Tim SAR Temukan Dompet Korban Pesawat ATR 42-500, Isinya Uang & Kartu Identitas Hariyadi
Hari keempat proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, tim SAR menemukan dompet yang berisi kartu identitas atas nama Hariyadi.
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Hari keempat proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, Selasa (20/1/2026) tim SAR menemukan dompet yang berisi kartu identitas atas nama Hariyadi.
- Selain identitas di dalam dompet tersebut juga berisi uang tunai.
- Ada pula foto istrinya di dalam dompet.
TRIBUNNEWS.COM, PANGKEP - Hari keempat proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, Selasa (20/1/2026) tim SAR menemukan dompet yang berisi kartu identitas atas nama Hariyadi.
Dari identitas tersebut, Hariyadi diketahui lahir di Karanganyar 5 Desember 1979.
Baca juga: Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Hari Ke-4 di Bulusaraung, 18 Pencari Madu Ikut Dilibatkan
Selain identitas di dalam dompet tersebut juga berisi uang tunai.
Ada pula foto istrinya di dalam dompet.
Hariyadi adalah salah satu dari 7 kru pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban.
Dia adalah (Flight Operation Officer) Indonesia Air Transport (IAT).
Tim SAR gabungan juga menemukan roda pesawat di lereng Gunung Bulusaraung.
Roda itu patah dengan bagian pesawat.
Hingga Senin, baru dua jenazah korban yang sudah ditemukan dari total 10 korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.
Korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
18 Pencari Madu Ikut Pencarian Korban
Sebanyak 18 warga lokal pencari madu ikut dilibatkan dalam proses pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pencari madu adalah orang yang mengambil madu hutan atau madu lebah secara tradisional.
Mereka biasanya mencari madu dengan cara memanjat pohon tinggi, mengasapi sarang lebah, dan menjaga keseimbangan ekosistem agar lebah tetap lestari.
Para pencari madu ini disisipkan di masing-masing tim yang terdiri dari 7 tim.
Jumlah tim pencarian di hari keempat proses pencarian hari ini Selasa (20/1/2026) bertambah dari sebelumnya hanya 5 tim.
Tujuh tim tersebut mulai dari tim 1-6 dan satu lainnya khusus tim ekor pesawat.
Tujuh tim yang berkekuatan 500 lebih petugas SAR gabungan ini, masing-masing didampingi warga lokal.
Dari tujuh tim itu, sudah dibagi juga dua tim khusus evakuasi dan lima lainnya misi pencarian.
Sebelum diberangkatkan, mereka dibriefing lebih dahulu di halaman masjid depan kantor Desa Tompobulu yang menjadi posko utama pencarian.
Apel dipimpin Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan didampingi Asrem Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Abi Kusnianto.
Hadir juga Dandim 1421 Pangkep Letkol Inf Parlindungan Yuandika dan Kapolres Pangkep AKBP Muhammad Husni Ramli dan Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan.
Dalam pengarahan itu, para petugas SAR yang terlibat masing-masing telah mengenakan jas hujan atau mantel.
Hujan Badai
Kondisi cuaca memang menjadi tantangan terberat bagi petugas SAR dalam menjalankan misi kemanusiaan itu.
Bahkan, saat apel masih berlangsung, hujan badai sudah melanda Desa Tompobulu yang merupakan pemukiman warga terdekat dari lereng Gunung Bulusaraung.
Petugas SAR yang dikerahkan sudah dibekali logistik dan peralatan untuk menginap atau ber-camp di lokasi pencarian.
Mereka juga dilengkapi alat komunikasi untuk melaporkan setiap saat temuan atau kondisi yang dialami.
"Pokoknya masing-masing dantim wajib laporan setiap jam-jam ganjil," kata Kolonel Inf Abi Kusnianto memberikan pengarahan.
Pesawat yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan ini mengangkut 10 orang yang terdiri 7 crew dan 3 penumpang.
Pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Dalam pesawat ini, terdapat 10 orang, terdiri 7 kru dan 3 penumpang.
Kru pesawat (7 orang):
- Kapten Andy Dahananto (Pilot in Command)
- Kopilot Farhan Gunawan (Second in Command)
- Hariadi (Flight Operation Officer)
- Restu Adi P (Engineer)
- Dwi Murdiono (Engineer)
- Florencia Lolita (Awak Kabin/Flight Attendant)
- Esther Aprilita S (Awak Kabin/Flight Attendant)
Penumpang (3 orang):
- Ferry Irawan (Pegawai KKP, Analis Kapal Pengawas)
- Deden Mulyana (Pegawai KKP, Pengelola Barang Milik Negara)
- Yoga Noval (Pegawai KKP, Operator Foto Udara)
Penulis: Nurul Hidayah
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Ada Foto Istri, Tim SAR Temukan Dompet Penumpang Pesawat ATR 42-500
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.