Pemerintah Daerah dan BNN Sepakat Menginisiasi Gerakan Hadapi Ancaman Narkotika
Apkasi menginisiasi gerakan nasional Indonesia Bersinar untuk melawan peredaran narkoba.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Apeksi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menginisiasi gerakan lawan narkoba.
- Gerakan ini untuk mencegah paparan narkotika dan obat terlarang di masyarakat karena peredarannya yang makin meresahkan.
- Di program ini Apkasi dan BNN juga menggandeng Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) agar gerakan ini menjangkau seluruh wilayah kabupaten/kota di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menginisiasi gerakan nasional Indonesia Bersinar (Bersih Dari Narkoba) untuk membentengi generasi Indonesia dari ancaman dan narkotika yang kian mengkhawatirkan.
Komitmen ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis antara Apkasi, Apeksi, dan Pemerintah Kabupaten Lahat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di GOR Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, Kamis lalu, 22 Januari 2026.
Kabupaten Lahat adalah salah satu daerah tingkat II di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia, dengan ibu kota di Kota Lahat.
Kabupaten ini berjarak 240 Km ke Kota Palembang, dengan waktu tempuh rata-rata 3–5 jam tergantung moda transportasi dan kondisi lalu lintas.
Bursah Zarnubi: Ini bukan seremonial
Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi menyatakan deklarasi ini bukan sekadar seremonial administratif, melainkan panggilan darurat atas kondisi lapangan.
Menurutnya, peredaran gelap narkotika kini telah bertransformasi menjadi ancaman asimetris yang menyerang langsung ke jantung pertahanan keluarga di Indonesia.
"Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa. Gerakan Indonesia Bersinar diawali dari keprihatinan bahaya narkoba saat ini ibaratnya sudah di depan halaman rumah kita. Ini musuh tidak terlihat tapi dampaknya mematikan bagi masa depan bangsa. Karena itu, Apkasi bersama Apeksi terpanggil memulai gerakan nasional ini secara masif," katanya dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Minggu (25/1/2026).
Bursah yang juga Bupati Lahat menekankan inisiatif ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo khususnya poin ke-7 yang menekankan pada penguatan sumber daya manusia serta poin ke-6 mengenai pembangunan dari desa.
"Presiden memberikan peta jalan jelas. Jika Indonesia mau maju, syarat utamanya bangsa sehat mental dan spiritual. Kita ditargetkan menguasai science, technology, engineering, dan mathematics (STEM). Namun, target itu mustahil tercapai jika daya pikir inovatif dan kreatif generasi muda dirusak kecanduan narkoba," jelas Bursah.
Bursah menambahkan kolaborasi antara Apkasi dan Apeks bisa menjadi kekuatan besar yang mampu menjangkau 514 kabupaten dan kota di Indonesia.
"Ini adalah milestone. Kami mau memastikan perang melawan narkoba jadi isu strategis yang diseriusi semua kepala daerah sebagai wujud tanggung jawab menjaga amanah Presiden dan melindungi rakyat dari kemiskinan sistemik akibat narkotika," tegasnya.
Apresiasi BNN
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan penghargaan khusus kepada Bupati Lahat atas perannya sebagai inisiator nasional deklarasi ini.
Ia memuji langkah nyata Pemkab Lahat yang mengoperasikan kantor Satuan Kerja (Satker) P4GN sebagai pelopor bagi daerah lain.
"Kini dari 514 kabupaten/kota, baru ada 182 Satker. Lewat MoU dengan Apkasi dan Apeksi, kami menargetkan akselerasi penguatan Satker di Indonesia. Kita tak boleh anggap remeh. Ancaman narkoba kini bermutasi dalam bentuk new psychoactive substances (NPS). Di tingkat global ada 1.386 zat, dan 175 di antaranya sudah masuk Indonesia," paparnya.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun). Narkoba dikemas secara kamuflase dalam bentuk liquid vape hingga minuman sachet. "Anak muda harus dibekali literasi narkotika yang kuat dan pondasi agama kokoh agar memiliki ketahanan intrinsik atas rayuan barang haram ini," imbuhnya.
Sejalan dengan visi Apkasi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan desa kini jadi garda terdepan sekaligus benteng terakhir melawan narkoba. Ia mengungkapkan fakta narkoba kini menyusup hingga pelosok dusun tanpa disadari warga.
"Kita nyalakan lampu kuning. Narkoba menyelinap ke desa-desa, merusak tatanan sosial kita. Melalui program Desa Bersinar yang berkolaborasi dengan BNN, Kemendes PDT akan menggiatkan 12 program prioritas untuk memastikan warga desa tetap produktif secara positif," ujar Yandri.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.