Indonesia–Türkiye Gelar Pertemuan 2+2 Perdana, Bahas Pertahanan hingga Gaza
Indonesia–Türkiye gelar pertemuan 2+2 perdana, bahas kerja sama pertahanan, ekonomi, hingga isu Palestina dan komitmen kemitraan strategis.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Indonesia dan Türkiye menggelar pertemuan perdana format 2+2 yang dipimpin Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menlu Hakan Fidan dan Menhan Yaşar Güler.
- Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama strategis di bidang pertahanan, ekonomi, energi, perdagangan, serta isu regional dan global.
- Kedua negara menegaskan komitmen memperdalam kemitraan strategis yang dituangkan dalam Joint Declaration.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan perdana (2+2) dengan Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, dan Menteri Pertahanan Türkiye, Yaşar Güler pada (9/1/2026).
Pertemuan 2+2 ini merupakan amanat langsung Presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia–Türkiye High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada bulan Februari tahun lalu.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa pertemuan 2+2 ini merupakan platform penting untuk memperkuat koordinasi dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
“Indonesia menyelenggarakan pertemuan 2+2 ini hanya dengan sekelompok negara mitra, mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang mendalam untuk membangun hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Türkiye” ujar Menlu Sugiono, Sabtu, (10/1/2026).
Pertemuan 2+2 membahas penguatan kerja sama di bidang-bidang prioritas kedua negara, termasuk pertahanan dan industri pertahanan, energi, perdagangan, dan investasi. Para Menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Baca juga: AS Serang Venezuela, Dino Patti Djalal Kritik Pernyataan Sikap Kemenlu RI: Harus Berani Berpendirian
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Türkiye sepakat mengenai pentingnya percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral. Kedua pihak juga mendorong peningkatan kerja sama investasi, termasuk di sektor energi, pertambangan, industri petrokimia, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Terkait isu regional dan global, Indonesia dan Türkiye menegaskan komitmen sebagai mitra strategis dan negara Global South untuk memperkuat kerja sama multilateral. Kedua negara juga bertukar pandangan mengenai situasi di Palestina, Timur Tengah, kawasan ASEAN dan Pasifik, serta perkembangan global lainnya.
Indonesia menegaskan kembali dukungan terhadap keinginan Türkiye menjadi ASEAN Full Dialogue Partner. Kedua negara juga sepakat untuk terus mendorong kerja sama konkret ASEAN–Türkiye, khususnya di bidang ekonomi.
Terkait Palestina, sebagai anggota Group of Eight, Indonesia dan Türkiye mendorong pentingnya gencatan senjata di Gaza, memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta langkah-langkah rekonstruksi kedepan.
Hasil pertemuan dituangkan dalam Joint Declaration yang mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Türkiye untuk memperkuat kemitraan strategis secara berkelanjutan.
Baca tanpa iklan