Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Amnesty Internasional dan LPSK Tanggapi Teror terhadap Aktivis, Pengkritik Pemerintah Jadi Sasaran

Aktivis dan konten kreator diteror usai kritik penanganan banjir Sumatra. Amnesty Internasional desak negara beri perlindungan dan usut tuntas pelaku.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti
zoom-in Amnesty Internasional dan LPSK Tanggapi Teror terhadap Aktivis, Pengkritik Pemerintah Jadi Sasaran
Instagram/@dj_donny
TERIMA TEROR - Disjoki asal Aceh, DJ Donny, mendapat teror bangkai ayam dan bom molotov. Teror bom molotov didapatnya pada Rabu (31/12/2025) dini hari. Donny pun langsung melapor ke Polda Metro Jaya, 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah aktivis dan konten kreator, termasuk Iqbal Damanik, Sherly Annavita Rahmi, dan DJ Donny, mengalami teror berupa bangkai ayam, bom molotov, serta coretan pada kendaraan.
  • Amnesty International Indonesia menilai teror ini menciptakan iklim ketakutan karena negara gagal mengusut kasus sebelumnya.
  • LPSK menyatakan siap memberikan perlindungan bagi korban intimidasi dan berkoordinasi dengan Amnesty untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah konten kreator dan aktivis menjadi korban teror setelah mengkritik penanganan banjir Sumatra.

Teror yang diterima beragam mulai bangkai ayam, telur busuk, hingga pelemparan bom molotov.

Terdapat pesan bernada ancaman berupa tulisan di kertas maupun dikirim ke nomor pribadi.

Korban teror yakni manajer kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik; influencer wanita, Sherly Annavita Rahmi; serta konten kreator Dony Adam atau dikenal sebagai DJ Donny (41).

Teror yang dialami Iqbal Damanik yaitu rumahnya dikirim bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025).

Kemudian DJ Donny mengalami dua bentuk teror dalam kurun waktu tiga hari yakni rumah dikirim bangkai ayam serta dilempari bom molotov.

Rekomendasi Untuk Anda

Sherly Annavita Rahmi juga diteror setelah mendapati mobilnya dicoret-coret menggunakan cat semprot atau pilox oleh orang tidak dikenal.

Polisi masih menyelidiki kasus teror dan hingga kini belum terungkap pelakunya.

Manajer Media Amnesty International Indonesia, Haeril Halim, menerangkan aksi teror dapat terjadi lagi karena negara gagal mengusut kasus teror sebelumnya.

"Tujuannya sangat jelas, untuk menciptakan iklim ketakutan agar orang-orang tidak bersuara kritis terhadap pemerintah." 

"Tidak diusut dengan tuntasnya teror sebelumnya ini merupakan dukungan yang kuat bagi pelaku teror untuk kembali melakukan aksi mereka di kemudian hari." ungkapnya, dikutip dari YouTube KompasTV.

Baca juga: Greenpeace Indonesia Ungkap Analisis soal Teror terhadap Iqbal Damanik dan Aktivis

Menurutnya, polisi dapat mengusut kasus ini tanpa menunggu korban melapor.

"Harus ada jaminan akan penegakan hukum yang tegas terhadap aksi teror ini agar tidak menimbulkan teror-teror baru kepada aktivis maupun konten kreator di masa yang akan datang." tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Sri Suparyati, menyatakan akan ada perlindungan untuk para korban yang mendapat intimidasi.

"Posisinya adalah jika memang kami mengetahui dengan cukup jelas, kami biasanya akan melakukan proaktif," tuturnya.

Ia menjelaskan korban dapat langsung berkoordinasi dengan LPSK agar perlindungan dapat dilakukan dengan cepat.

"Karena kami sekarang juga masih menunggu hal-hal tersebut, siapa-siapa saja kami juga belum tahu. Sehingga kami kemarin itu masih berkontak dengan Amnesty International," tandasnya.

Baca juga: Takut usai DJ Donny jadi Korban Teror Bangkai Ayam dan Bom Molotov, Tetangga Ungkap Sifat Aslinya

DJ Donny Bantah Rekayasa

Di media sosial beredar foto surat ancaman yang ditujukan ke DJ Donny.

Sejumlah warga menyoroti kemiripan tulisan tangan di surat ancaman dengan tulisan DJ Donny sehingga muncul isu rekayasa.

DJ Donny membantah tudingan rekayasa aksi teror lantaran wajah pelaku terekam CCTV.

"Ada narasi yang mengatakan saya merekayasa ini, kan agak ngawur."

"Saya merekayasa mengirimkan bangkai hewan ke rumah sendiri? Saya melempar bom molotov sendiri ke rumah saya? Itu agak ngawur."

"Makanya kepolisian harus segera mengungkap agar tidak menjadi liar di ruang publik," ungkapnya.

Menurutnya, tindakan pelaku membahayakan keluarga serta tetangga.

Baca juga: Simbol Misterius Jadi Jejak Teror ke Influencer dan Aktivis, DJ Donny Duga Ada Keterkaitan Pelaku

Ia akan mencari perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

DJ Donny mengaku tidak mengeksploitasi bencana Sumatra, namun menjadi sasaran teror.

Selama ini pria Makassar tersebut sering mengkritik kebijakan pemerintah melalui media sosial.

"Terakhir postingan saya itu terkait lingkungan di Papua. Saya berharap pemerintah segera mengeluarkan statement jika ini bukan tindakan dari pemerintah," tandasnya.

Sebagian artikel telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul DJ Donny Lapor Polisi Usai Teror Bangkai Ayam dan Bom Molotov, Firdaus Oiwobo: Bisa Jadi Rekayasa Lu

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Dewi Kartika)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas