Yuk Jadi Konsumen Cerdas, Ini Fakta Penting Soal Mi Telur
Mi kering dan mi telur sering dianggap sama. Padahal bahan, tekstur, dan gizinya berbeda. Ini penjelasannya.
TRIBUNNEWS.COM - Inilah salah satu makanan paling populer di dunia! Apalagi kalau bukan Mi. Hampir di setiap belahan dunia, mi mudah ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari mi basah hingga mi kering.
Di pasaran, dua jenis mi yang paling banyak beredar adalah mi kering dan mi telur. Meski sama-sama berbahan dasar gandum, keduanya memiliki perbedaan pada bahan baku dan tekstur, lho!
Biar makin menambah wawasan soal dunia per-mi-an, ini penjelasan dari Silvester Yansen Parera, Public Relation PT Surya Pratista Hutama (Suprama), Produsen dari Mi Burung Dara.
Silvester Yansen menjelaskan definisi masing-masing. Mi kering, yaitu mi mentah yang telah dikeringkan agar lebih awet, tahan lama, dan kadar airnya rendah (sekitar 8-10 persen). Sedangkan Mi Telur adalah jenis mi yang dalam adonannya menggunakan campuran telur dan tepung terigu. Baik mi kering maupun mi telur sangat serbaguna untuk mi ayam, mi rebus, mi goreng, atau campuran masakan lain.
Sama-sama unggul, namun mi telur bertekstur lebih kenyal, tidak mudah hancur/patah saat dimasak, dan memberikan rasa gurih yang lebih khas, warnanya kuning cerah alami dari telur.
“Mi telur pada dasarnya terbuat dari campuran tepung terigu dan tepung telur. Untuk tepung telur sendiri adalah produk olahan telur segar yang dikeringkan dan dijadikan bubuk,” papar Yansen.
Tepung telur biasa untuk kebutuhan industri yang membutuhkan bahan baku telur secara instan dan dalam jumlah besar. Tepung telur ini sebagai pengganti telur segar karena tahan disimpan hingga satu tahun (suhu ruang), dan juga digunakan dalam industri bakery, biscuit dan mayones.
“Keunggulan lain dari tepung telur yaitu memiliki daya simpan tinggi, lebih awet daripada telur segar dan higienis, sebab pada proses pasteurisasi membunuh bakteri seperti Salmonella,” tambah Silvester.
Baca juga: Mi Burung Dara Dukung Program MBG, Gandeng ICA untuk Kawal Standar Gizi dan Keamanan Pangan Nasional
Penambahan kandungan telur inilah yang menjadikannya mi telur yang lebih bergizi dan bertekstur, yaitu tekstur kenyal dan tidak mudah putus saat dimasak.
“Jadi, disinilah letak pembeda antara mi kering dan mi telur sehingga dari namanya saja sudah mencerminkan bahan utamanya,” terangnya.
Sebagai salah satu produsen mi terbesar di Indonesia, PT Suprama dikenal karena kualitasnya yang konsisten. Menjadi andalan keluarga dan pelaku kuliner selama lebih dari 50 tahun dan sudah diekspor ke berbagai negara di dunia. Kualitas produk Mi Burung Dara membuktikan konsistensi, kualitas, dan kepercayaan yang tak perlu diragukan lagi,
Silvester Yansen mengatakan, PT Suprama terus memastikan bahwa seluruh produk Mi Burung Dara mencantumkan komposisi dan nilai gizi sesuai dengan ketentuan dan memenuhi peraturan dan panduan keamanan pangan di Indonesia.
Perusahaan keluarga yang didirikan tahun 1972 di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan pabrik di Sidoarjo dan Demak ini, memproduksi merek-merek terkenal seperti Mi Burung Dara, Mi Urai, Best Wok dan Mi Burung Dara Reborn, dengan standar kualitas internasional.
“Sesuai keterangan yang dikeluarkan oleh BPOM RI, semua produk kami aman untuk dikonsumsi dan menyebutkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk, sudah lengkap dan sesuai prosedur,” jelasnya.
Menjamin legalitas dan keamanan semua produk Mi Burung Dara sesuai standar keamanan pangan dan standar yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), tersertifikasi berdasarkan standar internasional dan juga sertifikasi Halal MUI.
“Jadi konsumen, tak perlu was-was karena semua produk Mi Burung Dara, jelas komposisinya, terjamin keamanan, kualitas, serta kehalalannya, sehingga terhindar dari risiko bahan berbahaya,” pungkasnya.
Baca juga: Mi Burung Dara Hadir di SIAL Interfood 2025, Usung Inovasi Produk dan Pengalaman Kuliner
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.