Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekjen PPP Apresiasi Kekompakan DPW Jateng Pasca Kisruh Muktamar 2025

Sekjen DPP PPP Gus Yasin Maimoen, memuji kepemimpinan DPW PPP Jawa Tengah yang menjaga kekompakan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Sekjen PPP Apresiasi Kekompakan DPW Jateng Pasca Kisruh Muktamar 2025
HO/IST
PUJI KEKOMPAKAN DAERAH - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gus Yasin Maimoen di acara Tasyakuran Harlah ke-53 PPP Jawa Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Kepemimpinan DPW PPP Jawa Tengah yang dinilai mampu menjaga kekompakan dan suasana kondusif di tengah persoalan internal partai yang belum tuntas pasca Muktamar PPP di Jakarta.
  • DPW PPP Jawa Tengah menuntut tiga hal mendasar agar segera dijalankan DPP PPP yakni AD/ART sebagai dasar organisasi, program kerja lima tahun ke depan dan susunan lengkap kepengurusan DPP.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gus Yasin Maimoen, memuji kepemimpinan DPW PPP Jawa Tengah yang dinilai mampu menjaga kekompakan dan suasana kondusif di tengah persoalan internal partai yang belum tuntas pasca Muktamar PPP di Jakarta.

“Kami mengapresiasi DPW PPP Jawa Tengah yang tetap solid dan mampu menjaga kondusivitas organisasi, meskipun dinamika internal di tingkat pusat belum sepenuhnya selesai,” ujar Gus Yasin di acara Tasyakuran Harlah ke-53 PPP Jawa Tengah dikutip Selasa (6/1/2026).

Gus Yasin menyoroti belum adanya kejelasan konstitusional di tubuh kepengurusan DPP PPP.

 

Menurutnya, AD/ART merupakan dasar hidup dan arah perjalanan partai yang tidak boleh diabaikan.

“Kepemimpinan di tingkat pusat harus segera memiliki kejelasan. Kalau DPP bergerak, harus ada dasar hukumnya, sehingga seluruh produk keputusan menjadi legal dan dapat dipatuhi oleh pengurus partai di semua tingkatan,” tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie optimistis, kegaduhan pasca Muktamar PPP tahun lalu tidak menjalar ke tingkat wilayah maupun ke bawah.

“Kami di daerah ini cukup dewasa menyikapi keadaan. Ada rasa sungkan untuk membuat keributan, sehingga dinamika di pusat tidak berdampak pada soliditas struktur wilayah,” kata Masruhan kepada pers.

Terkait instruksi pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) dari DPP PPP yang dikeluarkan melalui kebijakan sepihak Ketua Umum DPP PPP, Mardiono, Masruhan menegaskan bahwa DPW PPP Jawa Tengah menyikapinya secara arif dengan mengajukan penundaan.

“Kami meminta Muswil ditunda karena tidak ada dasar hukum yang sah. Jika dipaksakan, justru bisa menimbulkan gesekan dan mengancam kekompakan kader,” jelasnya.

Tiga Tuntutan DPW Jateng

Masruhan menambahkan, DPW PPP Jawa Tengah menuntut tiga hal mendasar agar segera dijalankan DPP PPP.

“Pertama harus ada AD/ART sebagai dasar organisasi, kedua menyusun program kerja lima tahun ke depan, dan ketiga susunan kepengurusan DPP yang lengkap. Saya optimistis semua itu akan segera terwujud,” ujarnya.

Tasyakuran Harlah ke-53 PPP Jawa Tengah ini dihadiri para masyayikh, pengurus wilayah, serta kader partai.

Baca juga: Zainul Arifin Ajukan Banding Administratif Minta Prabowo Tinjau Ulang SK Kepengurusan PPP Mardiono

Acara digelar di Kantor Rumah Besar Umat Islam, Tambakaji, Semarang, dan dimeriahkan dengan senandung shalawat dari Laela Majnun.(tribunnews/fin)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas