Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jokowi Turun Gunung, Pengamat Nilai Tak Jamin Keberhasilan PSI di Pemilu 2029

Pengamat politik Arifki Chaniago, mengingatkan kehadiran figur besar tidak serta-merta menjamin keberhasilan elektoral.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jokowi Turun Gunung, Pengamat Nilai Tak Jamin Keberhasilan PSI di Pemilu 2029
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
RAKERNAS I PSI - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan dalam penutupan Rakernas I PSI di Sandeq Ballroom, Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Jokowi menyatakan dirinya siap kerja habis-habisan untuk PSI. Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengingatkan kehadiran figur besar tidak serta-merta menjamin keberhasilan elektoral.  [Rizki Sandi Saputra] 

Ringkasan Berita:
  • Jokowi mengaku akan membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029
  • Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengingatkan kehadiran figur besar tidak serta-merta menjamin keberhasilan elektoral
  • Dukungan tokoh hanya menjadi pengungkit awal

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029

Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengingatkan kehadiran figur besar tidak serta-merta menjamin keberhasilan elektoral. 

Baca juga: Jokowi Yakin PSI Bisa Lolos ke Senayan pada 2029, Ini Suara Partai Gajah di 2019 dan 2024

Ia menekankan bahwa dukungan tokoh hanya menjadi pengungkit awal.

Sementara hasil akhir sangat ditentukan oleh kerja organisasi partai, kekuatan struktur di tingkat lokal, serta konsistensi agenda dan program yang ditawarkan.

“Figur bisa membuka pintu, tetapi yang menentukan apakah pintu itu dilewati atau tidak adalah kerja partai itu sendiri,” ujar Arifki dalam keterangannya, Senin (2/2/2026). 

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait keputusan Jokowi kembali aktif turun ke daerah meski sebelumnya menyatakan ingin pensiun dari politik, Arifki menilai hal tersebut wajar. 

Pasalnya, berbagai isu yang menyerang Jokowi dinilai belum mereda.

Selain itu, persepsi publik terhadap Jokowi juga berpotensi memengaruhi peluang Gibran Rakabuming Raka pada kontestasi politik 2029.

Dalam praktik politik nasional, Arifki menilai mantan presiden kerap tetap memainkan peran informal, baik sebagai simbol maupun aktor berpengaruh. 

Ia mencontohkan peran Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat serta Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di PDI Perjuangan.

“Saya menilai isu Jokowi turun gunung sebagai uji kesaktian Jokowi yang tak hanya menjadikan PSI lolos parlemen, tetapi juga partai besar," tutur Arifki.

Baca juga: Ahmad Ali: Pak Jokowi Tinggal Pencet Tombol Relawannya untuk Panaskan Mesin PSI

"Namun untuk itu kembali kepada PSI, apakah mampu mengelola momentum tersebut menjadi kerja politik yang konkret dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan dirinya akan membantu dan bekerja keras untuk kemenangan PSI di pemilu mendatang.

Ia menyatakan kesanggupannya untuk turun langsung mendatangi konstituen PSI di seluruh provinsi apabila diperlukan.

"Kalau diperlukan, saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi. Semua provinsi," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam penutupan Rakernas I PSI di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas