Mendikdasmen: Media jadi Elemen Membentuk Cara Berfikir, Belajar serta Prilaku Anak dan Pelajar
Implementasi pendidikan karakter dilakukan secara kolaboratif lintas lingkungan, termasuk peran media sebagai penuntun informasi.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Mendikdasmen Abdul Mu’ti dinilai berhasil memperkuat pendidikan karakter di jenjang dasar dan menengah.
- Kebijakan ini menanamkan pembiasaan positif seperti bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, guna membentuk pelajar sehat, disiplin, dan berdaya saing.
- Implementasi pendidikan karakter dilakukan secara kolaboratif lintas lingkungan, termasuk peran media sebagai penuntun informasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dianugerahi penghargaan Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Penghargaan diberikan atas konsistensi dan kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti dalam mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), yang kini menjadi salah satu gerakan strategis dalam pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Kebijakan 7 KAIH merupakan pendekatan yang menekankan pembiasaan nilai-nilai positif sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga mereka tumbuh sehat, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.
7 KAIH tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga dan masyarakat, serta media massa sebagai bagian dari lingkungan pendidikan secara menyeluruh.
7 KAIH meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Gerakan ini didukung oleh kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membentuk karakter unggul dan tangguh sejak dini.
Dalam acara penganugerahan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti diwakili oleh Staf Khusus Menteri (SKM) Bidang Media, Ma’ruf El Rumi, untuk menerima penghargaan kategori Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Dalam sambutan yang disampaikan melalui SKM Ma’ruf, dia mengatakan, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Ki Hajar Dewantara menyebutkan tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dalam perkembangan saat ini, media menjadi elemen penting yang turut membentuk cara berpikir, cara belajar, serta perilaku anak-anak dan pelajar kita,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (5/2/2026).
Dalam berbagai kesempatan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembiasaan kebiasaan baik merupakan fondasi utama pembentukan karakter pelajar Indonesia.
Di tengah derasnya arus informasi, dia mengatakan media memiliki peran strategis sebagai penuntun bagi generasi muda.
“Media diharapkan dapat memberikan arah yang benar dalam mengakses informasi, menghadirkan konten yang mendidik, serta bersama-sama membantu membangun karakter generasi muda Indonesia,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong implementasi 7 KAIH sebagai gerakan nasional pembentukan karakter pelajar.
Baca juga: Menteri Abdul Muti: Siswa di Sumut dan Sumbar Kembali Sekolah, di Aceh Masih Pemulihan
Program ini telah mendapat perhatian luas masyarakat, termasuk melalui berbagai kanal digital, sebagai bukti kuatnya dukungan publik terhadap penguatan pendidikan karakter.
Baca tanpa iklan