Ahok Sebut Golf Hal Biasa, Hakim Tanyakan Potensi Konflik Kepentingan
Hakim anggota Sigit Herman Binaji mempertanyakan hal itu juga berpotensi terjadi konflik kepentingan.
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Hakim menanyakan kepada Ahok soal kebiasaan bermain golf dalam pertemuan bisnis Pertamina, karena bisa menimbulkan konflik kepentingan.
- Menurut Ahok, sistem digital dan transparansi adalah kunci untuk mencegah kebocoran anggaran dan praktik tidak benar di perusahaan.
- Kasus ini terkait dugaan korupsi tender pengadaan bahan bakar, di mana jaksa menuduh ada perlakuan istimewa dan pemberian hadiah kepada pihak tertentu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis hakim perkara dugaan korupsi minyak Pertamina mendalami kesaksian Komisaris Utama Pertamina periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut kegiatan golf merupakan hal yang biasa di direksi Pertamina saat bertemu dengan pihak lain yang punya kepentingan.
Hakim anggota Sigit Herman Binaji mempertanyakan hal itu juga berpotensi terjadi konflik kepentingan.
"Kalau aspek bisnis saya setuju, memang kalau bisnis itu memang friendly, cari teman, nggak cari musuh, harus banyak teman. Tapi apakah saudara juga tidak pikirkan bahwa hal itu bisa berpotensi menimbulkan konflik kepentingan," tanya hakim Sigit di persidangan PN Tipikor Jakpus, Selasa (27/1/2026).
Ahok di persidangan menjelaskan dalam sistem digital dibuat transparan. Ia lalu menceritakan pengalamannya saat memimpin DKI Jakarta dan hampir seluruh proses pengelolaan anggaran berpotensi bocor.
Kemudian ia menerapkan sistem digital untuk meningkatkan transparansi dan menekan kebocoran keuangan.
"Sekarang sama seperti Pertamina. Ketika saya menyadari, kalau tender 3 bulan terus ini jadi mahal, cari kapalnya susah. Makanya saya mengusulkan, Anda harus lakukan Supplier Held Stock (stok yang dipegang pemasok). Supaya siapapun mau nitipkan minyak mentah dan BBM di Indonesia. Dan kita sudah punya LKPP, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah," kata Ahok.
Lanjutnya bisa bikin halaman khusus, seperti yang ia buat di Jakarta menjadi provinsi pertama yang punya halaman khusus.
"Makanya saya punya cita-cita pertamina sebagai BUMN pertama, punya halaman khusus di LKPP, itu sudah dalam negosiasi untuk membuat, karena jutaan item," jelas Ahok.
Ahok menegaskan itu resistem membuat mereka tidak lakukan. Sebagai komut sudah ia sampaikan, kalau kepala lurus bawahnya tidak berani untuk tidak lurus.
"Saya tekankan kepada seluruh direksi, saya gubernur juga sama, semua orang ada harganya, saya setuju. Tapi harga saya, kalau mau suap saya, adalah nyawa saudara. Kalau Anda melakukan, saya terima jadi itu dasar. Kalau kepala lurus bawah tidak berani tidak lurus. Makanya saya berani hadapin siapapun. Karena saya bersih, saya transparan dan memberikan solusi," tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ahok mengaku terpaksa sekolah golf karena relasinya bidang minyak terutama dari luar negeri bermain golf. Ahok bahkan mengaku golf adalah tempat negosiasi paling murah.
Dakwaan Penuntut Umum
Diketahui dalam surat dakwaannya, Edward Corne disebut memberikan perlakuan istimewa kepada BP Singapore Pte. Ltd. dalam pengadaan Gasoline RON90 dan RON92 Term H1 dengan cara memberikan informasi terkait alpha pengadaan kepada BP Singapore Pte. Ltd. dan Sinochem International Oil Pte. Ltd.
Tak hanya itu Edward juga memberikan tambahan waktu penawaran kepada BP Singapore Pte. Ltd. meskipun sudah melewati batas waktu penyampaian penawaran serta kepada Sinochem International Oil Pte. Ltd. sehingga BP Singapore Pte. Ltd. dan Sinochem International Oil Pte. Ltd. dapat memenangkan tender tersebut.
Terdakwa Edward Corner disebut juga mengusulkan BP Singapore Pte. Ltd. dan Sinochem International Oil Pte. Ltd. selaku calon pemenang tender melalui memo hasil pelelangan khusus gasoline RON 90 dan RON 92 Term H1 2023 kepada Maya Kusmaya setelah diberikan perlakuan istimewa dalam proses pelelangan oleh Edward Corne.
Edward Corne menerima pemberian hadiah parcel (Tas golf) dari Ferry Mahendra Setya Putra selaku Originator Specialist Business Development pada PT Jasatama Petroindo (Perusahaan yang terafiliasi BP Singapore Group) berkaitan dengan proses pengadaan yang telah dilaksanakan dan dimenangkan oleh BP Singapore Pte. Ltd.
Sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero), PN Tipikor Jakpus, pada Selasa (27/1/2026). Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jadi saksi di sidang.
Baca tanpa iklan