Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Istana Terima Undangan Rapat Perdana Board of Peace, Prabowo Hadir?

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace pada 19 Februari nanti.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace.
  • Namun, belum bisa dipastikan apakah Prabowo akan menghadiri rapat organisasi internasional bentukan Presiden AS Donald Trump tersebut.
  • Jika Prabowo hadir, diharapkan kegiatan itu bisa sekaligus penandatanganan tarif dagang AS-Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian pada 19 Februari 2026 mendatang.

Namun, Prasetyo belum bisa memastikan apakah Prabowo akan menghadiri rapat organisasi internasional bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tersebut.

"Ada (undangannya). Belum (tahu hadir atau tidak), nanti kita sampaikan kalau sudah ada kepastian," ujarnya usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Jika Prabowo hadir, diharapkan kegiatan itu bisa sekaligus penandatanganan tarif dagang AS-Indonesia.

Sebagaimana diketahui, saat ini AS dan Indonesia masih bernegosiasi agar kesepakatan bisa dicapai.

"Kita sih menghendaki dan ingin bisa dua-duanya," ucapnya.

Terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara soal rencana pengiriman pasukan TNI sebagai bagian Board of Peace ke Gaza, Palestina.

Rekomendasi Untuk Anda

Maruli mengungkapkan, TNI masih menunggu hasil koordinasi.

Namun, ia menyebut sudah ada persiapan yang dilakukan untuk menyiapkan pasukan sebagai bagian dari Board of Peace.

"Kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza, nanti ke Mabes TNI, nanti ke Mabesad (Mabes TNI AD) nanti memerlukan personel berkarakter apa, nanti kami siapkan," ungkap Maruli seusai Rapat Pimpinan TNI-Polri, Senin.

Saat ditanya kapan pasukan perdamaian akan dikirimkan, Maruli menyebut bukan kapasitasnya.

Baca juga: KSAD Angkat Bicara Soal Rencana Pengiriman Pasukan Board of Peace ke Gaza

"Lebih baik bertanya ke Mabes TNI supaya lebih jelas, kalau kami hanya penyiapan pasukan aja," ujarnya.

Pun dengan jumlah pasukan yang akan dikirim, Maruli menegaskan belum ada informasi terkait hal itu.

"Ya bisa satu brigadir 5000-8000 mungkin, tapi masih bernego semua, belum ada kepastian angka sampai sekarang."

"Belum bisa saya pastikan, saya bagian penyiapan," imbuhnya.

Indonesia Gabung Board of Peace

Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Amerika Serikat

Prabowo hadir langsung dalam forum tersebut dan berdiri sejajar dengan sejumlah pemimpin dunia saat peresmian keanggotaan diumumkan.

Momen itu ditandai dengan interaksi langsung antara Prabowo dan Donald Trump

Keduanya berjabat tangan di atas panggung utama dengan latar biru bertuliskan “Board of Peace”.

Namun dalam pidato tersebut, Trump tidak secara spesifik menyinggung isu Palestina maupun konflik di Timur Tengah. 

Padahal, isu Palestina kerap menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional termasuk Indonesia.

Bahkan sebelum pidato Trump, sejumlah pemimpin dunia sudah memaparkan pembangunan kembali Gaza, Palestina, usai dibombardir oleh Israel, termasuk jaminan keamanan maupun langkah bantuan krisis kemanusiaan yang masih dialami di Gaza.

Dalam pidatonya, Trump hanya menegaskan bahwa Dewan Perdamaian merupakan proyek besar yang menurutnya sangat bisa dilakukan dan akan menjadi forum yang berdampak nyata.

“Ketika kami benar-benar terlibat dalam proyek ini, dan ini adalah proyek yang besar, tapi sangat bisa dilakukan,” kata Trump.

Ia menyebut Amerika Serikat berada di belakang inisiatif tersebut. Namun, Trump tidak menyinggung proyek besar yang akan dilakukan dalam dewan perdamaian yang dibuat AS tersebut.

“Sejauh menyangkut Amerika Serikat, kami mendukungnya (berada di belakangnya). Dan Amerika Serikat tidak pernah sekuat ini, tidak pernah lebih besar, lebih baik,” ujarnya.

Trump juga mengatakan banyak pihak yang ingin bergabung dalam Dewan Perdamaian karena forum itu dinilai penting.

“Kami memiliki banyak orang lain yang telah mendaftar dan mereka semua ingin menjadi anggota Dewan Perdamaian karena ini benar-benar akan menjadi penting. 

Ini tidak akan membuang-buang waktu. Hal ini akan terjadi. Dan ini sudah terjadi,” tandasnya.

Selain Indonesia, negara yang tergabung dalam dewan perdamaian buatan AS yaitu Pakistan, Mesir, Jordania, Uni Emirate Arab, Turki, Saudi Arabia dan Qatar. 

Selain itu, ada pula Bahrain, Morocco, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Kazakhtan, Kosovo, Mongolia hingga Paraguay.

(Tribunnews.com/Deni/Gilang/Alfarizy)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas