Prabowo Akan Bertemu PM Inggris Keir Starmer Bahas 4 Bidang Kemitraan Strategis
Prabowo Subianto akan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dalam lawatannya ke London
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dalam lawatannya ke London, Selasa (20/1/2026).
Dalam pertemuan, Prabowo dan Keir Starmer akan membahas sejumlah peningkatan kerja sama atau kemitraan kedua negara.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan terdapat empat bidang kemitraan strategis yang akan dibahas dalam pertemuan Prabowo dan Starmer, di antaranya pertahanan dan keamanan; ekonomi; masyarakat dan sosial; serta iklim, energi, dan alam.
"Inilah dokumen utama dan inisiatif kunci yang kami luncurkan dalam kunjungan kali ini. Kemitraan tersebut mencakup empat pilar," kata Dominic dalam video yang diterima Tribunnews.com.
Presiden Prabowo kata dia menganggap Inggris sebagai rumah keduanya.
Baca juga: Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan lewat Video Conference dari London
Selain bertemu PM Starmer, Prabowo juga dijadwalkan bertemu Raja Charles III dan juga jajaran wakil rektor dari universitas terkemuka di Inggris.
Prabowo juga akan bertemu para pelaku usaha Inggris dan pengusaha Indonesia.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan satu kerja sama yang akan ditandatangani dalam kunjungan Prabowo ke Inggris adalah kerja sama maritim.
"Beberapa agenda yang menjadi pokok pembahasan Bapak Presiden dalam lawatan kali ini adalah yang pertama, berkenaan dengan beliau akan menandatangani Maritime Partnership di kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita," katanya.
Baca juga: Agenda Prabowo di Inggris dan Swiss, Bertemu Raja Charles III hingga Pidato di WEF
Selain itu, rencananya dalam pertemuan dengan Raja Charles III, Presiden Prabowo akan membahas konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh.
Menurut dia, sekitar 8 bulan yang lalu, Presiden telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah.
"Yakni itu atas kerja sama dengan Raja Charles," katanya.
Sementara itu dalam rencana pertemuan dengan Wakil Rektor sejumlah Universitas terkemuka di Inggris, Presiden akan membahas mengenai kemungkinan membuka kampus baru di Indonesia.
"Sebagaimana yang di dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan, untuk mengejar ketertinggalan kita di beberapa bidang; di antaranya tentu bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran," pungkasnya.
Baca tanpa iklan