Profil Perry Warjiyo, Sosok yang Usulkan Nama Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI
Berikut rangkuman profil Gubernur BI Perry Warjiyo, sosok yang mengusulkan nama Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Nama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono diusulkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai calon Deputi Gubernur BI.
- Perry Warjiyo mengusulkan nama Thomas Djiwandono bersama dua kandidat lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.
- Berikut rangkuman profil Perry Warjiyo, sosok yang mengusulkan nama Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI.
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku dirinya ikut mengusulkan nama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI.
Usulan nama Thomas Djiwandono di bursa calon Deputi Gubernur BI ini pun telah disampaikan Perry ke Presiden Prabowo Subianto, bersama dua kandidat calon lainnya.
Selanjutnya tiga nama usulan calon Deputi Gubernur BI, termasuk Thomas Djiwandono ini diserahkan Presiden Prabowo ke DPR untuk selanjutnya dilakukan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan.
Hal ini diungkapkan oleh Perry Warjiyo dalam konferensi Pers Bank Indonesia dalam rangka Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan, yang disiarkan di kanal YouTube Bank Indonesia Channel, Rabu (21/1/2026).
"Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 14 Januari 2026 menyampaikan kepada Bapak Presiden rekomendasi usulan calon deputi gubernur yaitu Bapak Thomas Djiwandono, Bapak Dick Kartiko dan Bapak Solikin M. Juhro," kata Perry dalam keterangan persnya, Rabu (21/1/2026).
Lantas siapakah sebenarnya sosok Perry Warjiyo ini?
Berikut rangkuman profil Perry Warjiyo, sosok yang mengusulkan nama Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI.
Profil Perry Warjiyo
Melansir laman resmi Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat ini menjabat sebagai Gubernur BI untuk periode 2023-2028.
Perry Warjiyo diketahui lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada tahun 1959.
Sebelumnya Perry pernah menempuh pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1982.
Perry Warjiyo kemudian melanjutkan pendidikan di Iowa State University hingga meraih gelar Master pada tahun 1989 dan meraih gelar Ph.D di tahun 1991.
Baca juga: Perry Warjiyo Akui Usulkan Nama Thomas Djiwandono ke Prabowo untuk Jadi Calon Deputi Gubernur BI
Jabatan Gubernur BI ini sudah diemban Perry selama dua periode. Tepatnya pada periode 2018-2023. Perry kemudian kembali ditetapkan menjadi Gubernur BI untuk periode 2023-2028.
Perry Warjiyo resmi ditetapkan menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk kedua kalinya berdasarkan Keputusan Presiden RI No.38/P Tahun 2023 tanggal 5 Mei 2023, dan mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 24 Mei 2023.
Sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013-2018.
Dalam kurun waktu 2009-2013, Perry Warjiyo juga menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional, serta Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.
Sebelum kembali ke Bank Indonesia pada tahun 2009, Perry Warjiyo menduduki posisi penting selama 2 tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada tahun 2007-2009.
Perry Warjiyo memiliki karier yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta Biro Gubernur.
Baca juga: Adu Harta Calon Deputi Gubernur BI: Thomas Djiwandono Terkaya Capai Rp74 M, Dicky Paling Sedikit
Prestasi Perry Warjiyo telah diafirmasi oleh berbagai penghargaan nasional dan internasional di antaranya:
- Pemimpin Terpopuler Di Media Pemberitaan Online 2023 dari Indonesia Government Awards 2023,
- Anugerah Hamengku Buwono IX dari Universitas Gadjah Mada tahun 2022,
- Pemimpin Terpopuler Di Media Arus Utama 2022 dari Serikat Perusahan Pers,
- Kategori Pemimpin Terpopuler di Media On-line 2021 dari IDEAS 2022,
- Governor of the Year se-Asia Pasifik dari media Global Markets tahun 2019,
- Tokoh Syariah ASR 2019 dari Anugerah Syariah Republika tahun 2019
Baca juga: Harta Kekayaan Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI
Tak hanya prestasi pribadi, di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo sebagai Gubernur, Bank Indonesia juga memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain:
- The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) tahun 2022 dan 2018,
- Best Asset Owner in Southeast Asia dalam Institutional Excellence Award dari Asian Investor tahun 2022,
- Contact Center World 2021, dan Contact Center World 2022 dengan penghargaan tertinggi Certified World Class,
- Global Top Ranking Performers dari Central Banking Publications tahun 2021,
- The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Bankers tahun 2020,
- Gold Winner - Stevie Asia Pacific Award for Innovation in Technology Development, kategori Government, dari Asia Pacific Stevie Awards tahun 2020,
- The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific Award dari The Asian Banker tahun 2021.
