Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jusuf Kalla: 75 Persen 'Sound System' Masjid di Indonesia Perlu Diperbaiki

Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan sekitar 75 persen masjid di Indonesia masih memiliki masalah pada pengelolaan sound system. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jusuf Kalla: 75 Persen 'Sound System' Masjid di Indonesia Perlu Diperbaiki
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
SOUND SYSTEM MASJID - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan sekitar 75 persen masjid di Indonesia masih memiliki masalah pada pengelolaan sound system.  

Ringkasan Berita:
  • Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen masjid di Indonesia masih memiliki masalah dalam pengelolaan sound system dan perlu segera diperbaiki.
  • Menurut JK, kualitas tata suara sangat penting karena dakwah dan ibadah di masjid disampaikan melalui pengeras suara. 
  • Masalah bukan hanya pada perangkat, tetapi juga pada pengaturan, operasional, dan penyesuaian dengan karakter bangunan masjid.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan sekitar 75 persen masjid di Indonesia masih memiliki masalah pada pengelolaan sound system. 

Dirinya mengatakan masjid-masjid tersebut perlu mendapatkan perbaikan. 

"75 persen masjid itu punya sound system yang perlu diperbaiki operasionalnya. 75 persen di seluruh Indonesia," kata JK di Paragon Community Hub, Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Menurut JK, masalah pada sound system berdampak pada kualitas dakwah dan kekhusyukan ibadah di masjid.

"Bagi DMI dan masjid, sound system itu sangat penting. Karena menyampaikan dakwah dan ibadah itu semua melalui sound system," ujar JK.

Persoalan sound system masjid, kata JK, tidak hanya terletak pada perangkat yang digunakan.

Rekomendasi Untuk Anda

JK menilai pengaturan, operasional, dan penyesuaian dengan karakter bangunan masjid juga bisa menghasilkan sound system yang buruk. 

"Karena itu operasionalnya harus bagus, setting-nya harus bagus, dan itu harus diajarkan. Cara menyesuaikan dengan gedung masjid juga harus benar," katanya.

Dirinya menjelaskan salah satu penyebab utama buruknya kualitas tata suara masjid adalah pengelolaan yang tidak profesional. 

Selama ini, JK mengatakan pengaturan sound system diserahkan kepada pihak yang belum memiliki pemahaman memadai.

"Yang pasang itu kadang anak-anak yang tinggal di masjid, apalagi kalau subuh. Cara pasangnya yang penting volumenya besar, padahal belum tentu benar," ujarnya.

Penggunaan pengeras suara masjid, kata JK, harus disesuaikan dengan ukuran bangunan, kondisi lingkungan, serta karakter masyarakat sekitar, bukan sekadar mengejar volume keras.

"Harus sesuai dengan besarnya masjid dan suasana masyarakat. Tidak asal pasang pembesar suara yang keras saja," katanya.

JK mengingatkan bahwa masjid memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah, sehingga suasana yang tercipta harus mendukung kekhusyukan.

Ia berharap pengelolaan sound system masjid semakin profesional agar dakwah dapat tersampaikan dengan baik.

“Masjid itu harus syahdu. Kesyahduan di masjid itu penting karena ini ibadah, bukan hiburan. Kalau hiburan mungkin sekerasnya orang senang, tapi ini ibadah,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas