Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gen Z Nilai Kerusakan Alam Ancaman Serius bagi Ketahanan Nasional

Mayoritas Generasi Z (Gen Z) di Indonesia menilai bahwa kerusakan lingkungan hidup merupakan ancaman langsung terhadap ketahanan nasional. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gen Z Nilai Kerusakan Alam Ancaman Serius bagi Ketahanan Nasional
HO/IST
KERUSAKAN ALAM - Mayoritas Generasi Z (Gen Z) di Indonesia menilai bahwa kerusakan lingkungan hidup merupakan ancaman langsung terhadap ketahanan nasional. (IST) 
Ringkasan Berita:
  • Gen Z anggap kerusakan lingkungan ancaman ketahanan nasional.
  • Survei Rimba: Gen Z aktif dan siap terlibat langsung.
  • Kecemasan lingkungan dipicu krisis iklim global.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mayoritas Generasi Z (Gen Z) di Indonesia menilai bahwa kerusakan lingkungan hidup merupakan ancaman langsung terhadap ketahanan nasional. 

Hal ini pun memperkuat pandangan bahwa pelestarian alam dan budaya tidak lagi sekadar isu ekologis, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bela negara nonmiliter.

Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (Rimba) pun menilai, fenomena dan pandangan kelompok Generasi Z ini menjadi sinyal kuat bagi para pembuat kebijakan.

“Dari perspektif Gen Z, perlindungan alam dan budaya harus menjadi fondasi kebijakan nasional ke depan, mulai dari sektor politik, hukum, ekonomi, teknologi, hingga pertahanan negara,” ujar Ketua Umum Rimba, Eko Wiwid, Rabu (14/1/2026).

Eko pun merinci hasil temuan lembaganya soal survei yang menunjukkan bahwa 82,3 persen Gen Z menyatakan peduli terhadap pelestarian alam dan budaya Indonesia. 

Sementara 83,7 persen responden menyatakan siap terlibat langsung dalam aktivitas pelestarian berbasis budaya. Adapun, survei dilakukan pada 12 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Lebih lanjut, survei mencatat bahwa 84,1 persen responden menganggap keterlibatan dalam pelestarian lingkungan dan budaya sebagai bentuk tanggung jawab dan identitas kebangsaan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, 79,3 persen Gen Z mengaku telah berpartisipasi langsung dalam berbagai kegiatan seperti kerja bakti lingkungan, kampanye digital, dan gerakan sosial berbasis ekologi.

Menurut Eko, tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa kesadaran ekologis Gen Z tidak berhenti pada opini, tetapi telah berkembang menjadi tindakan nyata. 

“Perkembangan teknologi informasi juga berperan besar dalam mempercepat penyebaran ide, kampanye, dan mobilisasi anak muda dalam isu lingkungan dan budaya,” terangnya.

Dari keseluruhan responden yang mencakup 434 responden yang tersebar di delapan kota besar, 84,8 persen menyatakan bahwa pelestarian alam dan budaya merupakan bagian dari kepentingan nasional Indonesia. 

Menurut Eko, temuan ini menegaskan bahwa bagi Gen Z, isu lingkungan dan kebudayaan memiliki posisi strategis dalam pembangunan jangka panjang bangsa.

“Diharapkan dapat menjadi gambaran awal bagi para pengambil kebijakan tentang orientasi dan nilai yang dianut Gen Z, khususnya dalam menghadapi Bonus Demografi dan menuju Visi Indonesia Emas 2045,” jelas Eko.

Sebagai informasi, Sukarelawan Indonesia Pembela Alam atau Rimba merupakan perkumpulan (organisasi) yang dibentuk sebagai respon nyata dari banyaknya tantangan yang terjadi pada sektor lingkungan, kemanusiaan, kebudayaan, hingga pendidikan di Indonesia. 

Rimba menjadi manifestasi sekaligus wadah bagi para pegiat alam terbuka, budayawan, peneliti, pelajar, hingga anggota masyarakat dengan semangat gotong royong dan tanpa pamrih. Saat ini, anggota RIMBA tersebar di 8 kota meliputi, Jakarta, Bogor, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Aceh, Agam, dan Jayapura.

Perubahan Iklim

Dikutip dari Kompas.id, kekhawatiran generasi Z akan kualitas lingkungan alam ini tertangkap dari survei yang dilakukan lembaga riset global Deloitte. 

Survei ini melibatkan 23.482 responden muda di 44 negara dengan rincian 14.751 responden gen Z (responden lahir 1995-2006) dan 8.731 responden generasi milenial (responden lahir 1983-1994). 

Hasil survei ini dipublikasikan dalam laporan ”2025 Gen Z and Millennial Survey Growth and the Pursuit of Money, Meaning, and Well-being” pada Mei 2025.

Temuan survei menunjukkan, terdapat 65 persen responden gen Z dan 63 persen responden milenial dari 44 negara yang disurvei merasa khawatir atau cemas terhadap keadaan lingkungan alam sekitarnya. Kecemasan ini terpantau sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang terangkum dalam publikasi ”2024 Gen Z and Millennial Survey 2024: Living and Working with Purpose in a Transforming World”. 

Pada 2024, terdapat 62 persen responden gen Z yang menyatakan khawatiran atau cemas terhadap masalah kualitas lingkungan alam. Sementara, proporsi kekhawatiran untuk generasi milenial mencapai 59 persen.

Menariknya, kekhawatiran yang lebih dalam diungkapkan oleh responden generasi muda di Tanah Air. 

Kaum muda di Indonesia yang menjadi responden survei Deloitte 2025 mencapai 535 orang dengan rincian 326 responden gen Z dan 209 responden milenial. Hasil survei menunjukkan mayoritas responden (89 persen) gen Z dan 84 persen responden milenial di Indonesia merasa cemas dengan kondisi lingkungan alam sekitarnya.

Kekhawatiran generasi muda akan masa depan peradabannya ini bukan tanpa alasan. Organiasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan ”Keadaan Iklim Global 2024” dengan catatan bahwa pada 2024 suhu Bumi kian panas mencapai 1,5 derajat celsius di atas rata-rata tahun 1850-1900 atau masa pra-industri.

Baca juga: Bicara Perubahan Iklim, Megawati Soekarnoputri Tekankan Prinsip ‘Memayu Hayuning Bawana’

WMO juga mencatat kenaikan tiga kali lipat jumlah karbon dioksida di atmosfer dibandingkan pada tahun 1960. Salah satu penyebabnya ialah kontribusi dari kebakaran hutan/lahan dan berkurangnya penyerapan karbon dioksida oleh lautan dan daratan. Meningkatnya karbon dioksida di atmosfer dapat mengakibatkan pemanasan global yang membuat kenaikan suhu Bumi dan perubahan iklim.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas