Pernyataan Keras Prabowo di Rakornas: Peringatan ke 'Perusuh' hingga Ultimatum Eks Pejabat BUMN
Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus siap dipanggil Kejagung jika terindikasi melakukan korupsi
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pernyataan keras dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026
- Prabowo Subianto menantang pihak yang menyukai dirinya untuk bertarung di Pemilu 2029 mendatang
- Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus siap dipanggil Kejaksaan Agung
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pernyataan keras dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo Subianto menantang pihak yang menyukai dirinya untuk bertarung di Pemilu 2029 mendatang.
Baca juga: Prabowo Sindir Spanduk Ayam Goreng Beli Satu Gratis Satu: Kenapa Harus Besar Sih?
Selain itu, Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus siap dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung) jika terindikasi melakukan korupsi.
Berikut ini Tribunnews.com rangkum pernyataan Presiden Prabowo Subianto:
Baca juga: Disentil Prabowo soal Sampah di Pantai Bali, Gubernur Koster: Itu Sampah Kiriman Musiman
Peringatkan Kelompok 'Perusuh'
Prabowo Subianto menyinggung aksi demonstrasi yang belakangan marak terjadi.
Ia menyebut adanya indikasi campur tangan kekuatan asing di balik sejumlah gerakan tersebut.
Prabowo menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dijamin, namun tidak boleh berujung pada tindakan anarkis.
"Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo tapi kerusuhan. Kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov itu pidana. Saya tidak akan ragu-ragu," tegas Prabowo.
Ia bahkan menyampaikan keyakinannya bahwa sebagian kelompok yang mendorong kerusuhan dikendalikan oleh pihak luar.
"Kelompok-kelompok ini saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing, yakin saya dan saya punya bukti," ujarnya.
Prabowo mengingatkan bahwa perbedaan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi.
Namun, ia meminta agar kontestasi dilakukan secara konstitusional, bukan melalui aksi yang merusak stabilitas.
"Kalau tidak suka dengan 2–3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka dengan Prabowo, silakan 2029 bertarung," kata dia.
Menurut Prabowo, aksi-aksi yang berujung kerusuhan tidak akan menciptakan lapangan kerja maupun membuka investasi baru.
Ia menilai stabilitas menjadi prasyarat utama pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
"Kalau 5.000 kali demo tidak akan satu pabrik dibuka. Jadi kelompok-kelompok ini saya imbau, warga negara Indonesia, apa kau tidak kasihan sama rakyatmu?" ujarnya.
Presiden menegaskan pemerintah tetap membuka ruang kritik, tetapi akan bertindak tegas terhadap tindakan yang melanggar hukum.
"Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang. Kita tidak niat mengancam siapa pun, tapi kita harus menjaga bangsa ini," tandasnya.
Baca juga: Prabowo Soroti Rumah Beratap Seng: Panas, Berkarat, dan Kurang Indah hingga Canangkan Gentengisasi
'Kalau Kader Gerindra Brengsek, Saya Tangkap'
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menindak pelanggaran hukum, termasuk jika hal tersebut dilakukan oleh kader partainya sendiri, Partai Gerindra.
Mulanya, Prabowo menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh kepala daerah dalam pembangunan nasional tanpa melihat latar belakang partai politiknya.
Ia lantas berseloroh dengan Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi.
Prabowo menyinggung istri Bursah, Sri Meliyana, yang diketahui merupakan kader Partai Gerindra.
"Saya enggak tanya, Pak Bursah kau partai mana? Kan enggak saya tanya, enggak saya tanya kan. Tetap saya dukung beliau. Karena istrimu kan Gerindra ya, hahaha," kata Prabowo, sontak membuat seluruh peserta Rakornas tertawa.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa meskipun kader Gerindra, dirinya tak ragu untuk menindak tegas siapa pun yang melakukan pelanggaran.
"Tapi saya enggak tanya dia, saya enggak tanya dia, kebetulan istrinya Gerindra. Enggak ada urusan saya. Eh kalau Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam, enggak ada itu. Kita semua bergerak," ujarnya.
Ia menegaskan, persaingan politik dalam pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah (pilkada) adalah hal yang wajar.
Namun, Prabowo mengingatkan agar setelah kontestasi selesai, semua pihak harus kembali bekerja untuk rakyat.
"Jadi persaingan, pertandingan ya pertandingan. Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Dua calon tiga calon lima calon enggak apa-apa bagus. Tapi begitu selesai udahlah kerja. Nah ini yang saya tawarkan, ayo bekerja untuk rakyat," ungkapnya.
Baca juga: Prabowo Sindir Pihak yang Nyinyir soal Kelapa Sawit: It is a Miracle Crop
Ultimatum Eks Pejabat BUMN
Prabowo Subianto menegaskan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdahulu harus bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan-perusahaan pelat merah yang dinilainya tidak efektif.
Ia bahkan menyebut para pimpinan lama itu siap-siap dipanggil aparat penegak hukum.
Dalam pidatonya, Prabowo mulanya menyinggung pengelolaan BUMN yang sebelumnya terpecah dalam banyak entitas.
"Kita telah bentuk dana sovereign wealth fund, saya telah menghimpun semua dalam satu pengelolaan yang nilainya 1 triliun dolar. Lengkapnya 1.040 miliar dolar. Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan tidak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan?" kata Prabowo.
Ia kemudian menyatakan pengelolaan yang terfragmentasi itu sebagai kekeliruan yang harus dipertanggungjawabkan.
"Ini akal-akalan pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus tanggung jawab. Siap-siap kau dipanggil kejaksaan," ujarnya.
Prabowo juga menanggapi kritik eks pejabat BUMN itu yang menuding dirinya hanya pandai berpidato.
Ia menyatakan tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang meremehkan langkah konsolidasi yang dilakukan pemerintahannya.
"Karena mereka ngejek Prabowo cuma bisa ngomong di podium. Oh ya? Tunggu aja panggilan. Lu jangan nantang gue lu," katanya.
Prabowo menegaskan, pengelolaan BUMN kini telah dikonsolidasikan agar lebih terpusat dan efisien.
Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan memastikan kekayaan negara dikelola untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.
Menurutnya, pembentukan dana pengelola investasi nasional menjadi salah satu strategi untuk menghimpun aset-aset negara yang sebelumnya tersebar.
"Saya hanya takut dengan rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Besar," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk membulatkan tekad menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal.
"Mari kita bertekad untuk menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat kita," ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pengelolaan yang merugikan negara.
"Sudahlah, kita ini semuanya dipanggil. Lebih baik membela rakyat, lebih mulia," tandasnya.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.