Bank Mandiri Jangkau Lebih dari 1.000 Penerima Manfaat Lewat Program Mandiri Sahabat Desa
Mandiri Sahabat Desa merupakan bentuk sinergi terintegrasi dengan pemerintah dalam mendorong percepatan penurunan stunting nasional.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM – Bank Mandiri memperluas kontribusinya dalam mendukung penurunan angka stunting nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Mandiri Sahabat Desa. Program ini menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat dengan fokus pada intervensi gizi, penyediaan akses air bersih, serta pendampingan edukatif bagi keluarga berisiko stunting di sejumlah wilayah prioritas.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, Mandiri Sahabat Desa dilaksanakan selama enam bulan dan menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, Papua, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menyasar ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun sebagai kelompok krusial dalam pencegahan stunting.
Intervensi yang dilakukan meliputi penyaluran paket gizi seimbang serta pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor, khususnya di daerah yang menghadapi keterbatasan sanitasi akibat musim kemarau berkepanjangan.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan dampak positif terhadap kondisi kesehatan penerima manfaat. Di Kabupaten Keerom, Papua, rata-rata berat badan ibu hamil meningkat dari 55,61 kilogram pada awal program menjadi 60,15 kilogram pada akhir intervensi. Sementara itu, di Sulawesi Tengah, pertumbuhan anak usia di bawah dua tahun juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata berat badan naik dari 8,25 kilogram menjadi 9,38 kilogram dan tinggi badan dari 72,79 sentimeter menjadi 77,50 sentimeter.
Baca juga: Bank Mandiri Hadirkan Circular Fragrance Experience di Perfume Pop Market 2026
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, peningkatan berat badan anak usia di bawah dua tahun tercatat secara konsisten di wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo sepanjang Agustus hingga Oktober 2025. Adapun di NTT, pembangunan sumur bor di Desa Oenitas, Bea Ngencung, dan Wellabubur dinilai menjadi solusi strategis untuk menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi masyarakat.
Atas kontribusi tersebut, Bank Mandiri memperoleh apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas komitmen dan kontribusi nyata dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Riduan menegaskan, Mandiri Sahabat Desa merupakan bentuk sinergi terintegrasi dengan pemerintah dalam mendorong percepatan penurunan stunting nasional.
“Percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi yang terstruktur antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan solusi berkelanjutan untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing,” ujar Riduan dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).
Ia menambahkan, Mandiri Sahabat Desa dirancang untuk mendorong pembangunan desa secara holistik, mencakup aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Program ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Dalam implementasinya, Bank Mandiri menyalurkan paket makanan bergizi mingguan berupa beras premium, telur, sayuran, dan protein hewani kepada ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun. Program ini didukung relawan BKKBN yang berperan sebagai Pendamping Keluarga dalam pemantauan kesehatan serta edukasi gizi.
Selain intervensi kesehatan, Mandiri Sahabat Desa juga memberikan edukasi pengelolaan keuangan bagi keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari penguatan literasi finansial masyarakat desa.
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan akan terus memperluas sinergi dengan BKKBN dan pemangku kepentingan lainnya guna menjangkau wilayah rawan stunting serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Baca juga: Bank Mandiri Perkuat Pembangunan Ekonomi Desa Lewat Program Mandiri Sahabat Desa
Baca tanpa iklan