei riset internasional dan survei nasional tersebut tentunya membuat kita untuk terus melakukan perbaikan, berbenah, dan tidak berpuas diri. Namun kita harus terus melakukan perbaikan, harus terus melakukan evaluasi sehingga kita terus bisa meningkatkan kinerja institusi," jelasnya.
Di sisi lain, Sigit menekankan kepada seluruh personel Polri untuk terus bekerja maksimal, bekerja dengan baik dan profesional.
Baca juga: Momen Haru Rilis Akhir Tahun Polri 2025, Kapolri Doakan Korban Bencana dan Anggota yang Wafat
"Meningkatkan kualitas kinerja di bidang tugas sejalan dengan arah transformasi Polri, baik pada bidang operasional, bidang SDM dan pendidikan latihan, pelayanan publik, penegakan hukum, maupun pengawasan," tuturnya.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.