Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kakorlantas Minta 1 Polisi Punya 20 Kawan Ojol: Biar Patuh Bukan Karena Takut Ditilang

Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kakorlantas Minta 1 Polisi Punya 20 Kawan Ojol: Biar Patuh Bukan Karena Takut Ditilang
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
OPERASI LILIN - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho meninjau langsung kesiapan sarana prasarana pengamanan jelang Operasi Lilin 2025, di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/11/2025) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat
  • Dia memerintahkan setiap anggota Polantas agar memiliki sedikitnya 20 sahabat dari kalangan pengemudi ojek online (ojol), sopir angkutan, hingga tukang parkir
  • Pendekatan personal itu lebih efektif dalam membangun kedekatan dan kesadaran lalu lintas dibanding mengedepankan penilangan

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat.

Bukan sekadar razia dan penindakan, ia memerintahkan setiap anggota Polantas agar memiliki sedikitnya 20 sahabat dari kalangan pengemudi ojek online (ojol), sopir angkutan, hingga tukang parkir.

Menurutnya, pendekatan personal itu lebih efektif dalam membangun kedekatan dan kesadaran lalu lintas dibanding mengedepankan penilangan.

"Salah satu contohnya adalah bagaimana Polantas bisa dekat dengan komunitas ojol dan bahkan perintah saya ke jajaran, satu anggota Polantas punya sahabat 20 ojol, satu anggota Polantas punya sahabat driver, punya sahabat tukang parkir, punya sahabat komunitas-komunitas,” ujar Agus saat konferensi pers di Command Center KM29 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/12/2025).

Agus mengatakan strategi itu dibarengi edukasi langsung kepada komunitas pengguna jalan, baik di posko, pangkalan ojol, hingga titik keramaian lalu lintas.

Harapannya edukasi tatap muka membuat masyarakat patuh bukan karena takut ditilang, tapi sadar dari dirinya sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini menyadarkan setelah kami berkomunikasi dengan masyarakat, kamu memberi contoh kepatuhan dan kesadaran berlalu lintas, impact-nya cukup bagus bahwa masyarakat patuh dengan dirinya sendiri, disiplin dengan sendirinya sendiri sehingga ketika menggunakan kendaraan di jalan, mereka patuh dengan aturan lalu lintas,” jelasnya.

Agus menegaskan penegakan hukum saat ini tetap berjalan, namun mengutamakan pola preemtif, preventif, dan humanis.

Sementara penindakan masif dilakukan melalui ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) agar transparan dan berkeadilan.

"Bagaimana kami bisa merangkul masyarakat, berkomunikasi dengan masyarakat, masuk ke kelompok-kelompok ataupun ojol ataupun mungkin hobi-hobi kendaraan termasuk para sopir, kami memberi edukasi, memberikan penjelasan pentingnya berlalu lintas. Jadi tidak mengedepankan penegakan hukum kecuali kita melakukan penegakan hukum secara masif menggunakan ETLE,” ucapnya.

Selain pendekatan ke komunitas ojol, Agus juga menyinggung edukasi terhadap pelaku balap liar.

Ia menyebut Polantas lebih memilih memberi pemahaman dan melibatkan keluarga, ketimbang sekadar menilang.

"Tidak harus kami tilang, tapi kami beri pencerahan, kami beri tentang etika berlalu lintas dan paginya kami panggil orang tuanya, suruh sujud ke orang tuanya, kami panggil gurunya,” katanya.

Menurut Agus, melalui cara-cara edukatif masyarakat akan melihat Polantas bukan sekadar penegak hukum, tetapi mitra keselamatan di jalan raya.

"Belum tentu due process of law itu mewujudkan sebuah rasa keadilan. Tetapi dengan upaya komunikatif, merangkul masyarakat, dekat dengan masyarakat, Polantas akan disegani oleh masyarakat," tegasnya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas