Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Basarnas Perpanjang Operasi SAR Longsor di Cisarua Bandung Barat 7 Hari Ke Depan

Basarnas secara resmi memperpanjang operasi SAR tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat selama tujuh hari ke depan hingga 6 Februari 2026.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Basarnas Perpanjang Operasi SAR Longsor di Cisarua Bandung Barat 7 Hari Ke Depan
HO/
LONGSOR CISARUA - Tim SAR gabungan dibantu dengan alat berat melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Basarnas secara resmi memperpanjang operasi SAR tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat selama tujuh hari ke depan hingga 6 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Syafii mengatakan sebanyak lima helikopter dan satu pesawat turut terlibat dalam operasi
  • Total 60 kantung jenazah atau body pack berhasil ditemukan dan diserahkan tim SAR gabungan ke Tim DVI Polri
  • Perpanjangan operasi SAR tersebut dilakukan selama tujuh hari ke depan hingga 6 Februari 2026

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii secara resmi memperpanjang operasi SAR tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Barat, Jawa Barat, pada hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026).

Perpanjangan operasi SAR tersebut dilakukan selama tujuh hari ke depan hingga 6 Februari 2026 menyesuaikan masa tanggap darurat yang sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Bandung Barat.

"Dari hasil assesment, kita tadi mendengar informasi yang disampaikan SMC (Sar Mission Coordinator), incident commander Pak Sekda Kabupaten, tim DVI, dan yang tergabung dalam operasi ini, akhirnya kita memutuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan terus kita lanjutkan dengan pelibatan semaksimal mungkin kekuatan," kata Syafii di Posko Basarnas pada Jumat (30/1/2026).

"Pada saat pemerintah daerah mendeklarasikan tanggap darurat selama 14 hari, mudah-mudahan sebelum 14 hari kita sudah bisa menemukan seluruh korban. Mohon doanya," imbuhnya.

Syafii mengatakan sebanyak lima helikopter dan satu pesawat turut terlibat dalam operasi itu.

Selain itu, tercatat terdapat 22 drone yang juga dilibatkan dalam operasi.

Baca juga: 3 Kali Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini, Wilayah Longsor Cisarua Masih Diguyur Hujan

Ia juga mengatakan hingga Jumat (30/1/2026) lebih dari tiga ribu potensi SAR yang tergabung.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian juga ada 22 anjing pelacak (K-9) yang dilibatkan hingga 17 alat berat gabungan dari Kementerian PU, Pemprov, Pemda, TNI Polri.

"Selama ini memang belum maksimal karena memang yang kita hadapi adalah kondisi cuaca dan medan. Tapi alhamdulillah dari BNPB terus menerus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca," kata Syafii.

Baca juga: 53 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Diserahkan Basarnas ke DVI Polri, 37 Teridentifikasi

"Mudah-mudahan cuaca besok seperti ini sehingga kita bisa melaksanakan sepagi mungkin," pungkasnya.

60 Kantung Jenazah Ditemukan

Berdasarkan data resmi Basarnas Bandung, pada hari ketujuh operasi SAR pada Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan telah menemukan sebanyak lima kantong jenazah atau body pack.

Dengan demikian total 60 kantung jenazah atau body pack berhasil ditemukan dan diserahkan tim SAR gabungan ke Tim DVI Polri.

Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan sebanyak 20 jiwa.

Berdasarkan update Tim DVI hingga Kamis (29/1/2026) pukul 19.30 WIB, sebanyak 44 korban telah berhasil teridentifikasi dari 45 bodypack yang diterima sebelumnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas