Pererat Tali Persaudaraan, 5.000 Warga Kawanua Hadiri Perayaan Natal dan Kunci Taong
Perayaan ini jadi momentum penting bagi keluarga besar Kawanua di perantauan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus melestarikan tradisi budaya
Penulis:
Erik S
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 5.000 warga Kawanua di Jabodetabek menghadiri perayaan Natal, Tahun Baru, dan Kunci Taon yang digelar KKK di Jakarta Utara pada 31 Januari 2026.
- Acara ini memadukan ibadah teatrikal, pertunjukan budaya, dan kegiatan sosial sebagai upaya mempererat persaudaraan serta melestarikan tradisi Kawanua.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 5.000 warga Kawanua dari berbagai wilayah Jabodetabek menghadiri perayaan Natal, Tahun Baru, dan Kunci Taon yang digelar Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 31 Januari 2026.
Acara tersebut berlangsung penuh makna dengan menghadirkan konsep ibadah teatrikal naratif yang memadukan refleksi iman dan kekayaan budaya Kawanua.
Mengusung tema Natal Nasional PGI–KWI 2025 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga', perayaan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Kawanua di perantauan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus melestarikan tradisi budaya.
Rangkaian kegiatan diawali sehari sebelumnya dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Pondok Kasih Agape, Jakarta Utara, sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial.
“Ini merupakan budaya yang harus selalu kami pegang teguh dan lestarikan. Dimulai dari rasa syukur dengan berbagi bersama adik-adik di Panti Asuhan Agape, hingga puncak ibadah teatrikal yang dipadukan dengan pertunjukan budaya dan ditutup dengan ramah tamah keluarga besar Kawanua di perantauan," kata Ketua Panitia Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Fernando Rorimpandey.
Fernando mengatakan selain ibadah, acara ini juga menjadi panggung bagi kekayaan seni dan budaya Kawanua.
Baca juga: Pendidikan Hukum, Natal dan Refleksi Keadilan yang Manusiawi
"Kami bahagia dan bangga melihat begitu banyak keluarga besar Kawanua yang ikut memeriahkan dan mensukseskan acara ini. Semoga kegiatan ini berkesan bagi seluruh anggota Kerukunan Keluarga Kawanua," kata dia.
Bendahara Panitia Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Erwin Karouw mengatakan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat ikatan persaudaraan. Sementara Sekretaris Panitia Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Denny Tumuju menyebut bazaar keluarga turut dihadirkan untuk menambah semarak acara.
Ibadah teatrikal yang dirancang oleh Pdt. Johny Alexander Lontoh, M.Min., M.Th., mengalir dalam empat narasi utama: penciptaan dan rencana keselamatan, pergumulan keluarga modern, keluarga yang dilawat Tuhan, serta panggilan hidup dalam terang. Setiap sesi diperkaya dengan pementasan tari dan pertunjukan surealis, sehingga jemaat dapat merenungkan pesan iman secara lebih mendalam.
Selain ibadah, panggung budaya turut menampilkan Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, dan Masamper, serta penampilan artis berdarah Kawanua seperti Dirly Sompie, Randy Lapian, Angel Punaji, dan penampilan spesial dari Tonny Wenas.
Pujian jemaat dipandu oleh paduan suara gabungan Nafiri Choir dan GP Choir, dengan iringan musik dari GPIB Paulus Jakarta. Pesan Natal disampaikan secara oikumenis oleh RD Anthonius G.A., sementara doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Lontoh.
Dengan perpaduan ibadah, seni, budaya, dan kebersamaan, perayaan Natal dan Kunci Taon ini menjadi bukti nyata semangat warga Kawanua dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat persaudaraan di tanah rantau. Ujar, Fernando Rorimpandey dan Erwin Karouw selaku Ketua dan Bendahara Panitia Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK).
Acara natal tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Direktur Utama Garuda Indonesia Letjen TNI (Purn.) Glenny Kahuripan, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Theo Sambuaga, EE Mangindaan, Jan Maringka, Johni Lumintang, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua Angelica Tengker.
Baca tanpa iklan