Baca juga: Perry Warjiyo Pastikan Proses Pencalonan Deputi Gubernur BI Tak Ganggu Kinerja Bank Sentral
Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membuat Perry Warjiyo gemar menulis dan pernah menerbitkan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional.
Beberapa buku hasil karyanya yang fenomenal adalah Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).
3 Nama Calon Deputi Gubernur BI
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun mengungkap tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yakni Thomas Djiwandono, Diki Kartikoyono, dan Solikhin M. Juhro.
Misbakhun juga menyebut Surat Presiden (Surpres) terkait calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) telah dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR dan resmi ditugaskan kepada Komisi XI.
"Surpresnya sudah tadi dibicarakan di Bamus Dan ditugaskan kepada Komisi 11 Besok Komisi 11 akan melakukan rapat internal mengatur jadwal fit and proper test," ujar Misbakhun saat ditemui di Kompleks Parlemen DPR RI, Senin (19/1/2026).
Misbakhun menjelaskan, hingga saat ini jadwal pelaksanaan fit and proper test belum ditetapkan secara pasti dan masih akan dibahas dalam rapat internal Komisi XI.
Baca juga: Fakta-fakta Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Disebut Bukan Usulan Prabowo
"Jadwalnya baru kita tentukan. Ya pokoknya Minggu inilah. Mau hari apa yang penting kan hari kerja," imbuhnya menegaskan.
Terkait alur pengajuan calon Deputi Gubernur BI, Misbakhun menuturkan bahwa usulan berasal dari Bank Indonesia dan disampaikan kepada Presiden, kemudian Presiden mengirimkan Surpres kepada DPR RI.
Surpres tersebut, lanjut Misbakhun, dikirimkan menyusul adanya pengunduran diri Deputi Gubernur BI sebelumnya, Juda Agung. Namun, Komisi XI DPR belum mengetahui alasan detail pengunduran diri tersebut.
"Tanya sama Pak Juda Agung alasannya. Pokoknya alasan surat Presiden itu karena adanya pengunduran diri," tegas Misbakhun.
Misbakhun menegaskan, kekosongan jabatan Deputi Gubernur BI tidak boleh berlangsung terlalu lama. Karena itu, Komisi XI akan mempercepat proses seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca juga: Thomas Djiwandono Calon Deputi Gubernur BI, Dasco: Bukan Usulan Presiden
"Komisi 11 gak tahu alasan pengunduran dirinya. Saya belum pegang suratnya. Nanti kan di dalam surat itu kan pada saat kita itu. Dokumennya masih di sekretariat BAMUS Nanti dikirim ke Itu saya belum baca tadi," papar dia.
Terkait pelaksanaan fit and proper test, Misbakhun memastikan prosesnya akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
"Kita lihat aja kan fit and proper terbuka Fit and proper terbuka. Kalian juga bisa menilai tentang kemampuan, kapasitas dan sebagainya," ucap dia.
Ia pun menyampaikan pandangan pribadinya terhadap salah satu calon, yakni Thomas Djiwandono. Meski demikian, Misbakhun menegaskan keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui pembahasan dan kesepakatan politik di Komisi XI DPR RI.
"Saya kenal tiga-tiganya, kenal tiga-tiganya Nanti kan kita rapatkan di Komisi 11 keputusan politiknya karena itu adalah jabatan politis. Nanti kesepakatan politiknya seperti apa," paparnya.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Nitis Hawaroh)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.