Kepala Daerah Didorong Libatkan Pelajar dalam Wujudkan Ketahanan Pangan
Akmal Malik mengajak para kepala daerah bersama sekretaris daerah berperan aktif mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Akmal Malik mengajak para kepala daerah bersama sekretaris daerah berperan aktif mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan
- Isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius Presiden
- Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik mengajak para kepala daerah bersama sekretaris daerah berperan aktif mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan dan kemandirian pangan.
Akmal menyebut, isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius Presiden dan diterjemahkan dalam sejumlah program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta program swasembada pangan.
Baca juga: Pasokan Pangan dalam Program MBG Buka Peluang Investasi Pangan
“Fokus untuk kemandirian pangan itu bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk ketahanan pangan. Misalnya mendorong anak-anak muda dan siswa sekolah menanam satu pohon cabai. Itu sudah bentuk implementasi nasionalisme demi kemandirian pangan,” ujar Akmal dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Hal itu disampaikan Akmal saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Program Prioritas Presiden dan Asta Cita di Hotel Pullman Jakarta Central Park.
Menurut Akmal, Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor strategis seperti pangan.
Dia menyoroti menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian, sementara mayoritas petani saat ini didominasi usia lanjut. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan potensi pangan yang besar.
“Saya mencatat ada sekitar 80 juta anak usia sekolah dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikirannya, bagaimana jika 80 juta anak ini diberikan pendidikan untuk mewujudkan ketahanan pangan,” kata dia.
Akmal menjelaskan, jika sebagian besar pelajar dilibatkan dalam program sederhana seperti menanam cabai, dampaknya akan sangat signifikan.
Baca juga: Guru Besar UIN Jakarta: Kampung Nelayan dan Teknologi Maritim Pilar Ketahanan Pangan
Selain menumbuhkan kesadaran pangan, langkah tersebut juga berpotensi membantu pengendalian inflasi daerah.
“Bayangkan jika satu siswa menanam satu cabai, berarti ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Merawat tanaman itu juga melatih disiplin dan tanggung jawab siswa,” katanya.
Lebih lanjut, Akmal menegaskan kreativitas kepala daerah sangat dibutuhkan dalam merancang inovasi ketahanan pangan berbasis generasi muda.
Dia juga mengingatkan kesiapan daerah penting untuk mendukung program MBG yang ditargetkan menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat, sehingga pasokan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus terjamin.
Selain itu, Akmal mendorong optimalisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
“Jika program ini berjalan optimal, roda perekonomian daerah akan bergerak dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan