Profil Djoko Priyono, Disebut Ahok Dirut Terbaik PT Kilang Pertamina Malah Dicopot, Hartanya Rp18 M
Eks Komisaris Utama PT Pertamina Ahok menyinggung nama eks Dirut PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono.
Penulis:
Rakli Almughni
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Eks Komisaris Utama PT Pertamina Ahok menyinggung nama eks Dirut PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono.
- Ahok menyebut bahwa Djoko Priyono adalah orang terbaik di PT Kilang Pertamina, tetapi malah dicopot.
- Ahok meminta jaksa memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pertamina karena telah mencopot Djoko Priyono.
TRIBUNNEWS.COM - Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyinggung nama mantan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono di dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pertamina di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Djoko Priyono disebut Ahok sebagai salah satu orang yang berkinerja terbaik di Pertamina, tetapi justru jabatannya dicopot.
Bahkan, Ahok mengaku menangis saat mengetahui bahwa Djoko Priyono dicopot jabatannya.
Sebagai informasi, Ahok menjadi saksi dari jaksa penuntut umum (JPU) dalam kapasitasnya sebagai eks Komut Pertamina pada perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
"Ketika dia (Djoko Priyono) dicopot, saya pun nangis. Saya telepon dia. Dia bilang gini, 'pak, sudahlah pak, saya di Yogya saja, kerja las saja' dia bilang," kata Ahok, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.
"Saya pikir BUMN ini keterlaluan mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan yang saya lakukan dicopot?" tegasnya.
Ahok lalu menantang JPU untuk memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Ahok Blak-blakan di Sidang: Jadi Komut Pertamina karena Jokowi, Mundur karena Ganjar
"Ini orang terbaik Pak Djoko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?" imbuhnya.
Lantas, siapa sosok Djoko Priyono? Berikut profilnya.
Profil Djoko Priyono
Djoko Priyono adalah mantan pejabat tinggi di PT Kilang Pertamina Internasional.
Ia sempat mengemban jabatan sebagai Dirut PT Kilang Pertamina Internasional.
Djoko tercatat aktif menduduki posisi Dirut PT Kilang Pertamina Internasional sejak tahun 2021 hingga 2022.
Jabatan Joko Priyono kala itu digantikan oleh Taufik Aditiyawarman pada 15 Maret 2022 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RPS).
Djoko Priyono telah malang melintang berkarier PT Pertamina (Persero).
Ia tercatat pernah menjabat sebagai GM Refinery Unit IV unit kerja pengolahan PT Pertamina di Cilacap.
Selain itu, Djoko juga sempat menjabat sebagai VP Reliability di unit kerja pengolahan PT Pertamina.
Djoko tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp18,4 miliar.
Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Djoko terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN KPK pada 31 Maret 2022.
Sumber harta terbanyaknya berasal dari kas yang ia miliki senilai Rp14,7 miliar.
Selanjutnya disusul dari harta tanah dan bangunan sebesar Rp3,1 miliar.
Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan milik Djoko Priyono.
I. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 3.124.301.632
1. Tanah Seluas 483 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HASIL SENDIRI Rp. 215.562.900
2. Tanah dan Bangunan Seluas 300 m2/228 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HASIL SENDIRI Rp. 485.508.672
3. Tanah Seluas 2.315 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 149.074.425
4. Tanah Seluas 2.255 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 145.210.725
5. Tanah Seluas 2.290 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 141.590.700
6. Tanah Seluas 2.287 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 141.405.210
7. Tanah Seluas 1.880 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 175.000.000
8. Tanah dan Bangunan Seluas 240 m2/195 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, Rp. 770.715.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 1.310 m2/400 m2 di KAB / KOTA KLATEN, Rp. 309.334.000
10. Tanah Seluas 325 m2 di KAB / KOTA KLATEN, Rp. 30.900.000
11. Tanah Seluas 224 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000
12. Bangunan Seluas 33 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 534.120.000
1. MOTOR, SUZUKI SPIN SEPEDA MOTOR Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 5.000.000
2. MOBIL, HONDA HRV Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 320.100.000
3. MOBIL, HONDA BRIO Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 189.500.000
4. MOTOR, HONDA SCOOPY Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 19.520.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 31.325.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 14.717.722.368
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 18.407.469.000
II. HUTANG Rp. ----
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 18.407.469.000
(Tribunnews.com/Rakli)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.