Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

SBY Khawatir Perang Dunia III akan Terjadi, Usulkan PBB Segera Gelar Sidang Umum Darurat

SBY menyarankan PPB segera menggelar Sidang Umum darurat yang dihadiri para pemimpin dunia demi mencegah krisis global skala besar.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in SBY Khawatir Perang Dunia III akan Terjadi, Usulkan PBB Segera Gelar Sidang Umum Darurat
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
ANCAMAN PERANG DUNIA - Dalam foto: Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan kekhawatiran akan terjadi prahara besar di dunia, yakni Perang Dunia III. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan kekhawatiran akan terjadi prahara besar di dunia, yakni Perang Dunia III.
  • Menurut SBY, situasi saat ini sudah mirip dengan situasi dunia menjelang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
  • SBY menyarankan PPB segera menggelar Sidang Umum darurat yang dihadiri para pemimpin dunia demi mencegah krisis global skala besar.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan kekhawatiran akan terjadi prahara besar di dunia, yakni Perang Dunia III.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat periode 2025-2030 ini menyebut, sangat mungkin Perang Dunia III terjadi, terlebih setelah dirinya mengamati dinamika global belakangan ini.

Bahkan, menurutnya, situasi saat ini sudah mirip dengan situasi dunia menjelang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

SBY sendiri mengaku dirinya selalu mengikuti perkembangan dunia dalam tiga tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan mantan presiden sekaligus Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya ke-24 itu melalui sebuah cuitan dalam akun media sosial X (dulu Twitter), @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026).

"Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini. Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir."

"Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga."

Rekomendasi Untuk Anda

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit."

"Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini. Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas."

Saat ini, dinamika global diwarnai tensi yang tinggi, di antaranya adalah sebagai berikut, diolah dari laman stimson.org dan cfr.org: 

  • Operasi militer ke Venezuela yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di bawah komando Presiden Donald Trump untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari 2026. 
  • Tak lama setelah operasi militer di Venezuela, Presiden AS Donald Trump juga terang-terangan ingin mencaplok Greenland. Ia bahkan mengancam akan mengenakan tarif dagang kepada negara-negara yang menolak rencana Amerika Serikat menguasai puulau terbesar di dunia, bagian dari Kerajaan Denmark itu.
  • Perang Rusia-Ukraina yang saat ini memasuki tahun kelima.
  • Korea Utara yang baru saja meluncurkan dua rudal balistik ke arah timur, yang diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang pada Minggu, 4 Januari 2026.
  • Ketegangan China dan Taiwan di mana China meningkatkan aktivitas militer di sekitar Taiwan, termasuk latihan agresif.
  • Krisis Iran, di mana Iran menghadapi tekanan eksternal dari Israel dan AS, terutama terkait tudingan adanya program nuklir.
  • Eskalasi ketegangan perang saudara di Sudan menyebabkan terjadinya kejahatan massal lebih lanjut, pengungsian warga, dan meluasnya kekerasan di negara-negara tetangga.

Baca juga: SBY Dituding Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Dukung Langkah Hukum Partai Demokrat

Doa Saja Tidak Cukup

Selanjutnya, SBY menyoroti masih minimnya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan terjadi, terlebih ada banyak bangsa di dunia yang juga tidak berdaya.

Ayah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini pun menyatakan, dirinya selalu berdoa agar tidak terjadi peperangan besar, yang menggunakan senjata nuklir.

Menurutnya, jika perang benar-benar terjadi, maka korban jiwa bisa mencapai lebih dari lima miliar orang, sekaligus menyebabkan kehancuran dengan skala masif.

SBY lantas mengingatkan, doa saja tidak cukup, sebab umat manusia dan bangsa-bangsa sedunia harus berupaya keras untuk mencegah terjadinya perang.

Ia mewanti-wanti, orang atau bangsa yang baik tidak boleh tinggal diam, sebab jika mereka tetap diam, maka yang jahat yang akan menang, sebagaimana yang disampaikan negarawan Irlandia Edmund Burke dan tokoh intelektual dunia kelahiran Jerman, Albert Einstein.

"Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?"

"Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi."

"Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia. Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang."

"Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya."

"Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya."

"Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang."

PBB Harus Segera Menggelar Sidang Umum Darurat

SBY lantas menyampaikan usulan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar Sidang Umum PBB darurat yang dihadiri para pemimpin dunia demi mencegah krisis global skala besar, termasuk potensi terjadinya Perang Dunia III.

Ia tidak menafikan bahwa PBB saat ini juga terbilang tidak berdaya.

Namun, Jenderal TNI Bintang 4 itu juga tidak ingin PBB tercatat dalam sejarah dunia sebagai lembaga yang tidak mampu berbuat apa-apa.

SBY menegaskan, PBB dan para pemimpin dunia harus segera bertindak.

"Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru."

"Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing."

"Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way. *SBY*"

(Tribunnews.com/Rizki A.) 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas