Wakil Ketua DPR Cucun Serukan Transformasi Total Pesantren: Santri Harus Melek Sains dan Teknologi
Pentingnya transformasi total pesantren agar melahirkan santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga menguasai sains dan teknologi
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, menyerukan pentingnya transformasi total pesantren.
- Hal ini agar pesantren mampu melahirkan santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga menguasai sains dan teknologi.
- Hal tersebut disampaikan Cucun saat meresmikan Majelis Al-Halimah di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, menyerukan pentingnya transformasi total pesantren agar mampu melahirkan santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga menguasai sains dan teknologi.
Hal tersebut disampaikan saat meresmikan Majelis Al-Halimah di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).
Peresmian Majelis Al-Halimah digelar bertepatan dengan pra puncak Haul ke-26 Masyayikh Miftahul Huda Al-Musri serta Halaqoh Nasional yang dihadiri ribuan santri, ulama, dan tokoh nasional.
Momentum ini dimanfaatkan Cucun untuk menegaskan bahwa pesantren berada di titik krusial dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Transformasi pesantren bukan sekadar perubahan fisik atau pembangunan gedung semata, melainkan perubahan fundamental pada manusianya, metode pembelajarannya, hingga tujuan pendidikannya. Kita harus mampu mengintegrasikan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan sains dan teknologi,” kata Cucun.
Baca juga: Kemenag Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatera Rp 155 M, Target Pemulihan Masjid hingga Pesantren
Menurutnya, pesantren memiliki peran historis yang sangat kuat dalam membentuk karakter bangsa.
Namun, di tengah arus digitalisasi dan persaingan global, pesantren dituntut untuk lebih adaptif dan inovatif agar tidak tertinggal.
Cucun menekankan bahwa santri masa depan harus memiliki keseimbangan antara akhlak mulia dan kompetensi profesional.
“Dari rahim pesantren, kita harapkan lahir generasi yang tidak hanya berakhlakul karimah, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Santri harus siap mengambil peran strategis dalam memimpin berbagai sektor pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Baca juga: Cak Imin Fasilitasi Dua Santri Korban Ponpes Al Khoziny Berlibur di Jakarta
Acara yang dirangkai dengan Halaqoh Nasional ini dihadiri oleh sejumlah ulama, akademisi, dan praktisi Pendidikan diantaranya KH. Mamal Malu Murtadlo, KH. Sampul Uyun, Umi Hj. Siti Maryam, Anggota DPR RI Fraksi PKB KH. Maman Imanulhaq, Jajaran DPC PKB Cianjur, Anggota DPRD PKB, Dewan Kiai Ponpes Al-Musri dan Dewan Ampuh Ponpes Al Musri serta Jamiyyatul Mukimin Al-Musri.
Baca tanpa iklan