Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

3 Persiapan Menyambut Bulan Ramadan 2026 agar Ibadah Lebih Maksimal

Persiapan menyambut Ramadan 2026 mencakup tiga aspek utama, yaitu kesiapan fisik, kesiapan hukum ibadah, serta kesiapan spiritual.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
  • Menyambut Ramadan 2026, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri secara menyeluruh agar puasa tidak sekadar rutinitas, tetapi menjadi ibadah yang berkualitas.
  • Persiapan Ramadan mencakup tiga aspek utama, yaitu kesiapan fisik untuk menjaga kesehatan, kesiapan hukum dengan menuntaskan qadha dan fidyah, serta kesiapan spiritual.
  • Kesiapan spiritual menjadi kunci agar puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan benar-benar meningkatkan ketakwaan dan kualitas ibadah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan optimal.

Persiapan ini tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik, tetapi juga menyangkut aspek hukum ibadah dan kesiapan spiritual.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta, Achmad Hafidh, menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga aspek utama yang perlu diperhatikan dalam menyambut Ramadan agar puasa tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan ibadah yang berkualitas.

Persiapan Menyambut Bulan Ramadan 2026

Aspek pertama adalah kesiapan fisik.

Menjaga kesehatan menjadi hal mendasar karena puasa mensyaratkan kondisi tubuh yang sehat.

Seseorang yang tidak dalam kondisi fisik prima dianjurkan untuk tidak memaksakan diri berpuasa jika hal tersebut membahayakan kesehatannya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena syarat untuk puasa itu harus sehat. Jika seseorang tidak sehat lalu memaksakan diri puasa hingga membahayakan dirinya itu oleh Rasulullah dia disebut maksiat, maka hal tersebut justru termasuk perbuatan yang tidak dibenarkan," ujar Achmad Hafidh, dikutip dari tayangan YouTube OASE Tribunnews.com, Senin (9/2/2026).

Oleh karena itu, menjaga pola makan, istirahat cukup, serta mengelola kondisi kesehatan sejak sebelum Ramadan menjadi langkah penting agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lancar.

Aspek kedua adalah persiapan dari sisi hukum ibadah.

Hal ini berkaitan dengan penyelesaian berbagai tanggungan yang masih dimiliki, seperti qadha puasa atau fidyah yang belum ditunaikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Kapan 1 Ramadan 1447 H? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 2026 dari Kemenag

"Urusan hukum yang dimaksud adalah terkait dengan tanggungan-tanggungan ibadah yang harus diselesaikan mulai dari qadha puasa, fidyah terutang dan lain sebagainya," jelasnya.

Menyelesaikan kewajiban tersebut sebelum Ramadan tiba akan membuat ibadah puasa lebih tenang dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Sementara itu, aspek ketiga yang tidak kalah penting adalah kesiapan spiritual.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Merujuk pada hadits riwayat Imam An-Nasa'i dan Ibnu Majah (dan disahihkan oleh Albani) yang berbunyi:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Rubba shoimin hadzhuhu min shiyamihi al-juu'u wal 'athosyu

Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga". 

Achmad Hafidh mengingatkan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i dan Ibnu Majah di atas, yang menyebutkan bahwa banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga.

Hadits ini menjadi peringatan agar umat Islam mempersiapkan hati, niat, dan akhlak dalam menjalani puasa.

Menurutnya, tanpa kesiapan spiritual yang baik, puasa berpotensi kehilangan esensinya sebagai ibadah yang mendidik jiwa dan meningkatkan ketakwaan.

"Kesiapan spiritual ini penting, karena kalau kita tidak menyiapkan diri secara spiritual, nanti puasa itu seperti yang diperingatkan oleh Rasulullah, ada banyak manusia yang berpuasa tetapi tidak dapat apa-apa kecuali hanya lapar dan dahaga," ungkapnya.

Baca juga: Hukum Qadha Puasa Ramadhan: Ketentuan Qadha, Fidyah, dan Larangan Menunda Puasa

Ketiga aspek persiapan tersebut sebaiknya dilakukan secara seimbang dan saling melengkapi.

Fisik yang sehat akan mendukung kekuatan jiwa, sementara kesiapan hukum dan spiritual akan menyempurnakan kualitas ibadah puasa.

"Kita itu butuh fisik yang sehat supaya jiwanya kuat. Dengan fisik yang sehat itu pula kita bisa memenuhi tanggungan-tanggungan hukum seandainya kemudian ada yang harus diselesaikan ketika perjalanan waktu dari tahun yang sebelumnya sampai tahun yang sekarang," paparnya.

Dengan persiapan yang matang dari sisi fisik, hukum, dan spiritual, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan 2026 dengan lebih siap, khusyuk, dan mampu meraih keberkahan secara maksimal.

(Tribunnews.com/Latifah)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas