Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cak Imin: Pesantren Kaya Inovasi tapi Perlu Akselerasi Implementasi

Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pesantren sebenarnya telah memiliki tradisi inovasi yang kuat. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Cak Imin: Pesantren Kaya Inovasi tapi Perlu Akselerasi Implementasi
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
TRANSFORMASI PESANTREN - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Dewan Pembina Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pesantren sebenarnya telah memiliki tradisi inovasi yang kuat.  

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum PKB sekaligus Dewan Pembina Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa pesantren memiliki tradisi inovasi yang kuat.
  • Tantangan utama saat ini adalah kecepatan dalam mengadopsi dan mengeksekusi perubahan, bukan kurangnya inovasi.
  • Dalam Rapat Kerja FPTP 2026 di Jakarta, Cak Imin menekankan perlunya penguatan dan percepatan implementasi inovasi pesantren, dengan FPTP berperan strategis mendorong akselerasi transformasi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Dewan Pembina Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pesantren sebenarnya telah memiliki tradisi inovasi yang kuat. 

Namun, menurutnya tantangan utama saat ini adalah kecepatan dalam mengadopsi dan mengeksekusi perubahan.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin itu, saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) FPTP Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

“Inovasi pesantren itu sudah luar biasa. Kita bukan tidak inovatif, tetapi perlu penguatan dan percepatan implementasi. Tinggal bagaimana kita menentukan titik awal dan merumuskan formula yang tepat. Di sinilah peran strategis FPTP untuk mendorong akselerasi transformasi pesantren agar berjalan lebih optimal,” kata Cak Imin.

Cak Imin menilai kerja-kerja FPTP memiliki nilai strategis sekaligus mulia. 

Menurutnya, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dan sistematis, program-program FPTP dapat membawa pesantren dari keterbatasan menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menko Pemberdayaan Masyarakat itu juga menekankan dua agenda utama yang harus segera dilakukan pesantren, yakni adaptasi dan adopsi metodologi pendidikan baru serta kemampuan mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi (saintek).

“Karakter pendidikan itu dibangun dari sistem. Semakin baik sistemnya, maka semakin baik pula output lulusan pesantren, sehingga memiliki daya saing yang kuat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Cak Imin berharap FPTP dapat berperan sebagai jembatan yang efektif antara pesantren, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pesantren secara menyeluruh. 

“Insyaallah apa yang dilakukan FPTP mampu menggerakkan seluruh subjek untuk terlibat aktif dalam transformasi pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur FPTP, KH Saifullah Maksum, menegaskan bahwa Raker FPTP 2026 tidak lagi difokuskan pada perdebatan konseptual mengenai persoalan pesantren.

“Soal problem, rekomendasi tokoh, hingga paradigma pesantren sudah kita bahas dan susun dalam berbagai forum dan buku. Sekarang yang kita cari adalah cara dan metode yang paling efektif agar pesantren mampu mengimplementasikan semua rekomendasi itu dan menjadi lebih maju,” katanya.

KH Saifullah mengakui bahwa FPTP memiliki banyak program strategis pada tahun ini, namun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan kapasitas pendukung.

Kendati demikian, ia menegaskan komitmen FPTP untuk terus berjuang demi kesejahteraan dan pemberdayaan pesantren.

“Niat kita jelas, bagaimana pesantren berdaya, sejahtera, dan tidak kalah bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya,” pungkasnya.

Raker FPTP 2026 ini diikuti oleh jajaran pengurus inti FPTP, di antaranya KH Badawi Basyir, KH Maman Imanulhaq, KH Zainal Arifin Junaidi, KH Nasirul Mahasin, serta unsur Dewan Pengarah, Dewan Eksekutif, dan para adviser FPTP.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas